
Elvano menyandarkan tubuh nya pada mobil milik nya . Berusaha menahan diri agar bisa lebih tenang .
Tak lama kemudian handphone Elvano berbunyi dan langsung diangkat nya .
" Ya . "
" Bos ! Ada kabar bagus . " ucap sekertaris nya .
" Apa ?" tanya Elvano singkat .
" Lahan itu sudah terjual . Kita memberi harga 10M . Tapi Nona cantik itu justru membeli nya 11M . Hebat bukan ?" ucap sekertaris itu antusias dan bangga .
" Hah ? Kok bisa?" ucap Elvano heran .
" Nona itu bilang dia suka dengan lahan itu . "
" Siapa nama wanita itu ? " tanya Elvano penasaran .
" Sebentar . Aku lihat dulu di berkas . "
" Nama nya Amyra Elisha Adiputra . "
DEG !
" Amyra ?" ucap Elvano tercengang .
" Iya bos . Dia sangat cantik dan ramah bos . Tapi saya seraya familiar dengan wajah nya . " ucap sekertaris itu mencoba mengingat ingat .
" kalau di pikir pikir wajah nona itu mirip sama wanita yang bos cari ." ucap sekertaris itu .
" Dimana dia sekarang ?" tanya Elvano serius .
" nona itu masih di lahan bos . Dia bilang masih mau disana . " ucap sekertaris itu .
" Goodjob ! Thanks !" ucap Elvano semangat .
" masuk . gua tau dimana Amyra sekarang . " ucap Elvano bergegas masuk ke dalam mobil nya . Bima yang masih bingung hanya bisa mengikuti sahabat nya itu .
Elvano langsung tancap gas melajukan mobil nya menuju lahan milik nya yang sudah terjual pada Amyra itu .
" Maksud lu apa ?" tanya Bima tak percaya .
" Ternyata orang yang beli lahan gua itu Amyra !" ucap Elvano bersemangat .
" Hah ????" Bima masih tak percaya.
" Kita harus pastiin langsung kesana . Semoga dia belum pergi . " ucap Elvano seraya sekilas melihat jam di tangan nya .
******
__ADS_1
Amyra berjalan seraya tangan nya membelai lembut setiap rumput yang tumbuh di pinggiran danau . Berjalan menyusuri setiap jejak kenangan nya .
Langkah kaki Amyra terhenti di depan sebuah pohon yang cukup besar . Amyra menyentuh pohon itu dan melihat sesuatu yang sanggup membuat air mata nya kembali menetes .
Sebuah ukiran nama nya di pohon itu masih cukup terlihat jelas .
Amyra mengalihkan pandangan nya atas pohon itu . Terdapat sebuah rumah pohon kecil yang masih kokoh di sana namun kini jarak nya sudah semakin tinggi .
Amyra masih dapat melihat tangga yang di buat ayah nya dulu untuk menaiki pohon itu menuju rumah pohon diatas sana .
" Ayah . Ibu . Ara kangen . " ucap Amyra lirih .
Amyra duduk bersandar di pohon itu beralaskan rumput nan hijau .
" ra disini ayah . Ibu .. " ucap Amyra seraya memeluk lutut nya .
Amyra meresapi udara sejuk yang seakan meniup setiap rasa rindu nya pada kedua orang yang sangat ia sayangi itu .
" Ayah . Ibu . Sekarang Ara gak sendiri lagi , Om Bagja sudah baik sekarang . " curhatan Amyra pada langit .
" Ara sekarang gak lemah lagi , gak cengeng lagi . Sekarang Ara udah cari wanita mandiri yang kuat . "
" Ayah . Ibu lihat Ara kan dari surga ? " setiap ucapan Amyra terdengar seperi seorang anak kecil yang bercerita pada orang tua nya .
Amyra memeluk erat lutut nya menenggelamkan wajah nya di balik pelukan lutut nya .
Sekuat apapun Amyra menahan . Namun hati nya tak bisa di bohongi . Air mata pun mengalir dengan deras .
Tangisan pilu Amyra di tengah kesunyian hutan .
" Amyra ." ucap seorang pria yang kini berada disana .
Tangisan Amyra sejenak terhenti .
Amyra mengangkat wajah nya dan samar melihat sosok yang kini ada di depan mata nya .
Tanpa berpikir panjang , pria itu langsung berlari menuju Amyra yang baru saja berdiri dari duduk nya .
Pria itu langsung memeluk Amyra erat seakan ingin melepas sejuta kerinduan nya .
Amyra masih terlihat kebingungan dan juga kaget .
" Bima . " ucap Amyra lirih .
Yaa , pria itu adalah Bima .
Bima lah yang saat ini tengah memeluk Amyra dengan erat nya .
" Diam ! " ucap Bima seakan tak ingin mendengar alasan apapun dan hanya ingin memeluk Amyra saja .
__ADS_1
Amyra membalas pelukan Bima yang terasa hangat saat ini . Terasa suara detak jantung Bima yang bergemuruh .
" Bima . Aku rindu . " ucap Amyra dengan tangis nya .
" Ku bilang Diam . " ucap Bima meresapi kerinduan yang sudah lama ia pendam .
Sepasang mata hanya bisa terpana melihat pemandangan itu .
Ada hati yang terasa sakit , ada amarah yang seakan siap meledak saat ini .
Elvano melihat Bima yang tengah berpelukan dengan Amyra di depan mata nya .
Tangan nya ia kepal erat menahan amarah nya . Dia tau kalau saat ini bukan waktu yang tepat untuk marah .
" Elvano ?" ucap Amyra lirih ketika mata nya menangkap sesosok pria yang tengah memperhatikan nya itu .
Bima melepas pelukan nya dan membalikan badan nya .
Terlihat Elvano yang berdiri di sana . Bima merangkul pundak Amyra di hadapan Elvano .
Elvano berjalan selangkah demi selangkah mendekati Amyra .
Namun Amyra yang sekarang bukan lah Amyra yang dulu . Amyra yang duku terlihat sangat pemalu dan takut . Sekarang adalah Amyra yang pemberani dan kuat .
" Apa kabar mu ?" tanya Elvano lembut .
" Baik . " jawab Amyra singkat .
Sorot mata Elvano yang tajam kini tak membuat Amyra takut , namun justru membuat Amyra teringat masa lalu nya . Ada rasa sakit di hati nya yang sudah cukup lama tertahan .
" Bima . Bisa kita pergi dari sini . Hari sudah mulai sore . " ajak Amyra seraya memalingkan wajah nya .
" Ayo . " ucap Bima seraya berjalan tanpa melepas rangkulan nya melewati Elvano yang masih berdiri di sana .
" Banyak pertanyaan yang harus kamu jawab . " ucap Elvano ketika tangan nya memegang tangan Amyra yang hampir melewati nya .
" Ada banyak waktu buat kita bicara . " ucap Amyra seraya tersenyum .
DEG !
Elvano kaget melihat Amyra yang memang telah berubah . Amyra kini terlihat lebih tenang dan kuat .
Bahkan terlihat dari cara berpakaian nya yang lebih seksi dan berani .
" Ayo cepat . Disini udah mendung . Kita ngobrol di tempat lain . Ada banyak hal yang mau aku ceritakan sama kalian . " ajak Amyra dalam rangkulan Bima seraya tangan nya menarik tangan Elvano agar ikut bersama nya .
Elvano masih terlihat sangat heran dengan sikap Amyra yang sekarang . Namun Elvano oun sangat bahagia karena melihat Amyra dalam kondisi baik baik saja saat ini .
Namun Elvano merasa ada yang hilang dari Amyra . Tatapan Amyra yang selalu terlihat ketakutan , kini sudah hilang . Saat ini berubah menjadi tatapan penuh arti bahagia .
__ADS_1
**********