Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
tangis pilu


__ADS_3

" El ?" tanya Amyra yang melihat Elvano terdiam tanpa menjawab pertanyaan nya .


Elvano meraih tangan lemah Amyra , memegang nya dengan lembut .


" Maaf Ra , Maafin aku . " ucap sesal Elvano .


" Maaf buat apa ?" Amyra mulai bingung dengan sikap Elvano .


" Kita kehilangan bayi yang ada dalam perut kamu , Ra . Dan semua itu salah aku . " Elvano benar benar merasa sangat bersalah .


" Bayi ku ? Kenapa dengan kandungan ku ?" Amyra mulai panik .


" Tenang Ra , tenang . " Elvano mencoba menenangkan Amyra yang dengan panik meraba raba perut nya dengan posisi memaksa untuk berdiri .


Namun tiba tiba tubuh Amyra berhenti bergerak , mata nya seakan kosong . Sejenak terdiam dan hening .


" Bisa tinggalkan aku sendiri . " ucapan datar Amyra dengan tatapan entah kemana .


" Tapi Ra . " Elvano semakin bingung dengan sikap Amyra .


" Please . " Satu kata dari Amyra yang bisa membuat Elvano mengalah karena Elvano tau kalau saat ini Amyra lah orang yang akan paling menderita karena kehilangan calon buah hati nya .


Dengan berat hati Elvano berdiri dari duduk nya .


" Aku tunggu di luar . Panggil aku kalau kamu butuh sesuatu . " ucap Elvano lembut seraya berjalan keluar ruangan dengan perasaan yang masih kacau .


Sejenak terasa hening dan dingin di dalam ruangan itu . Hanya suara jam dinding yang terdengar berdetak dengan teratur .


Tetes per tetes butiran air mulai jatuh dari sudut mata perempuan cantik bernama Amyra itu .


Amyra tau kalau saat ini hati nya tengah hancur se hancur hancur nya . Walaupun Elvano tidak menjelaskan detail nya , namun Amyra bisa tau kalau calon buah hati nya sudah tiada dari dunia ini ketika Amyra membuka perlahan kemeja pasien yang di kenakan . Amyra mengangkat ujung kemeja itu dengan perasaan takut , berharap apa yang dia takut kan hanya lah mimpi .


DEG !


Alangkah hancur nya hati Amyra ketika melihat sebuah perban yang masih menempel sempurna di perut bagian bawah Amyra , menandakan kalau semua mimpi buruk itu adalah kenyataan . Amyra menyentuh nya , rasa sakit itu terasa tak hanya di bawah perut nya saja . Tapi kini hati nya pun terasa sangat amat sakit .


Amyra berusaha menenangkan dirinya sendiri namun apalah daya , tangis nya sudah tak terbendung lagi .


Tangisan pilu dari seorang calon ibu yang kehilangan bayi nya .


Elvano yang khawatir mendengar tangisan Amyra langsung masuk tanpa berpikir panjang langsung memeluk Amyra yang terus meronta menangis .


" Bayi ku !" teriakan Amyra membuat Elvano semakin mengeratkan pelukan nya .


" Bayi ku , kembalikan bayi ku !" Amyra terus meronta dan berteriak hingga tenaga nya sudah habis .


Elvano tak mengatakan sepatah kata pun , Elvano tau kalau saat ini tak ada kata yang bisa menggantikan rasa sakit Amyra . Elvano hanya bisa memeluk nya dengan erat , berharap Amyra bisa kuat menghadapi kenyataan pahit ini .


Perlahan tubuh Amyra lebih tenang , dengan air mata yang masih mengalir terisak dalam pilu .


Amyra perlahan mendorong tubuh Elvano agar melepas pelukan nya .


" Ra . " ucap Elvano lirih .


Elvano mengangkat wajah Amyra dengan kedua tangan nya .


" Everything will be better . You are not alone . Trust me . " ucap Elvano seraya mengusap lembut pipi Amura yang di basahi air mata .

__ADS_1


Amura memegang tangan Elvano yang masih berada di pipi nya . Amyra memejamkan mata nya sejenak .


Tak lama kemudian seseorang masuk .


" Amyra ?"


Dia adalah Bima , wajah tampan nya terlihat .


Bima meletakan barang bawaan nya di meja dan langsung menghampiri Amyra . Amyra pun langsung memeluk perut atletis Bima yang terbalut kemeja berwarna dark blue itu .


" Bima .. " ucap Amyra lirih .


" Bayi ku .. " pilu Amyra .


" Aku tau , tenang lah . Semua akan baik baik saja , ada aku disini . " ucap Bima menenangkan Amyra , namun sukses membuat wajah Elvano berubah marah .


Bagaimana tidak , tepat di hadapan nya Elvano melihat pelukan hangat Amyra dan Bima . Elvano merasa kalau kemarahan nya sudah mencapai ubun ubun . Namun dirinya tidak bisa egois , karena dia tau kalau yang di butuh kan Amyra adalah mereka berdua .


Bima melepas pelukan nya , menatap wajah sendu Amyra yang terlihat pucat dengan beberapa luka dan lebam yang masih menghiasi wajah cantik nya .


" sudah agak tenang ?" tanya Bima lembut . Amyra mengangguk pelan .


" Tunggu sebentar , aku akan ambil makanan . " ucap Bima kemudian membawa beberapa kotak makan yang sengaja dia masak sendiri untuk Amyra .


Bima membuka satu persatu kotak makan yang masih hangat tersebut .


" Makan lah . " ucap lembut Bima menyodorkan sendok berisi sup hangat yang sudah dia tiup terlebih dahulu.


Amyra pun melahap nya , Bima tersenyum hangat .


Elvano masih memperhatikan Bima dan Amyra yang terlihat sangat mesra . Sesekali Elvano memalingkan wajahnya dari pemandangan yang membuat nya cemburu setengah mti itu .


" Baiklah . Sekarang minum obat kemudian istirahat . " ucap Bima , Amyra pun mengangguk .


Bima membereskan kotak makan itu kemudian berbalik badan hendak menyimpan kotak makan itu .


" Bima ?" tangan Amyra menarik bawah baju belakang Bima , seketika Bima menoleh .


" Ya ?"


" Jangan pergi lagi . " pinta Amyra penuh harap .


" Aku akan ada disini Ra , jangan khawatir . " Ucap Bima dengan senyuman nya .


Elvano merasa rasa cemburunya semakin mendidih di buat nya .


" Kalo itu bukan lu Bima ! Udah gua banting pala lu ! malah senyam senyum senyam senyum , gatau apa gua udah hampir gila liat nya , pengen gua gusur trus gua buang dari lantai 5 lu Bima . " suara hati Elvano penuh gerutu .


Drrrt ,,, Drrrt ,,,


Suara ponsel Elvano berdering . Menyadarkan nya dari kecemburuan yang hampir saja meluap .


" Mama ." gumam Elvano bingung seraya menggaruk kepala nya yang tidak gatal itu .


Mau tak mau Elvano berdiri dan berjalan keluar ruangan untuk mengangkat telepon dari ibu nya itu .


" Halo , Ma . " Ucap Elvano lemas .

__ADS_1


" El ? Bagaimana kondisi Amyra ?" tanya Mama Rosa khawatir .


" Sekarang udah lebih baik ma ."


" Sebenar nya apa yang terjadi ?" tanya mama Rosa lagi , lagi dan lagi .


Elvano sejenak menarik nafas nya panjang .


" Semua urusan El sama Amyra ,Ma . "


" Mama khawatir sayang . Oh iya , hasil tes nya tadi malam udah di bawa Vina . Dan ternyata memang benar kalau bayi yang Amyra kandung tuh real anak kamu El . Mama seneng banget , akhir nya kamu bisa menikah terus langsung kasih mama cucu . " celoteh Mama Rosa yang terlihat senang akan hasil tes DNA berbanding terbalik dengan perasaan hancur yang kini di alami Elvano .


" Ma !" bentak Elvano .


" Bayi Amyra sudah gak ada ! Bayi Amyra sudah diangkat dari rahim Amyra , dan itu semua karena El yang gak bisa jagain Amyra ! " teriak Elvano sontak membuat Mama Rosa terdiam terpaku tak percaya .


" Maksud kamu El ?" Mama Rosa semakin bingung .


" Amyra keguguran Ma , dan baru saja selesai di operasi . " jelas Elvano membuat Mama Rosa kaget .


" El . " suara Mama Rosa terdengar sedih .


Elvano hanya bisa mengusap wajah nya kasar , meregangkan rahang nya yang teras kebas .


" Biar nanti kita bicarakan ini di rumah ya Ma . " ucap Elvano kemudian menutup telepon nya .


Elvano kembali masuk ke dalam ruangan dn duduk di sofa yang berada di sudut ruangan rawat inap kelas VIP dengan fasilitas yang mewah dan lengkap itu .


" Dia tidur . Kalo lu mau pulang , pulang aja dulu . Biar gua yang jagain Amyra di sini ." ucap Bima .


" Entahlah , gua malas pulang . " ucap Elvano acuh .


" Eh Bima . "


" Apa ?" jawab Bima .


" Walaupun sekarang Amyra udah gak hamil , tapi gua tetep bakal nikahin dia . " ucap Elvano serius .


" Gak El ! gua gak peduli mau lu sahabat gua ataupun bukan . Tapi sekarang kondisi nya berbeda ! Sekarang gak ada alasan buat gua gak bisa berhubungan sama dia . Lu gak punya hak apa apa lagi sekarang ! Jadi mulai sekarang , gua sendiri yang bakal dampingi Amyra . Ngerti ?" ucap Bima serius .


" Gua juga gak bakal lepasin Amyra ! Gua bakal terus ngejar dia , biar dia sendiri yang pilih antara gua sama lu !" jawab Elvano .


Tanpa di sadari ada dua telinga yang dengan jelas mendengar setiap ucapan mereka .


" Kalau kehadiran ku hanya akan membuat hubungan kalian rusak , lalu apa baik nya aku tetap disini ?" gumam hati Amyra di balik mata nya yang terpejam .


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2