
Operasi ku berjalan lancar dan alhamdulilah tanganku sudah sembuh aku bisa beraktifitas dengan normal. Aku kembali ke aktifitas semula, walaupun harus berhati hati. Kegiatan vaksin sudah mulai rutin di lakukan di semua desa tak kecuali di desa ku. Akhirnya aku berkumpul lagi dengan mereka tim jabid juga dengan Eka. Eka masih belum tau hubunganku dengan Boy sejauh mana namun dia sering melihat aku ketika aku sedang telpon dengan dia, tanpa sengaja aku melihat dia sedang memperhatikan aku dan aku tersenyum kalau dia berkata .
" Kenapa mba senyum sendiri?"
" Ngga apa ka." jawabku
" Kayane asyik banget mba?" dia balik tanya lagi
" Nggalah biasa aja." jawabku tanpa menoleh dengan mata masih menatap dilayar hp.
Bukannya berhenti dengan bertanya mlhan seakan dia tambah kepo dan ingin tau.
" Dengan siapa mbaa? tanya dia
tak aku jawab nun langsung aku tunjukan ke dia aku chat dengan siapa. Langsung menjawab
" Ooh ya ya ."dia mengangguk
mungkin eka sebenar nya sudah tau namun Eka ingin tau lebih dari aku hubungan aku dengan Boy sejauh mana, namun aku tak pernah cerita ke dia hanya kata nyaman yang sering keluar dari mulutku.
Sejak Safira bilang ke aku kalau Eka sepertinya menaruh hati padaku aku jadi ilfil walaupun aku belum yakin dan aku cerita ke Boy pun dia tak percaya.
" Bercanda lah yankk, Eka ngga mungkin kau gitu ma teman !" kata Boy
" iyalah aku juga ngga berfikir jauh kesitu." kataku
Tim jabid diajak makan makan oleh bu bidan desa namun Eka tak ikut Karen suatu hal nun dia bilang minta di bawakan saja. Aku dan Eka ngobrol lewat wa.
" Mba tadi makan makan dimana ?"tanya eka
__ADS_1
" Di rumah makan pedesaan." jawabku
" makasih ya mba dah dibawain ."
" ya ke Bu bidan aja, kan aku cuma bawain aja."
" Lah tak lupa pokoke Selfi yah ." canda Eka
" namanya wanita , kamu pilih yang istri mana ?" candaku
" Aku pilih yang pakai sweet ijo."
aku melihat foto itu dan dalam hatiku, lho itukan gambarku.
" jangan ngawur itukan ijo aku ?" tanyaku
" ya emang kenapa ?"
" Lho wong aku maunya yang itu koh mba !"
" tapi kan aku yang ngga mau!"
akhirnya kami ngbrl dari situ aku percaya apa yang Safira katakan lalu aku ss kirim Safira
" Tuh kan mba Ipeh ngga percaya !" chat Safira
" lah nggalah cuma canda kayane ." jawab aku
" terserah mba Ipeh lah orang dibilangin ngeyel dan ngga peka ." jawab Safira
__ADS_1
" Ya kan aku berpikiran ngga negatif Ra, masa iya Eka naksir aku kan khilaf banget si Eka."
aku sambil wa dengan Eka , rasa penasaran aku mulai ada ke Eka.
" Ka kamu ditaksir Safira koh malahan milih aku bisa bisanya?" tanya aku ke Eka
" Ya ngga tau mba wong nyatane penasaran ?"
" maksudnya kamu apa ?"tanya aku
" Ya aku dah memperhatikan mba Ipeh dah lama."
" kenapa kamu memperhatikan aku ka?"
" Ya ngga tau lah mba namanya juga orang nyaman kayane mba Ipeh menarik dan aku pernah lihat mba Ipeh memperhatikan jadinya *****, lihat mba Ipeh dr dadanya juga menarik. Maaf yah mba Ipeh tapi aku jujur."jawab Eka
" ***** sih apa ka?" dengan lugunya aku bertanya
" ooh mba Ipeh ngga tau ya udah ."jawab Eka sambil memberikan emoji senyum
Dalam hati astafiruloh kaget, tertawa dan heran. namun aku ngga tau arti ***** akhirnya aku wa Safira dan bertanya ke Safira bukannya langsung dijawab malahan ditertawai.
" ya Allah mba Ipeh mba Ipeh." kata Safira
" kenapa malahan ketawa Fira?"
" ya lah orang dah punya anak ***** ngga tau !"
"ya itu artinya kaya terangsang." jawab Safira
__ADS_1
masa iya Sampai segitunya Eka ke aku dalam hatinya aku.
" Ka , saat ini hanya Boy laki laki yang bisa membuat nyaman aku saat ini dan mungkin lainya ngga ada. kalau aku mau Mungkin banyak laki laki lain yang mendekati aku namun aku bukan tipe orang seperti itu. tapi intinya saat ini aku nyaman dia selalu ada buat aku jadi itu yang akhirnya aku nyaman bersama dia." jawab aku