Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 14


__ADS_3

Alhamdulilah akhirnya aku bisa beli hp sendiri, namun yang tak ku sangka memori hp dan nomor hp yang dulu sudah tak ada di hpku yang dulu pecah. Aku pura pura diam namun aku tau sebenarnya siapa yang mengambil. Disaat aku membutuhkan memori aku harus beli lagi namun tiba tiba suamiku berkata


" Dah mah ngga usah beli memori lagi, kan sudah ada yang dulu?"


"lho emang memorinya ada , kan kemaren mamah cari di hp lama hilang dan ditanya semua ngga ada yang tahu!" sambil senyum aku ke suamiku


Suami tersenyum seperti tersipu malu karena pas aku tanya pura pura dia mengatakan tak tahu ternyata dia mengaku sendiri.


Aku tak berdebat menjaga perasaan Suamiku, kami sudah berbaikan dan alhamdulilah moga semua selalu baik baik saja amin.


Jadwal operasi pengambilan pen sudah dijadwalkan oleh dokter. Saat aku bertemu Boy aku sudah kecelakaan dan disini aku menceritakan semuanya dan dengan senang hati dia menemaniku hari hari dirumah sakit saat aku menjalani rawat inap. Karena cuma tangan kiri yang sakit namun badan sehat jadi aku memang bilang ke suami kalau sebelum operasi tak apa aku ditinggal dan masih ada putra anak sulung ku yang menemaniku.


Aku pun tak memaksa anaku untuk selalu menjagaku karena ada Boy yang setia menjadi penjaga ku walaupun hanya lewat telpon.Sebenarnya aku takut karena ketika akan operasi pikiran yang negatif menghantui dipikiran aku.


" Udahlah yankk, ngga usah takut bismilah aja kan yang terpenting dirimu kembali sehat." Boy menyemangati aku

__ADS_1


" ya ya ya , tapi kan namanya juga orang takut ya takutlah ".


" Nanti kan kalau masuk dah tertidur keluar juga masih keadaaan tertidur" . jawab Boy


" Ya lah ngga aku pikir ".


" Nah gitu dong ipeh, Kuat dan bisa !" dengan senyum khas nya dia


Itulah yang mungkin tak bisa aku pergi darinya, canda yang ringan yang membuat kita nyaman walaupun kadang ada kalanya seperti pasangan yang lain ada bertengkar, cemburu, manja dan egois.


" Mah, bagaimana ngga marah bapak kalau liat mamah chat atau telpon dengan laki laki lain bahkan itu adalah mantan!" kata anakku


" Aa ( panggilan aku ke anak laki laki)"


" Dia teman mamah yang sudah lama tak bertemu dan dia sudah tinggal diluar negri, mamah hanya berteman." jawabku

__ADS_1


" Bagaimanapun mamah menjelaskan tetap salah mah, karena mamah sudah punya suami dan aku pun seperti itu mah melarang pacar aku buat chat apa lagi telpon dengan laki laki lain. Kecuali itu kepentingan bukan pribadi !" kata anak ku.


Dalam hati ya Allah anaku sudah dewasa dia mampu mengkritik kelakuan mamahnya yang salah dan Dimata dia tidak baik. Namun aku tetap memberikan penjelasan yang baik kepada anakku walaupun mungkin anaku pada prinsip bahwa yang dilakukan mamahku salah.


Aku menceritakan semua kepada Boy tak ada rahasia diantara kita, kami seperti sudah tak ada lagi canggung.


" Ya lah yankk namanya juga anak ya bagaimanapun tetap membela bapaknya ." ujar Boy


" ya aku paham, cuma aku hany meluruskan supaya tidak ada pikiran jelek di hati dia , walaupun dia tetap pada prinsip dia kalau aku emang salah"! kata ku


" jangan marahi dia yank dekati dia sebagai teman saat ini karena dia sudah dewasa. Dia bukan anak kecil lagi yang masih bisa diarahkan cara berpikirnya dan ibulah yang harus mengalah ." kata Boy


" Ya yankk aku akan berusaha menjadi teman dan juga ibu yang baik bagi anakku.


" Semangat yah sayankk, aku tetap ada disini buat dirimu." kata dia

__ADS_1


Jujur saja ada steres air mata yang menetes di pipi menyadari kalau dia bukan milikku sepenuhnya. Ya Allah aku kuat, aku bisa jika yang terbaik ini aku iklas menjalani nya ya Allah .


__ADS_2