
Suara adzan Maghrib sudah terdenga bertanda waktu bagi umat Islam untuk meninggalkan semua aktifitasnya untuk segera melaksanakan kewajiban sholat. Begitu juga aku yang meletakan piring makan anaku yang baru saja aku suapi.
Aku melangkah berjalan menuju kamar selesai sholat serambi menyambar hp yang aku letakan di lemari ruang tv, dan mataku tertuju pada suatu pesan yang dikirim bukan lewat wa namun lewat masenger.
Ada suatu sebuah nama muncul di kolom itu, Boy.
"walaikum salam wrwb...ipeh yah ?"
Hatiku deg-degan senang kaget dan campur aduk rasanya ...dan aku baru teringat kalau aku ternyata yang menyapa dia terlebih dahulu dan dia langsung membalasnya
" Iyaaa, gimana kabarmu boyy?"
" Alhamdulilah aku baik- baik saja, gimana kabar dengan mu ?"
" Aku juga baik seperti dirimu."
" Oh ya maaf yah aku baru pulang kerja, dan nanti aku sambung lagi dirumah aku sambil nyetir ( serambi memberikan foto tangan yang sedang memegang setir)
" Ok, hati hati dijalan".
Aku lanjutkan kembali aktivitasku bersama anaku, kebiasaan yang belum bisa ditinggalkan yaitu menemani Fara ( nama anak Perempuanku) sebelum tidur. Sambil menemani anaku tidur aku sambil bermain hp dan ternyata ada pesan inbok masuk lagi tenyata Boy .Senang rasa hatiku tak pernah aku sangka dia akan menyapa aku lagi.
"Peh ini nomor hpku nanti kita lanjut lwt wa aja yah?"
__ADS_1
Aku kaget tapi bahagia bngt ternyata di inbok serambi mengirimi foto dia serambi tersenyum(dalam hatiku ya Allah masih wajah yg dulu).
" Oh ya makasih ya."
" Ya sudah kamu lanjutkan lagi aja makannya ." jawabku
" Aku layan dirimu sambil makan aku yah ?"
" Ok." aku jawab
Hatiku tiba tiba penasaran dengan makanan dimeja dan kuncul pertanyaan siapa yang masak ... ibunya atau istri? dalam hati akhirnya aku beranikan untuk bertanya
"Kayaknya enak tuh makanannya."canda ku
"Istri aku ."
Deg hatiku serasa berhenti , kaget dan seperti tak terima karena setahuku Boy belum menikah .
"Alhamdulilah aku sudah menikah pehh dengan orang Bandung tahun 2018, dia bekerja disini".jawab Boy
"Oh ya selamat yah moga sakinah mawadah warohmah walaupun aku telat mengucapkan." jawabku
Entah kenapa hatiku ada rasa kecewa ada rasa sedikit cemburu padahal aku baru kontak setelah 19 tahun aku tak bertemu dengan dirinya. terkahir.aku bertemu dengan dirinya tahun 2002 dan itu saat aku menikah.
__ADS_1
" Oh ya kamu sudah punya anak berapa Peh?"
" Aku sudah punya anak 4 namun anaku yang selamat ada 2 dan yang 2 langsung diminta oleh Allah agar kelak menjadi bunga surga". jawabku
"Anakmu sudah berapa Boy?" balas aku
"Aku belum punya anak karena istri aku masih Terikat kontrak kerja jadi belum bisa punya anak" jawabnya
" Oh ya gimana kabar ibumu?" aku teringat kalau ibu dia juga tinggal di Malaysia
"Alhamdulilah sehat". jawabnya
" Aku disini punya Adik juga dari pernikahan ibuku dengan orang asli sini ". jawab dia
"Oh...."
" Berapa adikmu? kan dirimu juga punya adik yang bernama Rudi?"
" Iya adikku Rudi sudah punya istri dan anak tapi dia hidup di Jogja. dan ibuku punya anak dari disini laki laki umurnya sekitar 18 tahun"
"Oh sudah besar yah adikmu ko seumuran dengan umur anaku yang pertama yaitu putra "jawabku
"Lho anakmu sudah dewasa yah "jawab dia
__ADS_1
Setelah inbok cukup lama akhirnya aku ijin untuk mengakhiri chat kami dan dia pun bilang akan melanjutkannya besok. Bahagia banget hati aku seperti mimpi.