Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
pelukan yang lama hilang


__ADS_3

Elvano menyandarkan tubuh nya pada mobil milik nya . Berusaha menahan diri agar bisa lebih tenang .


Tak lama kemudian handphone Elvano berbunyi dan langsung diangkat nya .


" Ya . "


" Bos ! Ada kabar bagus . " ucap sekertaris nya .


" Apa ?" tanya Elvano singkat .


" Lahan itu sudah terjual . Kita memberi harga 10M . Tapi Nona cantik itu justru membeli nya 11M . Hebat bukan ?" ucap sekertaris itu antusias dan bangga .


" Hah ? Kok bisa?" ucap Elvano heran .


" Nona itu bilang dia suka dengan lahan itu . "


" Siapa nama wanita itu ? " tanya Elvano penasaran .


" Sebentar . Aku lihat dulu di berkas . "


" Nama nya Amyra Elisha Adiputra . "


DEG !


" Amyra ?" ucap Elvano tercengang .


" Iya bos . Dia sangat cantik dan ramah bos . Tapi saya seraya familiar dengan wajah nya . " ucap sekertaris itu mencoba mengingat ingat .


" kalau di pikir pikir wajah nona itu mirip sama wanita yang bos cari ." ucap sekertaris itu .


" Dimana dia sekarang ?" tanya Elvano serius .


" nona itu masih di lahan bos . Dia bilang masih mau disana . " ucap sekertaris itu .


" Goodjob ! Thanks !" ucap Elvano semangat .


" masuk . gua tau dimana Amyra sekarang . " ucap Elvano bergegas masuk ke dalam mobil nya . Bima yang masih bingung hanya bisa mengikuti sahabat nya itu .


Elvano langsung tancap gas melajukan mobil nya menuju lahan milik nya yang sudah terjual pada Amyra itu .


" Maksud lu apa ?" tanya Bima tak percaya .


" Ternyata orang yang beli lahan gua itu Amyra !" ucap Elvano bersemangat .


" Hah ????" Bima masih tak percaya.


" Kita harus pastiin langsung kesana . Semoga dia belum pergi . " ucap Elvano seraya sekilas melihat jam di tangan nya .


******

__ADS_1


Amyra berjalan seraya tangan nya membelai lembut setiap rumput yang tumbuh di pinggiran danau . Berjalan menyusuri setiap jejak kenangan nya .


Langkah kaki Amyra terhenti di depan sebuah pohon yang cukup besar . Amyra menyentuh pohon itu dan melihat sesuatu yang sanggup membuat air mata nya kembali menetes .


Sebuah ukiran nama nya di pohon itu masih cukup terlihat jelas .


Amyra mengalihkan pandangan nya atas pohon itu . Terdapat sebuah rumah pohon kecil yang masih kokoh di sana namun kini jarak nya sudah semakin tinggi .


Amyra masih dapat melihat tangga yang di buat ayah nya dulu untuk menaiki pohon itu menuju rumah pohon diatas sana .


" Ayah . Ibu . Ara kangen . " ucap Amyra lirih .


Amyra duduk bersandar di pohon itu beralaskan rumput nan hijau .


" ra disini ayah . Ibu .. " ucap Amyra seraya memeluk lutut nya .


Amyra meresapi udara sejuk yang seakan meniup setiap rasa rindu nya pada kedua orang yang sangat ia sayangi itu .


" Ayah . Ibu . Sekarang Ara gak sendiri lagi , Om Bagja sudah baik sekarang . " curhatan Amyra pada langit .


" Ara sekarang gak lemah lagi , gak cengeng lagi . Sekarang Ara udah cari wanita mandiri yang kuat . "


" Ayah . Ibu lihat Ara kan dari surga ? " setiap ucapan Amyra terdengar seperi seorang anak kecil yang bercerita pada orang tua nya .


Amyra memeluk erat lutut nya menenggelamkan wajah nya di balik pelukan lutut nya .


Sekuat apapun Amyra menahan . Namun hati nya tak bisa di bohongi . Air mata pun mengalir dengan deras .


Tangisan pilu Amyra di tengah kesunyian hutan .


" Amyra ." ucap seorang pria yang kini berada disana .


Tangisan Amyra sejenak terhenti .


Amyra mengangkat wajah nya dan samar melihat sosok yang kini ada di depan mata nya .


Tanpa berpikir panjang , pria itu langsung berlari menuju Amyra yang baru saja berdiri dari duduk nya .


Pria itu langsung memeluk Amyra erat seakan ingin melepas sejuta kerinduan nya .


Amyra masih terlihat kebingungan dan juga kaget .


" Bima . " ucap Amyra lirih .


Yaa , pria itu adalah Bima .


Bima lah yang saat ini tengah memeluk Amyra dengan erat nya .


" Diam ! " ucap Bima seakan tak ingin mendengar alasan apapun dan hanya ingin memeluk Amyra saja .

__ADS_1


Amyra membalas pelukan Bima yang terasa hangat saat ini . Terasa suara detak jantung Bima yang bergemuruh .


" Bima . Aku rindu . " ucap Amyra dengan tangis nya .


" Ku bilang Diam . " ucap Bima meresapi kerinduan yang sudah lama ia pendam .


Sepasang mata hanya bisa terpana melihat pemandangan itu .


Ada hati yang terasa sakit , ada amarah yang seakan siap meledak saat ini .


Elvano melihat Bima yang tengah berpelukan dengan Amyra di depan mata nya .


Tangan nya ia kepal erat menahan amarah nya . Dia tau kalau saat ini bukan waktu yang tepat untuk marah .


" Elvano ?" ucap Amyra lirih ketika mata nya menangkap sesosok pria yang tengah memperhatikan nya itu .


Bima melepas pelukan nya dan membalikan badan nya .


Terlihat Elvano yang berdiri di sana . Bima merangkul pundak Amyra di hadapan Elvano .


Elvano berjalan selangkah demi selangkah mendekati Amyra .


Namun Amyra yang sekarang bukan lah Amyra yang dulu . Amyra yang duku terlihat sangat pemalu dan takut . Sekarang adalah Amyra yang pemberani dan kuat .


" Apa kabar mu ?" tanya Elvano lembut .


" Baik . " jawab Amyra singkat .


Sorot mata Elvano yang tajam kini tak membuat Amyra takut , namun justru membuat Amyra teringat masa lalu nya . Ada rasa sakit di hati nya yang sudah cukup lama tertahan .


" Bima . Bisa kita pergi dari sini . Hari sudah mulai sore . " ajak Amyra seraya memalingkan wajah nya .


" Ayo . " ucap Bima seraya berjalan tanpa melepas rangkulan nya melewati Elvano yang masih berdiri di sana .


" Banyak pertanyaan yang harus kamu jawab . " ucap Elvano ketika tangan nya memegang tangan Amyra yang hampir melewati nya .


" Ada banyak waktu buat kita bicara . " ucap Amyra seraya tersenyum .


DEG !


Elvano kaget melihat Amyra yang memang telah berubah . Amyra kini terlihat lebih tenang dan kuat .


Bahkan terlihat dari cara berpakaian nya yang lebih seksi dan berani .


" Ayo cepat . Disini udah mendung . Kita ngobrol di tempat lain . Ada banyak hal yang mau aku ceritakan sama kalian . " ajak Amyra dalam rangkulan Bima seraya tangan nya menarik tangan Elvano agar ikut bersama nya .


Elvano masih terlihat sangat heran dengan sikap Amyra yang sekarang . Namun Elvano oun sangat bahagia karena melihat Amyra dalam kondisi baik baik saja saat ini .


Namun Elvano merasa ada yang hilang dari Amyra . Tatapan Amyra yang selalu terlihat ketakutan , kini sudah hilang . Saat ini berubah menjadi tatapan penuh arti bahagia .

__ADS_1


**********


__ADS_2