
Hari Minggu ...hari yang bersejarah bagi ku. Hari dimana aku dan dia akan melaksanakan pernikahan siri demi menghalalkan hubungan kami. Jika saja aku bebas tak punya ikatan mungkin tidak ada pernikahan siri ini namun sah Dimata negara dan agama namun kenyataan beda dengan impian. Walaupun mungkin aku menjadi yang kedua. Jika dia tidak mencintai aku pasti tidak akan ada Yeng kedua karena bagi dirinya sudah cukup untuk yang pertama.Maaf mungkin inilah jalan hidup yang harus aku lalu dan aku jalani. Andaikan orang lain tahu bahkan keluarga tak akan ada yang mendukung ide gila ini. Sedih ...jelas.
" yank ....kita awali bismilah aja ya yank moga ini yang Terbaik diantara yang baik." kata dia
" ya yank ..." jawaban aku singkat memang pikiran aku ngga tau kemana dan dimana.
" ayo kita segera berangkat takut yang disana menunggu."
" ayo .."
kami berangkat menuju tempat dimana akan berlangsungnya acara ini. aku tak tau mau dimana karena aku tak pernah kenal daerah ini walaupun aku sudah hampir setahun disini. karena memang jarang ikut teman jalan jalan karena Boy selalu mengisi kekosongan hari hari aku. paling sekitar komplek kos dan pabrik.
Sesampainya kami ketempat sudah ada beberapa orang yang aku juga tak tahu dan aku hanya menuruti yang terbaik buat kami berdua.
Kami menandatangi berkas yang menandakan kami sudah sah sebagai suami istri namun di dalam agama. seperti mimpi namun inilah kenyataan hidup aku. Lega rasanya hanya dalam Masalah namun berbagai Maslah masih banyak yang harus kita selesaikan bersama termasuk menjelaskan semua yang pertama ke ibu. pelan pelan semua berjalan karena semua butuh kesiapan batin dan mental.
" alhamdulilah semua lancar yank."
" alhamdulilah iya yank." kata aku
" jangan sedih ya yank aku juga ngga pingin jalan kita seperti ini ."
" Sudahlah yank semua sudah terjadi jadi tak ada yang harus disesali karena semua sudah ada jalannya, hanya tinggal kita yang menjalani mau menjadi baik atau sebaliknya."kata aku
" ya yank insyaallah dan bismilah pasti kita bisa."
" aku lapar yank belum sarapan ." kata aku
" oh ya Sampai lupa sarapan, ayo kita cari makan."
Sambil melaju mencari makanan kami mengobrol ringan.
__ADS_1
" kita kasih tau ibu kapan yank?"
" nanti yank aku mikirin dulu caranya ngga mudah menerima pastinya ibu yank walaupun kamu diterima baik oleh ibu dan pasti Shik mendengar ini bagaimana dia menasehati kita ."kata nya
" ya ya ya , aku paham yank ...orang tua pasti akan memberikan yang terbaik bagi anak anak nya."
" jadi kalau aku sekarang lelah dan balik ke kosan ngga ada alasan dirimu menolak aku he.."
" ngga usah tertawa lah ..." ledek aku
" lho kenapa aku ingin tertawa kok."
" ya ya ya aku terima dengan bahagia dan ku sambut dengan mesra."jawab aku lagi
" harus itu suami datang lelah harus disambut dengan mesra dan senyum yang manis juga ."
"hm..ngarep ." kata aku
meledek
" terserahlah ...."
" ha ha ha kan gitu aja dah manyun .."
" ya nggalah kan itu hak dirimu juga." nada bicaraku sudah mulai meninggi.
" insyaallah aku akan bersikap adil dan bisa membagi dengan rata."
" harus yankk....jangan abaikan kedua istrimu ini yah ?" ledek aku lagi
" ya ya ya pasti aku bisa sayang...."
__ADS_1
Kami sampai ditempat makan dan kami singkirkan semua Masalah kami. Terdiam sesaat untuk pikiran yang sebenarnya lelah sekali. kami hanya mengikuti alur kami dimana kami percaya langkah kaki kami sudah ada yang mengarahkan nya.
Perjalanan kami lumayan jauh tak ingin pergi kemana pun yang jadi tujuan kami setelah makan yaitu istirahat setalah sebelumnya dibebani permasalahan ini.
Dalam perjalanan pulang kami mampir di mall untuk membeli kebutuhan kami. Dan yang aku ingin tertawa adalah saat dia belanja peralatan dia ada CD ada kaos bahkan celana pendek.
" Beli buat apa yank?"
" Aku mau beli buat di kos yank."
" hmm ."
" kenapa hmm? kan wajar jadi kalau aku butuh aku punya persediaan di kos ngga perlu repot bawa."
" emang dah mau nginep lagi ?" ledek aku
" ngga boleh ?"
" kan aku tanya yang bilang ngga boleh siapa?"
" sekarang kayanya ngga lah tapi besok yah kan aku bilang hari ini ada lomba jadi aku pulang tapi malam. jadi waktu aku juga panjang dengan dirimu yank."
" pintar banget koh ....enak dirimu lah."
" ya nggalah kan kita sama sama menikmati yank." kata dia
" ya ok. Dah kan belanjanya? kita pulang."
" ayo kita ke kasir dulu."
kami pun selesai mencari barang yang kami butuhkan. aku hanya ingin rebahan meluruskan badan dan tidur dengan menyingkirkan pikiran yang ada di otak ini. Lelah badan ini mampu aku obati dengan istirahat namun lelahnya pikiran aku hanya mampu aku pasrah dan iklas.
__ADS_1