
Pagi itu setelah suamiku berangkat kerja aku bergegas ke rumah Safira. Aku menceritakan semua tentang kejadian semalam. Aku kerumah Safira karena.dia yang punya kontak Boy dan aku langsung wa supaya nmr dihps dadi konta ku. Jika nanti memori hpku di aktifkan sudah tak ada nomer Boy.
Aku chat dan ceritakan semua ke Boy dan akhirnya Boy telpon aku lewat hp Safira. Pecah tangis aku,.dia hanya mendengarkan dengan sabar.
" Aku harus bagaimana ?" tanyaku
" Sabar yankk sementara udah ngga usah pegang hp dulu." Aku masih disini kok, aku akan cari kabar lewat teman ku ataupun lewat Safira ." jawab Boy
" Tapi bagaimana dengan hubungan ini?" tanyaku
" Ya hubungan kita ngga kenapa- kenapa kan hanya hp yang pecah dan hubungan kita masih bisa berlanjut." Aku masih sayang ke kamu kok!"
Dia menghibur aku dengan candaan khas dia, walaupun tertawaku sebenarnya luka. Ada rasa takut kepada suamiku sampai makan masakan ku pun dia tak mau. Marah besar iya namun aku coba tenang karena aku emang salah, namun kenapa aku masih bertahan dan mepertahankan dia ?
Aku tak tahu, Aku takut kehilangan dia walaupun aku tau resikonya.
Sesak rasanya ya Allah..........
__ADS_1
Tak pernah aku lakukan seperti ini membagi kepercayaan suami untuk lelaki lain yang dulu pernah aku Benci. Sebenarnya aku bingung, aku bukan orang kaya ketika hp itu hancur aku tak tau harus gimana?
Hp itu buat cari uang tambahan, buat kerja, buat tugas anak. Diam ku sebenarnya banyak yang aku pikirkan namun tak ada ujung jawaban nya. Namun aku pasrah iklas aku percaya dimana Allah memberikan cobaan dibatas kemampuan umatnya.
Dirumah setiap aku bersama suami aku siap mental, bertanya tak dijawab malahan hanya sindiran yang terus masuk ke telingaku.
" Dah jujur aja ,chat sama siapa ? sindir suamiku
" Aku dah jujur aku ngga chat dengan laki laki ." jawabku
" Mantan yang di jepang, di kota A atau di kota B ? tanya suamiku
" Ya aku jujur itu mantanku yang ada di Singapura dan dia kerja disana !" jawabku
" Ooh dapat dari mana nomornya?"
" Hanya lihat di fb dan aku ngga berteman juga ."
__ADS_1
" Tolong mah, aku perhatian karena aku masih sayang sama mamah kalau aku lepas berarti aku sudah tak peduli." jawab suamiku.
Tambah sesak dada ini rasanya, aku
mempunyai suami yang bertanggung jawab, sayang, royal tak kenal.lelah demi keluarga . Aku bahagia sebelum bertemu Boy namun aku juga tambah bahagia saat ada Boy. walaupun bahagiaku sekarang ada beban resiko dan kemunafikan.
Doa.yang dulu aku lantunkan buat keluarga ku sekarang bertambah. Setiap hari tak lupa aku aku berdoa walaupun sebenarnya dia bukan siapa siapa aku.
Aku adalah orang yang tak pintar dalm agama namun paling tidak aku masih ingat kewajiban aku sebagai seorang muslim, puasa sunah pun aku lakukan dan itupun aku selipkan nama dia.Pernah dia bertanya kepadaku.
" Yank,.kalau dirimu berdoa buat 2 orang laki.laki yang kamu sayangi lalu siapa dulu yang akan dikabulkan doamu yankk?" sambil senyum
" Tak tahulah aku, yang penting aku hanya berusaha dan berdoa dengan ikllas dan Allah lebih tau akan itu ". jawabku
" Kenapa yank , orang yang pernah aku sakiti sekarang malahan begitu peduli kepada aku, iklas tulus kepadaku." Kata dia dengan lirih
" Entahlah yankk, aku tak tahu skenario Allah dan kita pun seperti ini adalah turun tangan dari Nya." jawabku
__ADS_1