Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 88


__ADS_3

Waktu terus berjalan tanpa terasa. Perutku semakin hari sudah terlihat membuncit. Menginjak 7 bulan aku bingung harus bagaimana karena di kampung 7 bulan biasanya diadakan syukuran namun karena aku mengandung bukan anak pertama jadi tak perlu acara 4 bulanan cukup 7 bulan saja minta doa agar diberi kelancaran dan keselamatan. Aku bingung mau cerita ke siapa. Namun alhamdulilah ibu dia mengingatkan ke Boy dan bertanya hingga akhirnya aku diajak kerumah dia.


" yank ibu mau bertemu kamu."


" kapan?" tanya aku


" ya kalau kamu ada waktu ya sekarang juga ngga apa?"


" ok aku juga pas ada waktu."


kami langsung menuju kerumah ibu. Dan sesampainya disana ibu sedang memasak buat makan malam. Aku membantu beliau sebisa aku karena keadaan aku yang ada bau masakan yang membuat aku masih mual. Selesai masak kami makan bersama dan disaat santai itu saat nya ibu bertanya.


" Peh kandungan kamu sudah berumur berapa bulan?"


" umurnya sudah mau masuk 7 bulan Bu?"


" biasanya kan kalau 7 bulan ada acara syukuran atau selamatan kalau dikampung, lalu rencana kamu gimana?" tanya ibu


" ya Bu aku juga sempat berpikir tapi aku mau cerita ngga enak Bu takut mbok beda tradisi."


" kenapa harus takut? kita kan sama dari kampung dan kamu sekarang bukan orang lain lagi kalau ada apa apa ngomong kalau sungkan ma ibu ya ke Boy lah itu dah tanggung jawab Boy."


" iya ini Bu, harusnya ngomong kan aku ngga tau kalau ibu ngga ngomong aku juga ngga tau ." kata Boy seakan menjalankan aku


"maaf Bu lagi lagi aku akan ngomong."


" ya sudah sekarang rencana kamu gimana ?"


" Aku pingin ya cuma syukuran aja Bu buat tanda aja." kata aku


" ya baik kalau begitu nanti pas Jumat aja gimana nanti ibu masak ditaruh di masjid aja gimana apa mau kita undang orang ?"


" jangan Bu di taruh di masjid aja cukup buat syukuran kalau mengundang orang malahan jadi banyak pertanyaan nantinya ."


" ya udah gimana Boy menurut kamu ?"

__ADS_1


" Aku menurut aja Bu aku ngga tau , tapi apa ibu masak ngga merepotkan atau kasihan ibu. kalau bisa pesan ya kita pesan aja praktis ."Kata Boy


" ngga apa lah sekali kali lagian buat kesibukan ibu ini juga demi calon cucu ibu ." sambil tersenyum.


disaat berkata seperti itu rasa hati aku bahagia sekali. Ya Allah terima kasih mereka menerima aku dengan kekurangan yang ada pada diriku. aku tersenyum menahan air mata yang akan jatuh namun sesegera aku usap. Tak ingin aku membasahi momen bahagia ini dengan air mataku.


" ya kalau begitu aku pamit Bu dah hampir malam." kata aku pamit


" ya sudah hati hati jaga kesehatan, kalau perlu bantuan ibu jangan sungkan katakan saja."


" iya Bu terima kasih untuk semuanya."


" Aku pamit dulu Bu." kata Boy


" ya Jaga Ipeh karena cuma kamu yang bisa menjaga dia tak ada orang lain selain kamu. hati hati kalau menyetir pelan pelan saja ." kata ibu


" ya Bu ."


Kami pamit karena aku sudah lelah duduk lama dan malam pun sudah datang. Didalam perjalanan pulang kami melanjutkan obrolan kami.


" pulanglah ."


" kau kan dah lama ngga nginep ditempat kamu?"


" kasian istri kamu tinggal sendirian yank."


" Aku dah pamit aku menginap."


"kapan ?"


" tadi aku mengirim pesan kalau aku ngga pulang ditempat ibu ."


" hmm."


" lama yankk aku pingin sama kamu ." kata dia agak manja

__ADS_1


" ya ya ya ...lagian aku sendiri aja ngga apa ko."


" aku percaya yank ..apa kamu ngga kangen ma aku yank.?" tanya dia


" ngga justru aku sebel sering ketemu ma dirimu." kata aku.


memang hamil ini aku benci bngt ma dia bahkan kalau mencium parfum dia benci banget.


" ya kan udah umur 7 bulan pasti kan udah sembuh.."


" sedikit he..." kata aku sambil tertawa


" nanti anaknya persis aku banget lho yank kalau benci kebangete."kata dia


" ngga apa kan Boy Junior He..."


" ya ya ...apa kamu ngga pingin aku peluk disaat tidur yank?" ledek boy


" Dah mulai susah yank, justru panas pingin tidurnya leluasa."


" ya sekali kali kan ayahnya juga pingin nengok yank?"


" ha..bilang aja pingin jatah sudah banget ngomong ." ledek aku


" Kalau kamu lagi ngga hamil ngga perlu aku basa basi yank, kan kamu hamil ya perlu tanya lah."


" ya ya ya ...ya sebenarnya ingin manja dan sesekali butuh juga tapi membayangkan sudah susah yank." jawab aku


" ngga usah kita bahas yank kita lakukan aja yah, pelan pelan he..."


"hmm ngarep banget."


"iyalah yank."


Kami tertawa ditengah tengah obrolan kami. ya tak aku pungkiri aku pun kangen namun karena kondisi aku yang akhirnya aku sering menolak saat dia minta nginep ditempat kos aku. Dan saat ini kami merasakan hal yang sama dan kami sama membutuhkan nya.

__ADS_1


__ADS_2