
Lama lama aku bingung ketika Safira curhat kepadaku, aku ingin bantu namun aku bingung sedangkan Eka dimata Safira tidak memberikan respon. Disisi lain status dari Safira adalah istri orang. Dari kejadian itu lama lama akhirnya Eka malahan lebih dekat dan sering curhat juga ke aku, ketakutan akan sikap Safira ke Eka yang menjadikan kan Eka takut kalau Safira nekat
"Mba Ipeh ."panggil Eka
" Ya ,.kenapa ? jwab aku diperjalanan menuju rumah salah satu lansia kami.
" Mba Ipeh tolong bilang ke Safira supaya jaga perasaan."
" Maksudmu apa Ka?" aku ngga tau yang kamu katakan ?" tanya aku ke Eka
" Maksudku mba Ipeh tolong ngmng ke Safira supaya menjaga sikap karena Safira sudah punya suami, takutnya dikira aku perusak rumah tangga orang." jawab Eka
" Ooh ya nanti coba aku nasehati,.emang sudah ngomong kalau Safira naksir dirimu?"
" Aku takut nekat mba , soale kemaren ngirim foto ke aku lagi dikamar mandi pakai.baju haram.".kata Eka
" Ah masa?" jawabku pura pura kaget padahal aku sudah tau.
Eka lalu menjawab dengan jawaban yang tak terduga olehku.
" Coba kalau.mba Ipeh yang kirim gambar itu! he..." gurau Eka
__ADS_1
" Sembarang ....enak di kamu!" jawabku dengan nada keras walaupun bukan marah.
" he....canda mba jangan marah ya." kata Eka sambil tersenyum.
" ya..ya ...awas kalau kurang ajar lagi lho." jawab aku
" He ...ngga mba ".kata Eka
Semua yang aku obrolkan lewat wa ataupun langsung aku ceritakan ke Safira karena kami saling percaya. Tapi aku akui Safira memang anak pemberani pintar dan cekatan. beda dengan aku yang malas, penakut dalm hal percintaan apalagi aku yang sudah bersuami. Aku tak berani untuk macam macam dengan lawan jenis.
Eka juga adalh teman Boy semasa dikampung . Mereka teman dekat dari rokok bareng, minum bareng hingga mencoba yang lain mereka termasuk super kompak. Banyak rahasia Boy yang tentu Eka tau namun Eka tak pernah menceritakannya karena bukan hak dia. Yang tak pernah aku sangka mantan kepala desa yang dulu pun adalah kakek dia. Tak cuma itu pendamping tim jabid kami adalah sepupu dia.
Bukan hanya teman bahkan manta dia pun banyak yang aku tau, tapi memang dia anak yang baik,ramah, dan juga humoris. Namun yang tak pernah aku pungkiri bahwa ternyata masih ada nama dia di sisi dalam hatiku sampai saat ini.
Safira lama lama agak menjauh dari Eka setelah dia berkenalan dengan seseorang yang jauh lebih baik.dari Eka.namun yang aku kaget Safira berkata
" Mba" panggil. Safira
" Ya ada apa ?" jawabku
" Kayanya Eka naksir mba Ipeh ?"
__ADS_1
Aku kaget sambil menengok kewajah Safira sambil bilang
" Ngawur kamu Ra !" jawab aku dengan nada keras
" Ngga mba dari gerak gerik kayane.naksir sama mba Ipeh lho." jawab Safira
" Eh Ra , kamu jangn ngawur yah kalau cari alasan jangan ku kenapa?"
" Ngga mungkin Eka naksir aku,aku dah tua kita sekedar partner jangan ngawur yah !" jawab aku lagi.
" Mba Ipeh aja yang kurang peka ,terlalu bodoh dari semua yang Eka lakukan sudah terlihat jelas".
" Setiap yang mba Ipeh perintahkan dia.langsung menuruti, dan dia sering curi curi pandang ke mba Ipeh." kata Safira
Aku tetap tetap kokoh dengan yang aku pikirkan tak pernah aku berpikir. sejauh itu.
Aku berpikir karena Safira masih marah ke Eka aku yang kena tuduh. Hingga Safira nimng lagi
" Lihat aja mba kalau apa yang aku omongin benar kalau Eka naksir mba Ipeh!" kata Safira sambil berjalan
Aku yang berjalan bareng dengannya.aku anggap omongan emosi dari seorang Safira yang sedang patah hati.
__ADS_1