
Hari yang aku tunggu sudah datang. Aku sudah selesai berkemas barang yang akan aku bawa ke tempa kos aku yang baru . Tak banyak karena aku baru di negara ini. Hanya pakaian dan barang kecil Lain nya. Aku berpamitan ke pada Sri.
" Sri aku pamit yah ?" kata aku
" Ya mba ..tapi kita tetap sering bareng ya?"
" Ya kan kita masih sama dalam satu pabrik dan aku hanya pindah tempat nginep nya saja."
" Ya mba tapi kan jadi kangen saat kita pingin ngobrol mba Ipeh dah pergi pindah."
" kan kamu bisa datang bahkan kalau pingin nginep juga boleh." kata aku
" Bener mba ?"
" ya boleh lah kecuali kamu cowo aku ngga mau." Sambil.tertawa
" ok deh mba."
" yaa udah aku pergi dulu yah ?"
" Aku bantuin bawa yah mba ?"
" Ngga usah Sri lagian barang cuma sedikit." kata aku
" Lah tapi kan ngga bisa sekali angkut mbaasa.mba Ipeh nanti bolak balik kalau ada yang bantu kan cepet selesai."
__ADS_1
" Aku ada teman yang bantu ." akhirnya aku ngomong ada teman namun tak aku sebut siapa dia
" Oh ya ya mba. ya sampai ketemu besok lagi ya mba ."
"ok Sri aku pamit duku ya." sambil berlalu aku bawa barang barang aku. Namun Sri melihat aku dari jauh. Mungkin Sri melihat Boy menjemput aku tapi tak apalah suatu saat jauh atau dekat pasti dia akan tau juga.namun untuk saat ini tak aku beritahu siapa Boy itu.
Boy sudah menjemput aku didepan gerbang pintu lokasi pabrik. Dia menghampiri aku melihat aku mambawa koper.
" Sini aku bawa yank."
" makasih yank." Sambil tersenyum
" kita langsung apa mau makan dulu yank?" kamu dah makan belum soalnya aku bel makan yank ."kata dia
" Kebiasaan Selalu telat makan. Ya udah kita makan tapi bungkus aja lah ya,? makana di kos aja gimana? "
Kami berlalu menuju mobil dan melaju menuju tempat yang biasa kami datangi buat makan. Kami memesan makanan untuk dibawa pulang. jujur aku takut makan diluar karena takut ada orang yang kenal dia bahkan istrinya. Aku belum siap.
Setelah sampai di kos kami masuk. Kamar kos.kami lumayan besar yang penting ada dapur dan kamar mandi. kalau bed bagiku kecil tak apa karena yang penting cukup buat aku sendiri. Tempat nya lumayan nyaman dan bersih namun aku harus memikirkan alat alat dapur juga karena aku baru dan tak punya satupun
" ayo kita makan dulu yank, nanti tinggal beres beres barang barang dirimu yah ?" kata Boy
" Ya udah ayo kita makan yank."
kata aku sambil menyiapkan makanan yang kami beli. aku hanya menyediakan makan dan minum dan dia duduk dilantai. Kami makan sambil ngobrol tentang rencana dia beli alat ini itu bahkan kulkas dan tv.
__ADS_1
" Kalau sayang mau beli kulkas ya udah beli yang bekas ajalah kan dia sia besok kalau dah ngga kepakai?"
" Maksudmu ngga kepakai apa yank? kan buat tempat sayur setiap hari atau buah mana ngga kepakai."
" Kalau aku pulang nanti kan bingung mau diapain ini kulkas kalau di awa ketempat ibu ngga apa tapi kalau ditempat ibu juga udah ada." kata aku
" Ko ngomongnya gitu? baru kemaren Sampai sini dah mikir pingin pulang."
" Ngga mikir pulang dan suatu saat jelas pulang namun kan aku lihat ke depan sayang . Aku sih mau disini cari duit sama kamu juga he...tapi kan aku ada anak."
" Ya ya aku pahamlah. gampang lah nanti kalau aku ada duit aku beli baru ngga apa juga lagian barang tahan lama kok. sekarang juga yang penting beli alat alat dapur yang ringan ma tv yah? beli tv yang kecil aja ngga apa kan ?"
" ya ngga apa ngga beli juga ngga apa kan ada hp yank jadi bisa lihat YouTube atau apa lah dari hp."
" Ya Allah yank kalau sama tv kan santai susah bener sih yank aku yang beli nanti kalau aku ada bonus." mulai agak meninggi volume dia karena aku sudah mulai ngeyel
" Yank , sebenernya bagiku seperti itu tak penting banget yang penting diirmu disaat aku butuh ada.." sambil aku memegang tangan dia
" Insyaallah aku akan ada disaat kamu butuh dan kamu paham disaat aku kerja.Bagiku kamu dan istriku sama sama penting yank sekarang. Dan aku bukan yang dulu percayalah aku sayank kamu."
" ya yank aku percaya sekarang maaf jika.aku masih sangsi karena trauma yang dulu yang membuat aku takut." kata aku
" Ya aku paham yank. maaf kan aku yang dulu ya ?"
" itu semua sudah terbayar sekarang yank. Dirimu selalu ada dan selalu sayank bagiku sudah cukup. "
__ADS_1
Lalu dia memeluk aku dengan erat seperti merenungi kesalahan yang pernah kami lakukan dulu. Ya Allah tak ingin aku melepaskan dia. Namun batas itu masih ada dan selamanya akan tetap ada. Biarlah semua berjalan seperti air kami hanya lakon dan Allah sebagi dalangnya. Aku pun bahagia dengan keadaan ini walaupun sakit.