
detik menit jam dan hari serasa cepat sekali berjalan. Bertambahnya waktu membuat aku tidur tak tenang, bahkan pikiran aku hanya terfokus pada satu tanggal dimana hari itu adalah hari aku hari berpamitan senang keluarga dan orang orang terkasih disini.Membayangkan saja aku tak sanggup apalagi harus mengalaminya.Namun aku harus bisa dan ini sudah menjadi komitmen ku bukan lagi sebuah pilihan. Aku harus kuat dalam melepaskan apa yang aku sayangi di negara ini termasuk anak aku. Aku belajar iklas dan aku percaya dia tidak akan terabaikan karena dia bersama ayahnya yang menyayangi nya dan juga nenek nya siap seperti anak sendiri.
" yank ..."
" yaa..."
" seminggu lagi aku pulang kampung " kata aku lirih
" yank apa tidak bisa di perpanjang lagi? dan apa kamu sudah siap untuk melepaskan keluarga kecil kita ini ? dan apa kamu sudah meninggalkan kami semua?"
" yankk kamu ngga perlu mempertanyakan itu semua. Kamu sudah tau jawab aku tapi aku harus yank walaupun kaki ini pun melangkah sangat berat. Aku tak ingin melepaskan semuanya dan aku egois namun aku harus bisa mengambil keputusan tanpa harus bisa memilih lagi."
" ya aku tau yankk dan andaikan aku bisa meminta itu." kata Boy
"Andaikan aku bisa meminta pun aku meminta tak melepaskan semuanya dan ingin aku genggam dalam tangan aku namun itu justru tak mampu" kata aku
__ADS_1
"Aku ngga ingin melepaskan kamu yank."
" Yank percayalah walaupun raga ini jauh namun kamu tau siapa aku, bagaimana dengan aku. Dan aku ngga akan pernah sedikitpun kasih sayang aku akan terkikis walaupun jarak memisahkan kita. Apalagi sekarang ada junior." kata aku menahan tangis dan menguatkan hati ini.
" Aku sayang kamu yank..."
" Aku percaya yank.....kamu telah membuktikan dan kamu adalah laki laki ku yang sangat aku sayangi.Jaga junior untuk aku, didik dia dengan akhlak yang baik ."
Kami berpelukan dengan tangis yang sudah tak bisa dibendung lagi . Berat sekali tangan ini untuk melepaskan pelukan aku kepada dia. Ya Allah bahu ini dan badan ini akan aku rindukan setiap.saat. Canda tawa mu, Bulian mu dan bahkan ejekan mu sudah tak akan terdengar ditelinga ku lagi setiap hari.
Aku keluar dan tentara di ruang tamu ada ibu yang sedang santai.
" ya bu terima kasih, nantilah Bu masih kenyang tadi makan cemilan yang dibuat ibu."
" oh ya sudah tapi kalau pingin makan ambillah jangan menunggu orang."
__ADS_1
" ya Bu."
Aku duduk disebelah ibu dan berbincang ringan sampai akhirnya aku berkata
" ibu..." kata aku
" yaa Peh .."
" Seminggu lagi saya akan pulang kampung dan saya akan meninggalkan negara ini seperti juga dengan meninggalkan junior dan orang orang yang terkasih yang sudah seperti kelurga sendiri. Saya mohon maaf jika banyak khilaf dan salah dari saya, saya juga menitipkan junior kepada ibu tolong bimbing dia selagi saya tidak berada disisinya."
" Peh...kamu ngga perlu khawatir. Bagi ibu junior sudah Seperti anak bukan lagi cucu. Namun apa kamu sudah yakin tak ingin menambah kontrak ataupun ingin tinggal disini."kata ibu
" keinginan itu ada namun saya harus mengambil keputusan seperti komitmen yang dulu pernah saya pegang. Sudah tidak ada Kata pilihan namun sekarang tinggal menjalani Karena skenario Allah pasti lebih indah." kata aku
"Ibu tak bisa berkata apa apa itu sudah menjadi keputusan kamu dan sudah kamu pikirkan matang. Yang terpenting kamu selalu jaga komunikasi dengan kita, berdoa dan jaga kesehatan untuk dirimu dan juga keluargamu."
__ADS_1
" iya Bu aku akan selalu ingat apa yang ibu dan Boy katakan...insyallah jangan kan kalian yang dulu tersakiti pun masih lekat apalagi kalian adalah orang teristimewa bagiku.
Sesak rasa ini untuk mengatakan nya. Semakin dekat hari dimana aku akan pulang semakin aku tak bisa melepaskan. Hanya doa yang bisa aku lakukan jika aku jauh karena sejauh kita jarak memisahkan namun lewat doa semua pasti akan menjadi dekat.