
Dalam obrolan keluarga kami di hotel ternyata benar apa yang aku takutkan yaitu adanya hal hal menakutkan yang dialami kami. Kami tak berani bercerita namun akhirnya karena rasa ketakutan yang ada di kami kami mencoba bercerita ke satu sama lain. pelan kami mencoba menceritakan namun ternyata bukan hanya aku ternyata saudara yang lain pun mengalaminya . Dari gelas yang geser sendiri dikamar mandi, shower kloset yang jatuh sendiri, dan kamar mandi mengunci sendiri, dan juga tirai jendela seakan dimainkan bahkan salah satu ponakan ku dipeluk dengan kencang Sampai tak bisa bernafas. Dari rasa ketakutan itu aku dan saudaraku cewek lari dan tidur dalam kamar yang sama dengan saudara kami yang cowo. Beralaskan bed cover tak mengapa asal kan aku bisa tenang. Alhamdulilah ada 2 orang laki laki yang setia menemani aku dari suami hingga Boy.Kring kring bunyi hpku berdering, bergegas aku langsung mengangkat ya ternyata Boy
" Yank...aku takut." dengan wajah yang agak panik kataku
" Ada apa yank? kok rame dan gaduh banget dikamar?" dan kok dikamar masa banyak banget sih ?tanya dia
" yank di hotel ada penampakan yank!" kataku
" Penampakan apa maksudnya yank, ngomong yang jelaslah ?" tanya dia penasaran
" aku dan keluarga yang lain kaya diganggu lah ada yang seperti ini juga seperti itu." aku menjelaskan ke Boy
" Masa lah yankk mungkin perasaan kamu aja ?" jawab dia kaya ngga percaya
" kalau perasaan aku aja ngga mungkin juga yang lain mengalami, dan juga yang lain mengalami dengan hal.yang berbeda beda ko." aku menjelaskan
" Coba direkam yank!" jawab dia
" Ngarang banget koh orang takut spontan ya mana kepikiran Sampai segitunya lagi diinget aja dah merinding ko." kataku
" Ya nanti kalau ada kejadian lagi."
" Ngga mau jangan ad lagi yang ganggu ." kataku
" Ih kamu penakut banget koh !" kata dia mengejek
__ADS_1
" terserah lah ngga ya iya takut ya iya ."
" Haa...haa.. jawab Boy
" Malahan tertawa koh". kata aku sambil agak sewot karena bukan nya dihibur mlahan seakan jadi bahan ejekan
" kalau aku Deket dah aku temani yank." kata dia
" iya yankk aku ngga bisa tidur yankk, seakan kami kaya diteror".
" Ya udah sekarang berdoa aja dan sambil hp di setel sholawat aja biar tenang.
" kami ya baca sholawat atau baca doa lain sebisa kami. kata aku
" Mungkin hanya pingin kenalan".
sambil tertawa dia menjawab
" Siapa tau ada yang ganteng yankk ." kata dia
" Ngga mau orang asli aja aku ngga mau ko malahan demit." jawab aku
" iya iya aku percaya cuma dirimu cuma sayang ma aku." kata dia
" Terserahlah dirimu lah." aku agak sewot
__ADS_1
" ya maaf jangan marah ya bercanda yankk biar dirimu ngga takut, nanti kalau dirimu marah malhan setan nya seneng dan tambah nganggu dirimu ?" kata dia lagi
" Lahhh malahan ngomong kaya gitu lagi ko!" tambah keras suaraku
" ya udah ya maaf ngobrol yang lain aja yah?" kata dia
" iyalah mau nyanyi juga ngga apa asal ngobrol yang lain ." kata aku
" kangen ngga yankk ma aku?" tanya dia
"ya kangen lah yankk dirimu aja yang sibuk." kata aku
" Maaf yankk aku sibuk latihan tapi kan aku sempatin buat call dirimu."
" Iya yankk aku paham makane aku diam, sudah paham sekali." kata aku
" Lah besok acara jam berapa yank?
" sekitar jam 09.00 pagi di rumah makan seberang jalan sana ".
" Lah habis selesai pulang atau nginem lagi? tanya dia
" Ngga yankk kayane langsung pulang sorenya."
" Ooh ya ya moga dikasih kelancaran yah yankk buat acara besok." doa dia
__ADS_1
" Ya yankk makasih doanya,aminn."
Kami ngobrol hampir menjelang subuh. semua tak tidur karena sibuk dengan diri sendiri. lelah kantuk menghinggapi diri kami namun karena kejadian semalam apa boleh buat. Itu menjadi pengalaman kami malam itu. Takut,lucu kebersamaan tak akan dapat terulang dan direncana. Menjadi kenangan tersendiri bagi kami. Terima kasih sayang dirimu mampu menemani aku dan selalu ada di setiap aku butuh walaupun hanya lewat udara. Hanya doa yang aku bisa harapkan . Kenyataan yang hanya dapat aku impikan.