
Saling membahagiakan namun tidak bisa saling memiliki. Saling memberi kenyamanan namun tak bisa memberikan kepastian . Kita searah namun kita tak bisa pulang bersama dan kita saling bergandengan namun tak bisa terikat.
Itulah kenyataan hidupku yang sekarang mau dan tidak mau aku harus jalani. Aku percaya di kehidupan ku yang sekarang ini akan ada masa nya dimana aku akan merasakan benar benar bahagia. Diujung gang itu engkau akan menunggu aku tuk memeluk penuh dengan erat dan berkata ini nyata sayang bukan mimpi sambil tersenyum.
Pagi itu aku ngobrol bersama mamahku
" mah ,dadaku sakit banget lho?"
"Kenapa ?" jawab mamahku
" Entahlah mah , banyak pikiran aku mah."
" Jangn terlalu dipikir Peh, nanti kamu jatuh sakit sendiri." nasehat mamahku
" ya ngga mungkin ngga dipikir mah, sedangkan beban aku semakin bertambah umur semakin berat."
" Berdoa dan pasrah, insyallah karena kita sedang berusaha mencari." kata mamahku
" Ya emang mah kalau uang atau benda bisa dicari mah tapi aku kok seperti ini yah mah?"
" Seperti ini gimana ?"
" Aku ingin lepas dari Boy mah?"
" Lah ya terserah kamu ,yang jalani bukan mamah tapi dirimu yang tau juga dirimu."
" Tapi aku ngga bisa mah terlanjur."
" Lah sudah . Kamu harus siap Dimana kamu siap ambil keputusan kamu juga harus siap dengan sakit hati kamu." jawab mamahku
" Lho kenapa mah?"
" Lah dia sudah punya istri juga dirimu sudah suami apa kamu bisa sebebas yang kamu ingat saat kamu masih sendirian? Kamu juga harus bisa jaga dirimu sendiri . Mamah ngga bisa buat apa apa cuma terbaik buat dirimu. Sebenar nya dirimu salah namun mamah juga ngga bisa buat apa apa karena kamu merasa nyaman dan bahagia parang tua cuma bisa kasih nasehat dan doa."kata mamahku
__ADS_1
" Maaf mah anakmu, yang bodoh mencintai 2 laki laki. Namun apa daya ku mah karena aku tak tau bakalan seperti ini."
"Sudahlah mamah hanya bisa bilang jaga dirimu dan hati hati semoga yang terbaik buat dirimu amin."
"ya mah aku tau aku akan jaga,.pasrah dan iklas."
Maaf kan aku mah, sungguh aku tak mengerti semua ini bisa terjadi namun hatiku dan hatinya sudah terikat satu rasa yang sama. mungkin ada rasa sedih didalam hati seorang ibu yang anaknya dalam dilema. Tak.mamlu menolong hanya mampu berdoa yang terbaik baik.buat anaknya.
Sayang semakin lama kita bersama semakin aku sabar dan sadar bahwa ujian semakin besar dimana kita harus bisa menahan ras dari cemburu dari rasa kangen dan rindu.Dari hal sepele kita sering salah paham dan itu bentuk dari perhatian kita. Yang kuinginkan tetap genggam sayangmu jangan kau lepas hanya karena ujian yang datang.menghampiri kita.
" yank".
" Yaaa". jawabnya
" Aku kangen." kataku
" Aku juga yankk tapi.maaf aku sibuk. Nanti kalau ada waktu aku call dirimu."
Dia mengirim aku gambarnya sambil berkata
" ini wajah kangen yank!"
" kapan kapan dan kapan yank begini terus yah yank?"
" Jangan kaya gitu lah yank!"
" Ingin aku lari dari kenyataan ini yank. Aku ingin rasa ini aku Huang yank."
"Maaf yank jika aku salah!" kata dia
" Dirimu tak salah yank, itu rasa ada dalam diri aku hanya aku yang ngga bisa nahan." jawab ku
" Aku juga ngga bisa apa apa yank?"
__ADS_1
"Andaikan dirimu bukan istri orang sudah aku miliki dirimu walaupun aku harus melawan istriku."
Aku hanya bisa menangis.
" Jangan menangis yank, jangan buang air matamu sia sia yank." kata dia
" Aku ngga ingin menangis yank, air mata ku sendiri yang jatuh."
" Aku tak mau menyakiti dirimu lagi yank. Namun kita punya halangan dan itu tak segampang membalikan telapak tangan. "
" Ya yank aku sadar dan tau, jika suatu saat yang terpahit terjadi kembalilah ke istrimu yank."
"Ngga usah ngomong kaya gitu, ngawur aja. Dah ngalir aja suatu saat pasti akan akan ada.jodoh diantara kita aku percaya aminn."
" Amin." jawabku
Bila malam pikiran aku kemana mana.
Sedang apa yah dia?
Dah makan belum yah ?
inget ma aku ngga yah ?
Lah paling dia lagi bahagia ma sirinya palingan lupa ma aku.
semua gejolak itu muncul di otak ku.
Pelan pelan aku coba mengobati perasaan ini, dengan sholat dan mencoba lebih baik tidur.
Ya Allah dulu engkau menjauhkan dia dengan menyakiti aku dengan rasa benci yang ada diriku.
Sekarang engkau dekatkan dia dengan rasa sayangku dan rasa sayang dia ke aku. Entah apa rencana engkau ya Allah aku pasrahkan saja dan iklas menerima semua itu. Tak akan ada penyesalan dengan semua yang aku alami ini. Namun aku bersyukur masih diberi kesempatan tuk.bisa merasakan rasa sayangmu lagi.
__ADS_1