
Aku teringat pertma kali aku bisa kontak dengan Boy dr obrolan ringan bersama teman ku. Aku sedang duduk bersama Anjar, dia tetangga dan juga teman di organisasi kader posyandu .Oh ya perkenalkan namaku Ipeh aku seorang ibu rumah tangga yang juga aktip di organisasi desa , alhamdulilah aku sering ikut dalam kegiatan-kegiatan desa juga dilingkungan rumahku. Umurku 38 thn dan anakku 4 yang pertama bernama putra dan yang kedua dan keempat langsung berada ditangan Allah dan yang ketiga cewek bernama fara.
"Mbaa.." Anjar memanggilku
" iya ada apa?" jawabku
" Dulu mba pernah pacaran ma Boy yah ?"
" lho kok kamu tau ?" jawabku sambil bertanya balik
" Lah kan temen Deket suami aku dulu, Karen pernah dia pacaran ma temanku tetanggaku dan pernah dulu kalau pacaran bareng ".
" Oh....".rasa penasaran mulai ada dipikiran aku
" emang siapa mantan Boy teman mu itu ?"
"Namanya Wati."
Akhirnya aku korek dr dia dalam hati entah kenapa sdh mulai timbul kepo, panas, cemburu padahal aku tak pernah berpikir macam- macam. Hingga aku tanya fb dia dan nmr wa nun dia lupa namanya.akhirmya.dia suruh aku minta ke suami dia yang juga teman aku yang bernama eki. Dengan senang hati aku chat nun mungkin belum jodoh hanya tanda satu alias tak ada jawab.
Anjar bertanya lagi
__ADS_1
" Lah mba Ipeh pacaran sama dia kapan?"
akhirnya kita mengulas masa lalu
" Aku berpacaran saat aku baru SMP cinta monyet namun juga cinta pertamaku? he..." jawabku serambi tersenyum
"Lah kenapa ko putus?"
" kita masih egois ,cemburu, dan terlalu keras kepala karena kita masih kecil". jawabku
"Kenapa kok mba Ipeh penasaran banget dengan kehidupan Boy yang sekarang ?" tanya Anjar
" Ya aku memang dr dulu sering mencari kabarnya dia , aku benci saat dia dulu menyakiti aku tak bisa aku lupakan."
"Sepertinya, dia belum menikah lho mba". jawab Anjar
" iya aku denger seperti itu dan dia sudah menjadi warga negara Melayu". jawabku
"Coba mba dibuka aja barang kali ada di foto apa nama FB-nya di kolom adiknya." jawab Anjar
" Aku berteman dengan adiknya namun tak ada nama dia, aku sudah cari."
__ADS_1
" Mungkin juga bukan nama asli yang ada di FB?" kata Anjar
" ya mungkin yah kenapa aku berfikir sejauh itu".
"Masih ada rasa yah mba Ipeh..he..." canda Anjar
" Nggalah ...aku benci banget hingga aku kepo hidup dia karena itu bukan karena aku masih sayank".
" Lah kalau.sdh ketemu FB atau nmr Wanya mau buat apa mba?" tanya Anjar kalau bukan mau buat chat
"Entahlah ...aku juga tak tau hanya rasa penasaran yang ada saat ini ".
"Mungkin dia juga sdh sukses karena dia sudah tidak kembali dan sudah menetap disana." jawabku lagi
" Emang kapan terkhir mba Ipeh ketemu ma Boy?
" Terakhir aku ketemu saat aku menikah".
Masih terngiang ditelinga ku saat dia datang dan bersalaman dia membisikan kata kata ....
"Aku nitip anak di rahim mu?" bisik Boy
__ADS_1
Sontak aku langsung mundur dari dirinya tanpa menjawab celotehan dia yang bagiku kurang sopan saat itu. Setelah itu tak ada komunikasi, tak pernah bertemu dan tak pernah aku peduli bahkan aku tak ingin bertemu dia lagi setelah aku menikah dengan suamiku. Yang dipikiran hanya benci karena pada saat aku menikah pun aku tak undang dia namun dia datang sendiri.