Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 103


__ADS_3

Besok hari Dimana hari yang paling aku takuti karena besok hari dimana aku harus pulang dan meninggalkan negara ini. meninggalkan semua mimpi harapan dan semua orang orang yang terkasih dan tercinta. Gelisah rasanya dan aktifitas pun seakan tak gairah buat aku. sana salah sini pun salah sampai junior pun ikut merasakan apa yang aku rasakan menjadi rewel. Dia merasakan hati ibunya yang sedang tidak baik baik saja. Menangis dan juga serba salah hingga ibu pun berkata


" Ipeh sekarang kamu ambil wudu dan sholat insyaallah kamu akan lebih tenang." kata ibu


"iya Bu..."


Aku melangkah menuju ke kamar mandi, aku berwudhu, sholat dan ku pasrahkan beban ini kepada sang pencipta. Tangis ku pecah dalam doa ku.


Berat memang dan terlalu rumit hidup aku. Kalaupun kepala ini aku buka seperti bola yang kusut. Mungkin juga tidak semua orang akan mampu menjalani nya. Setelah aku tenang , aku keluar dengan mata yang masih sembab dan aku gendong junior.


" Makan lah dulu Peh...." ajak ibu


" iya Bu nanti aja ngga selera."


" ibu tau Peh yang kamu rasa , tapi jika menuruti ego kamu kasih junior karena nanti kamu sakit siapa yang akan menjaga junior? walaupun kamu besok berangkat namun doa kamu pasti akan sampai kesini Peh."


" ya Bu, namun begitu berat Bu. Aku ingin waktu ini berhenti dan tak bergerak ke kanan."


" Tidak ada yang mau menjalani ujian setiap manusia namun itulah kehidupan dimana kita hanya menjalani tanpa bisa menolak namun kita berusaha untuk menjadi yang terbaik." kata ibu menasehati aku

__ADS_1


" Berat langkah kaki aku untuk melangkah meninggalkan semua disini namun aku juga ngga mungkin melupakan yang disana. semua kelurga aku andaikan semua bisa menerima keputusan aku dan andaikan semua mengerti keadaan aku..Andaikan andaikan yang bisa terucap dari bibir ini. Tapi aku harus kuat dan bisa karena insyaallah semua akan indah jika kita berusaha iklas menjalani nya."jawab aku


Semua barang aku sudah aku kemas, namun ada barang barang yang juga tak aku bawa. Biarlah bagiku seperti aku suatu ketika akan datang lagi ditempat ini. Dan aku pasti akan kembali bersama mereka orang orang yang aku sayangi disini.


Boy berangkat kerja dan semalam tak menginap disini karena aku yang minta agar bergantian dengan aku. Walaupun sebenarnya tak rela berbagi dengan nya.


" yank..." pesan wa masuk


" iya yank ."


" Junior lagi apa ? rewel ngga ?" tanya Boy


" Ngga yank...dia baru aja tidur. dirimu dah makan belum yank?" tanya aku


" kok pulang lebih awal? emang dah siap semua kerjaan?"


" ya yank alhamdulilah semua siap.dan aku kangen kalian semua ..aku pingin waktu sekarang buat kalian."


" ya udah hati hati ya yank..aku tunggu dirumah."kata aku

__ADS_1


Aku bergegas kebelakang walaupun di meja sudah banyak makanan namun aku ingin membuat sesuatu buat dia. Sambal terasi dan lalapan. Kebetulan aku juga belum makan jadi aku bisa makan bareng dengan dia.Suara mobil terdengar diluar sedang parkir. Aku bergegas ke depan dan ternyata memang dia. Ku sambut dia didepan pintu dengan senyuman karen aku bahagia dia yang aku tunggu. Dia bergegas cuci tangan dan langsung bergegas mencari junior.Pemandangan yang sangat indah dan mungkin ini adalah yang terkahir namun aku percaya besok besok pasti momen ini akan ada lagi.


" udah yank jangan dicium terus nanti bangun, lebih baik makan aja dulu yuk..."ajak aku


" Bentar lah yankk..." jawab dia belum mau bergegas


" ayo lah nanti pas selesai makan pasti dah bangun, kalau diganggu malahan rewel dia." aku tarik tangan dia untuk keluar kamar dan makan


" Kamu dah makan belum yank? tanya dia


" belum ."


" Terus ngga makan kenapa ? diet? " kata dia


" Ngga yank sengaja nunggu dirimu lah ."


" Halah alasan kalau aku ngga pulang pasti ngga makan. Kamu aja ngga tau kalau aku bakalan makan dirumah." kata dia


" iya iya aku salah ...maaf , tapi kan sekarang aku kan makan bareng dengan dirimu juga ."

__ADS_1


Dia sepertinya sudah tak mau menanggapi ku karena dia paham watak aku jadi lebih baik diam. Kami makan selagi junior tidur, melihat dia dengan lahapnya makan siang aku sangat bahagia. Tak pernah minta berlebihan namun melihat Seperti ini sudah bersyukur melebihi Harta yang berlimpah.


"ya Allah, beri keluarga ini kesehatan, beri keluarga ini kebahagian karena mereka adalah harta ku yang tak ternilai harganya. Pengorbanan dan perjuangan dalam memiliki nya namun semua itu tak pernah terjadi jika bukan karena takdir dan campur tangan dari mu ya Allah ."


__ADS_2