Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 26


__ADS_3

Kadangan disaat dia keluar buat cari barang buat kerjaan dia sengaja tak balik ketempat kerja. Dia langsung pulang ke rumah ibunya. Kalau siang tempat dia istirahat ya di tempat sang ibu nya.


" Makan yank." dia mengirim chat sambil mengirim foto gambar makanan


" ya yankk, met makan siang ." jawabku


" Aku makan dulu yah yank." kata dia


" ok aku tunggu yank." jawabku


tempat ternyaman bagi seorang anak adalah ibu tak kecuali Boy. Tak pernah dia tak ke rumah ibunya bahkan makanan terenak adalah masakan sang ibu. Aku sudah kenal ibunya karena mungkin karena beliau juga bertetangga dan juga teman dari mama ku dikampung dulu.


Kadang kami ngobrol sudah nyambung karena kami bisa bercerita tentang teman beliau yang juga aku tau.


Bahkan pernah juga ngobrol dengan mamahku.


Pernah kami bercanda


" Giman yank kabarnya calon kepala desa dikampung? tanya dia


" ya rame disini calon nya ada 5 yank." jawabku


" dirimu ikut panitia juga yah?"


" iya yank aku ikut panitia pemilihan kepala desa, kerja yank lumayan he...." jawabku


" Ooh ya ngga apa jangan kecapean". katanya


" iya iya ingat aku ." jawab aku


kami ngobrol namun ibu Boy juga ikut nimbrung dari belakang.


" mah, calon kepala desanya mau nambah jadi mah " tiba tiba Boy ngomong ke ibu Boy yang lagi duduk

__ADS_1


" Lho katanya cuma 5 kenapa sekarang jadi 6?" tanya ibunya


" Ini yang satu calon nya suaminya Ipeh !" celetuk Boy


" Ngarang, ngga ding Bu." jawab aku


" mau calon ya ngga apa Peh mbok nanti malahan kamu yang kepilih. jawab ibu Boy


" Boleh Bu tapi kalau aku jadi ibu kepala desa calonya Boy boleh ?" kataku bercanda


" Ha ha ha ..lah suami mu mau diapain Peh? hebatnya sambil tertawa semua


" Buat cadangan boleh kan Bu?" jawabku sambil senyum dan beliau pun tertawa


" Kamu dulu benci banget sama Boy kenapa Peh ?" tanya ibu


" Dulu aku pernah disakiti ma Boy pokoknya Bu." sakit banget diselingkuhi didepan mata."


" Sampai sampai mamah ku yang memutuskan hubungan kami Bu."


" Tapi kalau Boy sering bikin sakit hati perasaan wanita apalagi selingkuh itu ya mirip bapaknya!" ibunya bilang dan akhirnya curhat tentang masa lalunya.


" Tapi sekarang Boy dah berubah dia bukan Boy yang dulu. Dia sekarang jadi anak yang baik, suka berbagi dan hanya bermain dengan hobi jika ada waktu luang." ibunya menjelaskan


" Tapi bukan sering berbagi hati kan Bu ?" Candaku ke ibunya dan beliau tertawa


" Lah kami benci dan sekarang perasaan kamu ke Boy gimana Peh? apa masih benci?" tanya ibunya Boy


Waduh ibunya Boy bertanya apa menyudutkan aku ? dalam hatiku.


" He.....alhdmulilah bencinya sekarang aku sudah beralih ke sayang Bu." jawabku dengan Berani


Beliau tertawa dan Boy menjawab

__ADS_1


" gendeng kamu yank." sambil senyum


lalu ibu Boy berkata


" Ya sekarang kalian sudah punya pasangan sendiri sendiri jangan Sampai kalian kalian terjadi perang diantara rumah tangga kalian masing masing. Ibu hanya bisa kasih nasehat karena kalian sudah diberi takdirnya sendiri sendiri."


" Ya Bu saya tau Bu dan kalaupun sekarang saya bukan jodoh Boy bolehkan saya menganggap ibu sebagai ibu saya yang kedua?" kataku mengalihkan pembicaraan


" Boleh boleh ibu seneng jadi kita tambah saudara". katanya


Ibu Boy juga pernah bertanya ke Boy jauh jauh hari sebelumya.


" Apa kamu balikan ma Ipeh lagi Boy ?" kok kayane sayang sayangan ?"


" Ya mau gimana lagi ma orang kami sudah nyaman dan kami punya masa lalu." jawab Boy


" ingat kamu punya istri dan dia punya suami !" atau jangan jangan kamu punya niatan ?" tanya ibu


" Ya kalau dia sudah punya status janda aku pingin juga menjadikan dia sah dan halal." jawab Boy


" Gila kamu Boy" ibunya kaget


" Ya doa yang terbaik aja ma, niat aku baik bukan mainan ." katanya lagi


" Ya sudahlah hati hati jangan sampai kamu ketahuan." kata ibunya lagi


" Iya ma aku tau." jawab Boy


Itu yang membuat kami heran dalam diri kami, kami selingkuh namun orang terdekat kami tau dan mereka sudah menasehati kami namun yang kami Rasa tak bisa kami jelaskan bahwa kami pun sebenarnya ingin ini berakhir namun kami tak tau akhir yang bagaimana?


Bukan rasa nyaman dari rasa kami namun karen rasa nyaman dari orang atau keluarga kami yang bisa menerima kami juga yang membuat kami bertahan , sesak tatkala orang yang ingin aku jadikan mertua namun bisa Dekat tapi nyata nya aku bukan siapa siapa dia.


Begitu indahnya rencana Allah yang diberikan kepadaku, sehingga terkadang aku pun merasa aku bahagia namun aku pun sedih menyadari bahwa aku bukan mimpi bahwa aku tak bisa memilikinya.

__ADS_1


__ADS_2