Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 25


__ADS_3

Sakitnya mencintai suami orang, tak akan bisa memiliki jika bukan karena jodoh dan takdir. Lalu jika sudah merasa nyaman siapa yang akan disalahkan? Jika sebelum terlanjur sebaiknya tak akan pernah dijalani. Kata kata itu terlalu dalam buat aku namun seperti nasi sudah menjadi bubur tak bisa kembali lagi. Hanya memutuskan rasa itu jalan satu satunya namun tak segampang membalikan telapak tangan kita.


Jika hari Jumat datang rasanya sedih banget karena pasti tak bisa telpon karena suamiku pasti pulang gasik setelah jumatan. Hari Sabtu pasti dia lomba dan sudah tidak bisa diganggu gugat dan Minggu juga jadwal keluarga Suami dirumah.


Namun hari Senen pasti ungkapan rasa kangen meluap diantara kami.


" mbakkk". panggil dia


" ya hati hati dijalan yah". jawab aku karena kami sudah tau kode kami


" Cape banget kemaren pulang malam , maaf bukan aku sengaja mengabaikan dirimu tapi emang aku sibuk ." jelas dia


" Ya ngga apa aku paham ko, gimana menang kan lombanya ?" tanya aku


" tadi nya dah didepan yankk tapi mobilku ditabrak dari belakang akhirnya mental dan keluar lintasan." jawab dia


" ooh ya udah lah besok besok buat peringatan biar ada persiapan dan ini buat pembelajaran apa yang kemaren kurang siap besok lebih mantap kan lagi" hibur aku


" ya yank mungkin belum rejeki aku ." kata dia


" ya ngga apa kan hobi dimana juara atau hadiah adalah bonus asal dirimu bahagia aja." kataku


" iya lah yankk Gimana lagi , besok aku perbaiki lagi."


"sipp, semangat ". jawab aku


" Jumat Sabtu Minggu besok aku lomba diluar kota yankk. Hadiahnya lumayan dan aku ikut disponsori yank".


" ooh ya mantap dong, lah dirimu berangkat ma teman apa bawa mobil sendiri ?" tanya ku


" Ngga tau ini belum di bahas yang penting aku kau servis Tamiya aku dulu buat persiapan ." kata nya


" Istri ikut kah?" tanya ku

__ADS_1


" Nggalah kan kerja dan nanti aku ngga bisa telpon dirimu juga jauh juga yankk jaraknya sekitar 4 atau 5 jam dari sini!" dia bilang


"oh ya udahlah dirimu hati hati jangan nakal." kataku


" ngga lah yankk kan aku dah bukan Boy yang dulu, aku ingat koh aku sayang ma Ipeh ." sambil tertawa


Terkadang aku manja apalagi ketika lama chat tak dibalas, ingin marah- marah namun dengan sabar nya dia menjelaskan.


" yankk, sayankk?" panggil aku


" iya iya sebentar aku lagu tanggung". jawab dia


" Lama banget bales nya koh?" gerutu aku


" Kan aku lagi sambil kerja sayankk, kalau aku punya tanggan empat pasti aku cepat balasnya"? jawab dia dengan sabar


" Lah kan kangen masa dirimu ngga kangen, apa dah bosen? ya udah kalau udah bosen ya udah lah aku mundur aja. Aku kan cuma minta waktu aja susah banget. Malam mau chat takut ganggu, siang diwa lama banget bales nya.


yank, sayankkkk?" kataku sudah mulai tak terarah dan mulai sudah nuduh yang engga engga


" udah ngomongnya ?" balas dia


" kalau belum selesai aku diam dan selesaikan dulu yang belum kelar." kata dia


Kalau sudah keluar penjelasan seperti itu aku sudah paham kalau dia sebenarnya sibuk dan aku saja yang kaya anak kecil, ngromed yang ngga bener.


" Bentar yah yankk nanti kalau aku dah kelar pasti aku balas chat nya, tenang saja aku ngga pergi. Aku bukan bos yang bebas kerja santai sambil pegang hp. Aku punya tanggung jawab yang harus aku selesaikan dulu baru aku layan dirimu." jangan kan wa telpon Berjam jam saja aku layan dirimu jadi jangan asal tuduh ya." dia menjelaskan


" Ya udah aku minta maaf , aku salah masa kangen ngga boleh!" kataku


" Ya boleh , masa aku juga perlu aku katakan kalau aku kangen kan ngga perlu dijelaskan dirimu dah paham." jawab dia


" Ya jangan marah ya yankk?" lirih aku

__ADS_1


" ngga sayankk, cuma tunggu yah aku selesaikan kerjaan aku dulu nanti aku telpon". jawab dia


" ya udah Miss you, love you,"muachh jawab aku


" Mis you, love you,muachhhhh balas Boy


itulah akhir kalimat yang selalu kami ucapkan diakhir obrolan.


Begitulah setiap aku marah dia hanya menanggapi dengan sabar nya, terkadang aku yang egois tak pernah mengerti situasi dia. Ya itulah LDR yang hanya mengandalkan telpon ,chat dan lainya hanya pasrah dan iklas mengikuti alur sang pencipta.


Dia paham dan mengerti yang aku rasakan sama halnya yang sebenarnya dia rasakan adalah sama menahan dengan kesabaran diluar batas kami.


Safira sering berkata


" Jan kaya anak kecil mba Ipeh ." kata Safira


" kenapa Ra ?" tanya ku


" Orang ngga ditelpon sehari aja dah kaya kebakaran jenggot!" kata dia


" Ya dirimu Ra yang bisa ketemu, bisa ngobrol bebas tanpa harus berbagi dengan istri Revan karena dia masih sendiri. lah aku ?"


" Lah karena sudah terbiasa juga ditelpon mba jadi kalau ngga ditelpon ya rasanya belum lengkap." Safira menjelaskan


" ya mungkin Ra karena cuma itu yang kami bisa lakukan." kataku


" Makanya cari cadangan aja mba ?" Safira bilang


" ngawur dirimu aku ngga mau mendingan aku kembali seperti dulu." kataku


" Iya percaya yang mba Ipeh mau cuma Boy." celetuk Safira sambil tertawa


Yah andaikan aku bisa lepas aku pingin tak ada Boy yang lain tak ingin berbagi cinta yang lain .

__ADS_1


__ADS_2