Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 61


__ADS_3

Kami tak bisa menghentikan waktu yang cepat berjalan. Hanya doa yang mampu membuat kita dingin dihati. Perpisahan kembali akan terjadi diantara kita. Dirimu harus kembali ke negara sebrang dan aku akan kembali ke peranku sebagai seorang ibu rumah tangga yang seutuhnya. Kami tak banyak ngomong dalam perjalanan kami mungkin banyak gejolak didalam diri kami masing masing namun tak mampu kami keluarkan. Hanya sesekali dia menoleh ketika sedang menyetir namun aku yang justru seperti patung menghadap ke depan tanpa berkata apa apa. Seakan aku tak rela dia pulang dan aku masih ingin dia disini. Dia meraih tanganku dan berkata


" Sayang...." panggil dia


" yaa" jawab aku lirih


" Jangan sedih lah ....aku kan hanya pulang dan bukan pergi dari hati kamu. aku masih ada seperti kemaren saat kita belum bertemu." kata dia


" Yaaa yank." kata aku sambil menyapu air mata yang menetes


" Aku juga berat yank, tapi bagaimana lagi? Allah sudah kasih kita jalan bertemu bagiku itu suatu kebahagian yang luar biasa." kata dia


" Iya yank aku juga bersyukur dan bahagia namun tak munafik aku ngga rela dirimu kembali ke sana. Maaf aku egois." kata aku


" Kamu ngga salah yank, wajar karena kita sama sama punya rasa jadi rasa ini berat harus berpisah. Namun aku janji bila ada kesempatan aku akan kembali dan pasti buat dirimu." sambil tersenyum dia meremas tangan aku


" Ya yank makasih atas semua sayang yang kamu berikan kepadaku."


" Aku juga sayang sama kamu dan terima kasih karena kamu wanita yang selalu ada dan mau menerima aku dengan segala kekurangan dan kelebihan aku. " jawab dia


Kami melaju dengan pelan agar kami tak Septi sampai kerumah ditengah perjalanan kami akhirnya berhenti untuk makan. Dan kami teringat Safira dan akhirnya kami menghubungi Safira agar menyusul kami.


" Halo Ra?" kata aku


" Ya mba gimana ?" jawab Safira


" Kamu bisa menyusul kami ngga yah? "


" Dimana mba? "


" Aku dan Boy lagi makan kamu menyusul aja nanti aku kasih alamatnya ya?"

__ADS_1


" Ok mba siap aku menyusul." jawab Safira


Kami makan ditempat makan yang sudah dekat dengan rumah kami. Dan aku berniat aku pulang kerumah berboncengan dengan Safira agar tidak ada yang tau namun aku belum mengatakan ke Boy takut dia tak setuju.


"Hai mba ?" safira melambaikan tangan


" sini Ra !" jawab aku


safir duduk bersama kami namun makanan sudah tersiap.dimeja karena aku paham Safira anak yang tak memilih makanan.


" Ayo Ra makan aku dah lapar." kata Boy


" Iya mas santai aja." jawab Safira


"kalau kamu pingin yang lain bilang aja."


" Dah lah mas ini aja banyak belum dimakan. Eh mba Ipeh dan mas Boy kok dah pulang ?' tanya Safira


" Ya itu kriting kaya Ipeh , cerewet bawel.dan pintar banget kalau ngomong." jawab dia


" Ya ngga lah kan aku diam pemalu." kata aku sambil makan


Mereka berdua menatap sambil tertawa karena yang aku katakan hanya candaan saja.


" yank .." kataku walaupun ada Safira tapi aku tetap manggil sayang


" Ya ."


" Aku nanti pulang nya bonceng Safira yah?"


" Lho kok?" makan langsung berhenti

__ADS_1


" iya lah kan dah Deket ngga enak takut ada yang liat lah." jawab aku


" Masa aku jemput dirumah Safira pulang ngga sampai rumah?" kata dia


" Ngga apa lah yang penting aku selamat aman." kata aku ngeyel


"Terserah kamu aja lah daripada ribut."


" Ya ngga apa mas biar aman aja lah ."kata Safira


" Tapi merepotkan kamu Ra?" kata Boy


" Nggalah mas kaya sama siapa?" kata Safira


" ya ya ya , aku kalah dah makan aja dulu ." kata dia.lagi


Kami makan sambil ngobrol ringan sesekali kami tertawa. Sebenarnya hati aku tak sebahagia tawa aku karena kami akan berpisah lagi. Namun inilah kenyataan kami bahwa kami memang harus seperti ini. Semoga ada waktu dimana kami bisa bersatu dan berjodoh kelak. amin.


Makan Ki sudah selesai dan kami harus pulang. Kami akan berpisah karena aku pulang dengan Safira. Dia seakan tak rela oang dengan safira.


" yank aku pulang yah, ati ati dijalan." kata aku ke Boy


" ya kamu juga ya sayang." jawab dia


Dia menarik aku lagi sebelum aku naik motor tak peduli orang sekitar karena tempat kami agak jauh dari orang orang.


"Aku sayang kamu." kata Dia


" Aku juga sayang ma dirimu selalu."


Aku berlalu dengan Safira dan dia memandangi aku dari belakang. Aku menengok kebelakang dan dia masih melihat aku berlalu. Berat dan tak mau berpisah rasanya. Namun itulah takdir kami namun aku percaya jodoh pasti kembali.

__ADS_1


__ADS_2