Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 105


__ADS_3

Pagi telah datang dengan sinar yang cerah. kami melakukan aktifitas seperti biasanya. Junior sudah bangun dan membangunkan seisi rumah dengan candaan dan suaranya. Aku bergegas menyiapkan sarapan dan memandikan junior. Aku berusaha menyembunyikan semua kegelisahan yang aku rasakan, walaupun sebenarnya remuk dan hancur hati ini. Aku memasak di dapur dan ibu bersih bersih rumah dan junior bersama.Boy menikmati pagi didepan rumah. Semua sibuk dengan aktifitas masing masing. Besok aku sudah tak melakukan lagi bahkan bayangan aku pun sudah tak disini lagi. Jauh jauh seperti dulu lagi, hanya lewat telepon aku bisa bersua. Waktu terus berjalan dan aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan rapi namun memang aku pulang dengan tidak membawa banyak barang. Banyak baju aku yang aku tinggal disini. Berharap suatu ketika.aku akan kembali lagi disini.


" Peh kamu dah siap semua ?"


" Sudah Bu semua sudah siap tapi memang barang barang aku tak aku bawa semuanya Bu. Susah juga bawanya."


" Tak usah biar tinggal disini saja suatu ketika kamu pasti akan kembali lagi disini. Ibu percaya peh.amin" kata ibu


" iya Bu insyaallah Bu amin."


" lagian buat apa baju baju dibawa pulang semua biarlah ditinggal disini suatu ketika kamu harus bisa datang kesini lagi." kata Boy


" ya yank semoga saja aku bisa Sampai kesini lagi bertemu dengan keluarga disini dan junior ku pasti sudah besar." tumpahkan air mata aku yang aku tahan dari kemaren. ibu pun ikut menangis


" Sudah lah yankk, kamu pasti kesini kok dan junior sudah bisa berlari menjemput kamu di bandara dengan berlari." kat Boy

__ADS_1


" Tunggu mamah datang lagi kesini ya sayang?" tanya aku ke junior walaupun belum bisa menjawab.


waktu terus berjalan aku bersiap siap untuk berangkat ke bandara. aku tak mau terlambat lebih baik menunggu dan lebih awal daripada lebih berat rasa ini. Kami semua berngkat mengantarkan aku ke bandara. Aku berpamitan berpelukan satu persatu dan tak bisa aku lepaskan dari Boy dan junior. berat sekali ya Allah serasa tangan ini kaku untuk melepaskan nya. Aku berlalu dengan cepat masuk kedalam tanpa menoleh lagi kebelakang.Berlalu secepat pesawat mengudara. Tak ada jejak seperti mimpi dan bahkan hanya awan yang menutupi semuanya. Satu jam lebih di pesawat aku habiskan untuk menangis. Sebelum mendarat aku hapus jejak menangis aku dan ku pasang muka tersenyum bahagia ketika.bertemh keluarga yang menjemput aku di bandara Jogjakarta.


Pesawat mendarat dengan baik dan aku melangkah turun dari tangga pesawat. Aku melihat wajah wajah yang ceria dan dia adalah anak anak aku dan keluarga aku. Mereka menyambut aku dengan bahagia.


" mamah ...." panggil anaku si faiha


" Dede ....kamu dah gede nak." kata aku sambil aku menangis dalam pelukan


" ya de.mamah dah pulang dan bertemu dede.dan AA juga semua keluarga."


" selamat datang mah." kata suami aku sambil mengulurkan tangan


aku merangkul dengan tangisan paling terdalam . Dalam pelukan itu banyak terselip perkataan.

__ADS_1


" Maaf kan aku yang telah mengkhianati dan membohongi dirimu walaupun kamu adalah orang yang paling mengerti aku dan juga begitu sayang kepadaku ."


Yang kaku melihat aku adalah putra anak sulung ku yang mungkin sudah paham kepada aku. Hanya mamahku saja yang gak ikut menyambut aku karena dia mabuk kendaraan. Kami pulang dan jujur aku tak berani menengok kebelakang karena aku tak ingin melihat yang aku tinggal kan paling tidak untuk saat ini. Dan aku matikan data ponsel karena pasti pesan sudah mendarat di kolom pesan wa aku. Untuk saat ini aku ingin tersenyum walaupun senyuman itu pahit. Kami berjalan menuju parkiran bandara dengan obrolan kelurga yang ringan. Tawa dan canda ringan menyertai kami, luka yang begitu dalam bertambah dengan bahagianya mereka ketika bersama aku.


" Mah,.kok mamah lama banget yah ma disana? kata mamah kan cuma 2 tahun kenapa mamah jadi 3 tahun?" tanya si dede


" Ya de kan mamah nurut peraturan disana ya mamah ikut aja.Yang penting mamah dah sampai disini bareng ma kalian lagi."


" kamu gimana putra sekolah kamu ?" tanya aku


" Baik baik saja." jawab nya singkat


Inilah PR buat aku terhadap putra karena dia paham dan tau yang terjadi. Mungkin banyak pertanyaan yang dia simpan buat aku namun demi menjaga perasaan kami terutama bapaknya dia lebih baik diam dan jarak akhirnya membuat kita terlihat canggung. Aku paham perasaanya dia bagaimanapun bapaknya adalah yang terbaik.


"Maafkan mamah Aa karena kebohongan dan keegoisan mamah ini."

__ADS_1


__ADS_2