
pertemuan kami semakin lama semakin sering. Bahkan dia sering meminta makan dengan memasak sendiri. Hubungan kami sudah seperti suami istri namun hanya kami tak berhubungan badan. Ya mungkin tak memungkiri kami menginginkan nya tapi Kami masih ingat batasan nya. Hari ini dia mengajak aku untuk menemui ibu dia. selama aku disini aku belum pernah main kerumah dia namun kalau telpon kami sering.
Sebelum kami kerumah ibu aku mamapir ke toko buat membeli oleh oleh buah tangan. Aku membeli sembako atau ada gula biskuit teh dll. Dalam perjalanan serasa tantangan ada rasa takut, gelisah dan rasa ketakutan yang beda. Mungkin karena aku pergi dengan orang yang sudah beristri. perjalanan ini baru pertama kali aku selama aku hampir sebulan di sini dan anggap ini jalan jalan atau kencan kami yang pertama. Kami sudah sampai kerumah ibu.
" Assalamulaikum wrwb ... ." sambil masuk kerumah
" Wa alaikum salam wrwb...Ipeh ?" kata ibu
" Iya Bu ...gimana ibu sehat ?" sembari aku mencium tangan ibu
" Alhamdulilah sehat Peh...ayo duduk dan akhirnya bisa main kerumah juga." kata ibu
" iya Bu maaf baru sempat karena masih sibuk dan penyesuaian diri disini, dan ibu Bu sedikit cemilan buat teman minum teh." sambil menaruh bawaan aku
" kalau mau main ngga usah bawa apa apa main saja buat teman ngobrol ibu."
" iya Bu insyaallah." kata aku
" Gimana kamu betah disini ?" tanya ibu
" jelas betah lah Bu ." Boy menyambar pertanyaan ibu
" ya beginilah Bu masih suka kangen ma teringat anak terus Bu...betah ya karen terpaksa."
" oh ya lah kan karena sudah terbiasa dengan anak keseharian nya tapi nanti terbiasa."
" kan ada aku ?" boy sambil tertawa
" hus ...." kata ibu
__ADS_1
" ya alhamdulilah Bu Boy selalu membantu aku karena aku belum tau daerah bahkan tentang negara ini."
" Semua perlu proses dan anggap kami sebagai keluarga kamu."
" jelas lah Bu he...." boy selalu meledek aku
kami berbincang bincang tentang semua bahkan jaman masih dikampung dulu. Serasa aku dan ibu serasa ibu dan anak. Didalam tawa aku candaku terbesit pertanyaan.
" ya Allah andaikan aku diberi kesempatan buat menjadi menanti beliau alangkah bahagianya. Aku bahagia saat ini bersyukur dengan keadaan ini. namun ada keinginan yang dulu Samapi sekarang ingin aku raih bersama dengan dirimu. Bukan sekarang yang tanpa status namun ingin menjadi bagian hidupmu yang halal.Maaf berharap lebih.
Yah mungkin semua wanita pasti berharap seperti itu jika menjalin hubungan dengan lelaki.
Kami ngobrol dengan dekatnya, bercanda tertawa dan Boy memandang kami entah apa.yang ada dipikiran dia.
Sore sudah mulai datang, aku berpamitan untuk pulang.
" Bu saya pamit pulang dulu?" kata aku sambil bersalaman kepada ibu.
Kami berlalu meninggalkan rumah dan melaju pulang ke tempatku. Dalam perjalanan aku terdiam. Menerawang jauh entah apa yang aku lihat. Batin ini menjerit menangis namun sudah tak bisa keluar lagi. Hanya butiran air jatuh dari mata aku. Sehebat inikah rasa yang aku punya hingga aku terlihat bodoh seperti ini? Aku bukan siapa siapa dia ? namun aku berharap lebih dari yang aku bayangkan. Sedekat ini kah aku dengan kelurganya hingga aku melewati batas bahwa aku hanya seorang mantan yang sekarang lewat di kehidupan dia.
" yank?" tanya Boy
" eh ..ya ?" aku gelagapan seakan terbangun dari lamunan ku.
" Kenapa sih kok melamun?"
" ngga ko aku cuma cape aja ngobrol ma ibu tadi." kaya aku
" Jangan bohong yank, aku tahu kamu kalau.menyimpan sesuatu."
__ADS_1
" ngga yank aku ngga apa apa kok. kan aku tadi asyik ngobrol ma ibu." jawaban aku
" tapi ko diam banget kaya bukan dirimu banget. Yang cerewet, yang bawel ngga ada angin ngga ada hujan diam."
" tenang yank aku ngga apa apa kok. Beneran aku cape ingin tidur sebentar 'aja ya yank nanti kalau dah Sampai aku bangun kan." kata aku menutupi mata aku yang seakan ingin menangis lagi
" ya ya istirahatlah nanti kalau dah Sampai.aku bangunkan."
Sebenernya Boy pasti penasaran kenapa dengan aku ? Kenapa keluar dari tempat diam dan hanya melamun. Aku tak ingin mengatakannya dan menambah beban dia. Biar ini Masalah batin aku sendiri dan orang lain tak perlu tau termasuk boy . Kuatkan aku ya Allah,kokoh kan pundak aku ini agar aku mampu berdiri walaupun angin kencang menerpa aku.
Ingin aku selesaikan cerita ini namun aku tak tahu bagaimana cara mengakhirinya. Mulut mampu berkata namun hati tak bisa.dibohongi bahwa aku masih nyaman dengan dia.
" yank, udah sampai." kata dia
" ya ." padahal aku sudah tau karena aku cuma pura pura tidur.
" aku mampir sebentar yah yank?" pinta Boy
" jangan saat ini yank, aku cape banget aku pingin istirahat. kata aku sambil tersenyum tipis
" Yank, ada apa dengan dirimu? kenapa dari kamu keluar rumah ibu beda dan diamkan aku ? apa ada salah dengan aku ?"
" Ngga ada apa apa yank, dirimu ngga ada salah lah . Aku cuma cape bener yank, dan aku pingin istirahat aja besok kan kerja dan lembur."
" ok ok aku percaya, tapi kalau aku dan ibu salah ada kata kata atau perbuatan yang menyinggung dirimu aku minta maaf ya?" kata dia
" iya yank, ngga ada kok nanti kita sambung wa yah."
" ya kamu istirahat yah."
__ADS_1
Aku mencium tangan dia dan berlalu masuk ke dalam kos. Aku membanting kan badan aku ke kasur dan menangis sejadi jadinya setelah menahan sesak di dada didalam mobil. Aku cape, aku lelah ....ya Allah ini lah kesalahan aku yang besar karena aku yang telah memilih pilihan ini. Dan aku hanya bisa memohon untuk kuatkan aku dan beri aku keiklasan dalm menjalani ini. aminn