
Malam hari Amyra terlihat sedang duduk di sofa seraya menikmati segelas coklat hangat .
Elvano baru saja keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaian nya .
" Kenapa belum tidur ?" tanya Elvano .
" Hmm , gak bisa tidur . " ucap Amyra .
Elvano pun berjalan menghampiri Amyra dan duduk di samping nya .
" Ayo cepat tidur . " Ajak Elvano . Amyra menatap lekat Elvano .
" Besok tes nya ya ?" tanya Amyra ragu .
Elvano menganggukkan kepala nya .
" Aku takut . " ucap Amyra .
" Apa yang kamu takut kan ?" tanya Elvano .
" Aku takut tes nya , aku takut rumah sakit . " jawab Amyra . Elvano mengusap rambut Amyra lembut.
" Jangan takut , ada aku . Tes nya hanya sebentar , dan gak akan sakit . Ok . " ucap Elvano mencoba menenangkan Amyra .
Amyra terdiam memegangi gelas hangat itu . Elvano tau kalau Amyra memang terlihat ragu dan takut .
" Sekarang kamu istirahat . Tenanglah . " ucap Elvano berusaha menenangkan Amyra . Elvano mengambil gelas yang berada di tangan Amyra kemudian menyimpan nya di meja .
Elvano membawa Amura menuju tempat tidur dan membaringkan nya .
" Tidurlah . " ucap Elvano menaikan selimut untuk menutupi tubuh Amyra .
Tangan Amyra memegang tangan Elvano yang hendak berdiri .
" El . "
" Ya ?" Langkah Elvano terhenti ketika tangan Amyra memegang tangan nya.
" Bisakah kamu tidur disini ?" tanya Amyra ragu .
" Berdua ?" tanya Elvano . Amyra mengangguk .
" Baiklah . " ucap Elvano kemudian ikut membaringkan tubuh nya di samping Amyra .
" Sekarang tidurlah . " ucap Elvano lembut .
Amyra menyesuaikan posisi tidur nya kemudian menutup mata nya , namun perasaan nya masih terjaga . Amyra pun membuka kembali mata nya.
" Kenapa ?" tanya Elvano yang melihat Amyra masih saja belum tidur . Amyra hanya menggelengkan kepala nya .
" Sinj . " ucap Elvano membka lebar kedua tangan nya mengisyaratkan agar Amyra masuk kedalam pelukan nya . Amyra pun menggeser tubuh nya masuk kedalam pelukan Elvano .
Elvano mengecup lembut puncak kepala Amyra .
" Makasih El . " ucap Amyra .
Rasa nyaman dalam pelukan Elvano membuat Amyra tenang , namun mata nya masih saja belum bisa terpejam .
Kini justru jantung nya terus berdetak kencang . Amyra pun dapat merasakan kalau dada Elvano pun berdetak kencang .
Amyra mengangkat kepala nya melihat wajah Elvano .
" Kenapa masih belum tidur ?" tanya Elvano . Amyra tersenyum .
" Jangan senyum , cepat tidur . Aku gak tau sejauh mana aku bisa tahan buat gak cium kamu Ra . " ucap Elvano .
Tak di duga Amyra justru mengecup bibir Elvano sebentar .
" Jangan salahin aku kalo aku gak bisa nahan diri Ra . " ucap Elvano serius .
" Aku tidur duluan . " ucap Amyra membenamkan wajah nya ke dalam dada bidang Elvano .
__ADS_1
" Curang kamu ya . " ucap Elvano kemudian mengangkat wajah Amyra .
" Kamu yang mulai duluan . Jangan harap kamu bisa kabur . " ucap Elvano kemudian mencium bibir Amyra .
Amyra kini sangat menyukai ciuman hangat Elvano , Amyra mengimbangi ciuman Elvano dengan hangat .
Elvano semakin bersemangat mencium Amyra ketika kini tangan Amyra mengusap lembut tengkuk nya .
Tangan Elvano mulai bergerilya menyusuri punggung Amyra dan menyusup masuk ke balik baju Amyra .
" El . " ucap Amyra pelan . Namun El justru semakin bersemangat .
Dengan lembut Elvano membelai punggung Amyra . Amyra meresapi setiap sentuhan tangan Elvano .
Kini bibir Elvano mulai turun melewati dagu dan mengecupi leher jengjang Amyra .
" El . " suara Amyra terdengar parau .
Amyra benar benar larut dalam sentuhan lembut Elvano .
Tangan Elvano kini berhasil membuat kancing baju Amyra terbuka . Menunjukkan lekuk tubuh indah Amyra yang putih bersih . Elvano menelan saliva nya .
" Aku akan berhenti kalo kamu gak mau Ra . " ucap Elvano dengan hasrat yang benar benar menggebu .
Amyra tak menjawab nya , Amyra justru kembali mencium bibir Elvano . Membuat Elvano semakin ingin meneruskan kegiatan nya .
Elvano melepas kaos polos yang di kenakan nya . Terlihat tubuh atletis Elvano dengan dada bidang kini tak tertutup lagi .
Elvano kembali berciuman dengan Amyra , kini lebih panas karena tubuh kedua nya sudah tanpa sehelai benang pun . Mereka bisa merasakan sentuhan kedua tubuh mereka dengan pelukan dan ciuman itu .
" Amyra . " ucap lembut Elvano di telinga Amyra membuat tubuh Amyra menggeliat karena hembusan nafas Elvano .
" Boleh aku terusin ?" tanya Elvano ragu namun juga penuh harap .
Amyra mengangguk pelan menadakkan kalau dirinya pun berharap Elvano melanjutkan nya .
Akhir nya tubuh kedua nya pun kini menjadi satu . Elvano sudah tidak bisa lagi menahan hasrat nya . Dengan penuh kelembutan Elvano mulai bercinta dengan Amyra .
Walaupun kedua nya belum pernah sekali pun mengatakan kata cinta , namun mereka berdua sungguh menikmati nya .
Elvano dan Amyra benar benar terlarut dalam kenikmatan .
" El . " sesekali Amyra memanggil nama Elvano lembut di telinga Elvano . Membuat Elvano semakin tergila gila karena nya .
Hingga akhir nya Elvano mencapai tujuan nya . Dengan nafas kedua nya yang masih memburu , Elvano memeluk Amyra dan mencium nya .
Tubuh mereka kini berpelukan dengan keringat yang membasahi kedua nya . Namun Elvano masih tak melepaskan pelukan nya di tubuh Amyra .
Cukup lama mereka berdua berada dalam posisi itu hingga mereka berdua kini bisa mengatur nafas mereka .
" El . "
" hmm . "
" Aku mau ke kamar mandi . " ucap Amyra .
" Tunggu , aku masih mau gini . " ucap Elvano justru semakin mengeratkan pelukan nya .
" Elvano . " ucap lembut Amyra .
Elvano mengecup bibir Amyra .
" Udah lama aku nahan ini Ra . Bisa gila aku Ra karena kamu !" ucap Elvano . Amyra terdiam .
Amyra tersadar atas apa yang baru saja dia lakukan dengan Elvano . Amyra memang menyukai nya namun hati Amyra terasa bingung .
Amyra yakin kalau dirinya menyukai Elvano , namun kini dirinya berfikir bagaimana tentang perasaan Elvano pada nya .
" El . "
" Hmm . " jawab Elvano .
__ADS_1
" Yang baru saja kita lakukan , apa yang kamu rasakan ?" tanya Amyra ragu . Elvano langsung menatap Amyra .
" Maksud kamu ?" tanya Elvano yang masih bingung .
" Maksud aku ,, " Amyra bingung dengan apa yang harus dia ucapkan . Amyra berpikir bagaimana cara nya agar dia tau perasaan Elvano terhadap nya .
" Apa perasaan mu terhadap aku El . Apa yang kamu rasakan ketika kita melakukan nya . " tanya Amyra memberanikan diri .
Elvano terdiam dan berfikir .
Elvano tau kalau dirinya menyukai Amyra , bahkan tergila gila pada Amyra . Namun Elvano masih belum bisa mengatakan cinta pada Amyra .
Elvano hanya terdiam menatap Amyra .
Hati Amyra seketika goyah ketika melihat Elvano yang tak menjawab pertanyaan nya .
Amyra bangun dari tempat tidur dan membalutkan selimut kemudian berjalan menuju kamar mandi tanpa sepatah kata pun .
" Ra . " panggil Elvano pelan melihat raut wajah Amyra yang berubah . Elvano tau kalau dirinya bersalah karena dirinya tak menjawab pertanyaan Amyra .
" Amyra ." sekali lagi Elvano mencoba memanggil Amyra yang mengacuh kan nya .
Amyra tak menggubris panggilan Elvano . Kini Elvano terdiam dengan pemikiran nya sendiri .
" Maaf Ra . " gumam Elvano dalam hati benar benar merasa bersalah .
Amyra masuk ke dalam kamar mandi dan terduduk di balik pintu .
" Harus nya aku gak melakukan nya . Harus nya aku tau kalau Elvano berniat menikahi ku hanya karena bayi ini , bukan karena aku . " gumam nya dalam hati .
Hati Amyra terasa sakit mengingat nya . Dirinya sudah mulai mencintai Elvano dan berharap lebih hingga dirinya rela kembali bercinta dengan Elvano .
Namun sikap Elvano yang tak menjawab pertanyaan tentang perasaan nya sendiri membuat hati Amyra kini goyah . Amyra merasa kalau Elvano tak memiliki perasaan apapun pada nya .
" Aku yakin malam ini tak jauh berbeda dengan kejadian malam itu . Tak ada perasaan apapun dari Elvano . " gumam nya merasa sesak di dada .
" Harus nya aku jangan sampai memiliki perasaan pada Elvano . " ucap nya menyesal .
Air mata pun menetes . Rasa sesak di dada dengan perasaan yang hancur . Amyra menyesali perasaaan nya sendiri .
Tangisan Amyra terdengar pilu namun berusaha dia redam karena tidak mau sampai Elvano mendengar nya .
Dirinya yang kini jatuh cinta pada Elvano .
*****
Amyra cukup lama berada di kamar mandi , membuat Elvano mulai khawatir . Elvano segera memakai celana nya dan mencoba mengetuk pintu kamar mandi .
" Ra ? kamu gak apa apa kan ?" tanya Elvano pelan .
Beberapa saat tak ada jawab dari dalam . Elvano kembali mencoba mengetuk pintu dan memanggil Amyra .
Tak lama kemudian Amura keluar dengan raut wajah datar . Terlihat mata nya sedikit membengkak karena menangis .
" Ra kami baik baik aja ?" tanya Elvano khawatir . Amyra tak menjawab nya . Amyra kembali ke tempat tidur kemudian membaringkan tubuh nya di sisi ranjang .
Elvano segera mengikuti nya . Elvano menyentuh pundak Amyra .
" Ra . " ucap Elvano lembut .
" Aku lelah , aku mau tidur. " ucap Amyra .
Elvano pun terdiam . Elvano hanya bisa membiarkan Amyra dalam posisi membelakangi nya .
" Baiklah , istirahat lah . Biar aku tidur di sofa . " ucap Elvano lesu .
Amyra membalutkan selimut itu sampai ke wajah nya . menutupi sebagian wajah nya . Air mata menetes dari sudut mata nya .
" Kenapa hati ku sampai se sakit ini . Padahal aku tau sejak awal Elvano memang tak memiliki perasaan apapun . " ucap Amyra dalam hati .
...*******************...
__ADS_1