
Selama beberapa hari aku tak ada komunikasi dengannya karena aku sudah tak memegang hp. Aku sudah bilang akan diam tanpa hp agar Suasana dingin dulu, walaupun nanti suamiku membelikan namun aku sudah bilang aku tak akan memakainya. Dalam hati aku harus beli hp dengan uangku sendiri dan dia mendukung karena lebih baik mengalah daripada suasana semakin lebih parah lagi.
Akhirnya suamiku tak tega karena anakku harus mengirim tugas onlaine dan tak ada hp di aku.
Alhamdulilah suamiku membelikan hp namun dia bilang
" Hp ini bukan milik siapa siapa ini buat ngirim tugas si Dede ( panggilan anakku yang cewek) !" kata suamiku
Dari situ aku memakai hanya bila keperluan yang mendesak seperti group sekolah, desa, ataupun yang penting saja. tak pernah aku chat atau ngobrol yang ngga penting dengan memakai hp itu.
Rasa rindu kangen pasti ada, hanya.lewat Safira atau Anjar kami bisa berkomunikasi mengetahui kabar dari kami. Alhamdulilah aku punya teman teman yang baik baik dan mengerti posisi aku. Memang dari kejadian itu banyak hikmahnya.
__ADS_1
Kalau aku tak benar bena r sayang aku sudah mundur tau resiko yang bakalan terjadi namun kenapa aku masih bertahan jawabnya ketulusan.
" Sudahlah mba, akhiri saja hubungan ini !" kata Anjar
" Entahlah aku juga pingin mundur njar." kataku
" Suami mba Ipeh baik, sayang, royal pada isteri, dan juga gagah kok. mau apa lagi,?" nasehat Anjar
" Aku juga ngga mau bermain api namun apa kamu tau apa yang aku rasakan ?" sesak, salah, takut itu yang setiap hari aku rasakan!" jawab aku agak meninggi
" Ya sudah lepaskan saja mba, lagian mba Ipeh toh ngga dapat apa apa dari dia ?" kata Anjar
__ADS_1
" Aku ngga mengharapkan materi seperti yang orang lain harapkan , jangan kan materi saat ini yang aku ingin kan hanya nyata dia berdiri disini?" dengan meneteskan air mata
" Aku bis minta materi dari dia namun itu bukan aku!" Aku percaya dia mampu memberikan itu namun itu bagiku bisa dicari kalau kita mau berusaha nun hati mau dikejar dan dicari pun kalau tidak tulus dan sayang tak akan bisa." kataku
Aku tau niat Anjar baik sebagai teman, namun itulah kata hati aku. Kenapa setiap orang selalu mengaitkan materi walaupun memang aku bukan dari orang kaya namun aku percaya rejeki tak akan lari disaat hambanya.mau berusaha.
Boy anak yang baik,royal, hingga teman Tan semua yang ada dikampung dibantu dengan memberikan uang karena dia tau jaman perjuangan dia bersama sama temannya. Dia sering menawari aku yang namun aku berusaha tau posisi dia walaupun aku kadangan butuh namun aku berusaha sendiri.
Senyum yang dia berikan iklas kepada ku setiap hari dan disaat dia memanggil aku pesek itu yang membuat aku tersenyum bahagia.
Jika suatu saat Allah memberikan jodoh aku bisa bertemu dengan dia aku ingin memeluk dia bahwa ini nyata .
__ADS_1
Jeritan ku disaat aku sujud adalah puncak titik lemah ku.Aku tak bisa berbuat apa apa hanya kuasanya yang mampu merubah takdir seseorang.
Berdoa untuk yang terbaik diantara yang baik, pasrah dengan mengikuti skenario Sang pencipta .