
Intinya kita harus rela iklas dalam menjalani semua peran yang kita lakoni. Seperti aku harus iklas dalam menjalin hubungan ini. Pernah ketika suatu hari ditanggal merah apa libur nasional dan aku sudah janjian dengan dia. Besar harapan aku untuk bisa berkomunikasi pas saat itu aku ada kegiatan diluar karena jika libur otomatis aku sudah tidak bisa berkutik karena Suami libur.Pagi kami masih bisa berkomunikasi baik dan dia berjanji siang akan telpon aku dan aku pergi namun saling memberi kabar. Aku kirimkan setiap gambar agar dia tahu apa yang aku lakukan. Ketika sudah diluar dia hanya memberikan kbr kalau dia ada acara bersama teman nongkrong di kedai pojok , namun setelah itu tak ada kabar hingga sore bahkan menjelang malam. gelisah aku , panik namun cum bisa menunggu tanpa bisa berbuat apa apa .
Ternyata dia pergi bersama istrinya dan hp di dalam tas istri. Ya memang bukan hak aku! tapi paling tidak menghargai perasaan istri tapi juga melihat sisi yang lain. Aku juga punya perasaan walaupun aku bukan siapa siapa bagi dirimu. Sakit benar benar.
" Maaf yank, hp di taruh dalam tas istri aku tak bisa berbuat apa apa dan aku hanya menjaga supaya tidak curiga". katanya
" Aku hargai keputusan itu tapi apa paling tidak ada 1 menit untuk memberikan kabar buat aku ?" kata aku
" Aku bingung yankk karena aku juga tidak tau itu acara istri dan semua berpasangan dengan syarat tak ada main hp. Aku juga sebenarnya ingin memberikan kabar aku tau pasti dirimu menunggu kabar dari aku." penjelasan dia
" Tapi tidak ada usaha buat itu. Aku sabar nun bukan berarti bagi dirimu segampang itu. Kalau aku tidak sabar tidak menggunakan hati aku sudah mundur."
" maaf yank aku tau aku salah!. aku tau dirimu sabar, aku tau dirimu sayank ke aku. Aku ngga akan melakukan lagi." kata Dia
" Itu terserah dirimu jika dirimu juga sayang ke aku dirimu akan tau apa yang aku rasa, mending jujur menyakitkan dari pada berbohong lebih sakit lagi."
Aku cuma ingin dihargai, bukan karena aku sayang segampang itu dirimu menyepelekan orang yang selalu berusaha ada walaupun itu jauh. Mungkin aku bodoh namun aku juga masih punya rasa sakit jika diperlakukan seperti itu.
__ADS_1
Jika memang sudah merasa tidak nyaman lebih baik katakan dan lebih baik mundur sebelum semua akan lebih menyakitkan.
" yank,kalau dirimu memang merasa aku membebani dirimu aku iklas kalau aku harus mundur." kataku
" ko ngomongnya kaya gitu ?" jawab dia
" lalu aku harus gimana? selama ini aku tetap setia menunggu, menahan rasa sendiri tapi ada saatnya juga merasa lelah yank!"
" terserah lah kalau mau dirimu seperti itu."
" Kalau aku ngga sayang ke kamu ngga mungkin aku ngga ada waktu aku luangkan , aku bohong ke istri juga demi dirimu. Aku belain nemeni dirimu 2 hari itu apa artinya yank? aku menginap dirumah ibu tak pulang demi siapa yank? call setiap hari demi dirimu apa artinya? dia mulai menahan emosi
" Ya aku tau tapi kita pernah bilang lebih baik kita jujur tapi dirimu kenapa bohong ?"
"Aku sudah bilang aku ngga tau rencana istri yank! berapa kali aku jelaskan!"
Aku mulai mereda ketika aku lihat dia sudah berubah wajah. Aku menjaga agar tidak ada perdebatan yang berlanjut lagi diantara kami. Ya aku memang lemah dihadapan dia namun bukan karena aku kalah namun karena rasa aku ke dirinya yang kuat yang akhirnya aku melemah. Aku emang egois, aku keras kepala, aku juga pemarah namun aku bisa.lulub.oleh sikap dia. Jika hati bisa berbicara mungkin mulut tak akan lelah untuk berucap. karena. mulut mampu berbohong namun hati tak akan bisa.
__ADS_1
" Ya udah lah yank, mungkin aku salah dan aku cemburu yank. Ngga usah kita berdebat lagi." kaya aku
" Ngga lah yank aku juga salah karena aku ngga kasih tau semua ke dirimu. Aku tau karena dirimu terlalau sayang ke aku."
"Aku cuma pingin dirimu jujur terbuka dan pasti aku mampu menerima nya yankk, walaupun itu sakit."
" ya yank besok besok aku ngga bohong lagi ,sebenarnya aku juga menjaga perasaan dirimu namun ternyata aku juga salah."
" Kita semua salah namun kita punya alasan sendiri sendiri yank, buat pelajaran kita."
Kami pun mulai mengalihkan pembicaraan kita ke lain hal agar tidak lagi memanas. Dari dia aku belajar yang dulu arogan , emosi, keras kepala dan juga egois sekarang mampu berubah menjadi sosok yang sabar,penyayang,lemah lembut dan sangat nyaman bagiku saat ini.
Tak aja ada kata penyesalan bagiku, karena semua sudah ada takdir yang menuntun kita untuk menjalani semua lakon di dunia ini. Sampai kapan itupun aku tak tahu. jika bertanya tidak kah hati mu lelah?
" Ya aku lelah."
Langkah ku pun kadangan goyah ketika aku harus berjalan dengan mencintai dua laki laki sekaligus. Namun aku percaya akan ada hal baik yang menunggu diujung cerita ini. Allah tak akan membiarkan hambanya yang iklas dan pasrah dengan apa yang sedang dia hadapi sekarang.
__ADS_1