Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 43


__ADS_3

Aku tak berharap banyak darimu karena aku tak punya hak untuk itu. Tak ada daya ku yang hanya manusia biasa, pasrah dan selalu berdoa di sepertiga malam ku. Aku ikut berjuang dalam doa ku namun aku hanya mampu tersenyum tatkala aku melihatmu bersama istrimu. Taukah dirimu saat aku tersenyum mendengarkan ceritamu bersama istrimu itu adalah luka yang yang terdalam yang harus aku tutup rapat agar dirimu bahagia. Aku bukan prioritas namun aku hanya bagian dari bayangan bayangan dirimu. Aku akan selalu bertahan walaupun aku harus jatuh bangun menunggu mu namun aku akan berhenti jika engkau yang memintaku.Aku hanya ingin saling menghargai saling berbagi walaupun dalam keadaan sesulit apapun keadaan mu aku akan mencoba memahami itu.


"yank."


" ya". jawab dia


" aku mau crita yank."


" kenapa?" ngomong lah aku dengerin sambil kerja ya."


"Aku habis bentrok sama suami."


" Duh kenapa lagi yank?"


" Entahlah soal kecil sebenarnya yank."


" Cerita lah!" katan dia


" Duh jangan sekarang yah yank soalnya hari ini tanggal merah dan suamiku libur yank. Aku pelan pelan saja yah takut curiga."


" ya ya ya aku selalu ada buat dirimu."


Aku sedang ada selisih paham dengan suamiku. sebenarnya Masalah sepele namun entahlah yang membuat suamiku terlalu curiga kepada aku. Ya mungkin pengalaman yang terdahulu yang membuat dia akhirnya begitu protektif terhadapku. Aku sadar sebenarnya itu adalah tanggung jawab seorang suami menjaga seorang istrinya namun karena terlalu sayang yang akhirnya membuat dia begitu cemburu.


" mah ini hpmu masih nyala ? nanti aku liat lho isi di hp mamah." kata suami aku


" terserahlah pak."

__ADS_1


eh hp langsung mengunci lagi dan suamiku mencoba membuka namun tak bisa akhirnya dia marah.


" Sebenarnya nomor kodenya berapa sih mah?


Aku terdiam sambil tersenyum.


" Kalua ngga ada apa otomatis ngga dikunci mah, dan nomor nya berapa mah kalau nanti aku salah 3 kali ke blok lho." kata suamiku


" ngga apalah pak ." jawab aku dengan tenang


Dari situ dia langsung keluar kamar dan diam dengan muka asam. aku pun coba diam tak memancing emosi suamiku. Marah dan kesal ada dalam hati kau namun aku coba bertahan untuk tak memperkeruh suasana. Aku langsung tidur dan tak ingin ribut dengan hal yang tadi. Lelah bagiku yang selalu dicemburui dan yang akhirnya aku melakukan selingkuh ini.


Kemi dalam mode diam, disela sela suasana yang tak enak aku tetap berhubungan dengan dia, aku ceritakan semuanya tanpa kecuali.


" Kita cari aman aja ya yank, diam dulu kita."


"Dah dirimu layan suami mu dulu, aku selalu ada buat dirimu yank."


" ya yank makasih atas pengertian dirimu."


" Aku sebenernya pingin banget call dirimu yank tapi aku ngga berani."


" Jangan yank suamiku libur kerja walaupun aku dikamar lain namun mending aku diam dulu."


" Ya udahlah kita chat aja. Janji bisa komunikasi dan tau kabarmu ya yank."


" ya yank aku aja lebih baik diam daripada menambah suasana jadi keruh lagi."

__ADS_1


"Sabar sayank, bentar lagi paling dah baik lagi mungkin ada sesuatu yang bikin dia seperti itu. tidak mungkin hanya masalah sepele dia marah."


" Ya yank kemaren bilang dipasaran lagi sepi dan target dia tidak masuk. Dan harus tanggung jawab kepada pak bos."


" ya lah namanya tanggung jawab kerja dan itu yang mungkin salah satunya yang membuat dia gelisah."


" Ya udahlah yank, moga aja besok dah ok."


" yank sabar dan berdoa yah, aku sayang kamu aku ada buat dirimu. Dirimu istirahat dan jaga kesehatan. Miss you love you muachh


" ya yank maksh Miss you love you to muachh."


Itu yang membuat aku kuat, yakin dan semangat. Siapa yang tidak akan merasa nyaman bila hanya lewat chat saja sabar apa lagi ini nyata didepan ku.


Aku diam namun aku tetap berusaha melayani suami dengan semaksimal walaupun itu berarti atau tidak bagi nya. Suami ku hanya masuk keluar kamar dan aku tetap melakukan kewajiban aku sebagai ibu tangga.


Aku coba tetap diam hingga Sampai malam menjelang tidur. kami tetap sekamar namun tak ada komunikasi diantara kami. aku mencoba membujuk dan merayu namun suamiku tetap gengsi untuk berbaikan. Malam aku sebelum tidur aku tak lupa menyiapkan makan walaupun itu mau dan tidak bagiku yang terpenting aku sudah berusaha.


" Pak makan dulu sudah siap dimeja."


" ya nanti kalau kepingin."


" ya udah aku mau tidur."kata aku


" hm."


Alhamdulilah malam hari mungkin karena reflek tidur kami pun akhirnya berpelukan yang membuat kami bisa berbaikan lagi.

__ADS_1


Hp aku sengaja aku off kan biarlah hari itu bagiku seperti hari yang sunyi.


__ADS_2