Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 93


__ADS_3

Aku tertidur tanpa aku sadari. Ketika aku bangun perut aku semakin melilit dan semakin kencang. Namun karena aku sudah berpengalaman aku masih tahan lagian juga lendir merah belum keluar. berdoa dan berdoa namun disaat kesakitan pun aku berusaha makan dan minum manis supaya ada tenaga saat melahirkan. malam semakin larut dan aku sudah mulai merasakan pingin BAB namun tak keluar dan akhirnya ada lendir merah keluar. Aku panik bingung jika aku hubungi dia pasti ada istri sedangkan aku butuh dia. Dan akhirnya yang tidak aku harapkan akhirnya harus aku ambil yaitu menelpon orang tua dia


" assalamualaikum wrwb.."salam aku buat ibu


"wa alaikum salam wrwb....iya Peh gimana?"


" ibu aku mau minta tolong Bu .." kata aku sambil menahan sakit


" iya katakan aja ...tapi suara kamu kok gitu?"


" Bu aku dah keluar lendir merah bu....dan Rasa mules aku dah sering banget Bu.."


" baik baik ibu kesitu...tunggu sabar yah Peh .. terdengar panik


apa kamu dah hubungi Boy ?"


" jangan Bu...Boy lagi dirumah dan istrinya lagi ada sesuatu hal dengan dia dan jangan ganggu ." kata aku


" Biar ibu yang bilang alasan ibu perlu dia." kata ibu


Sesampai ditempat aku semua langsung bergegas mambawa aku kerumah sakit. Sebenarnya aku tak enak kasian ibu dan keluarganya. Namun bagaimana lagi?


" Maaf yah Bu aku merepotkan ibu ." kata aku


" jangn ngomong kaya gitu ." kata ibu


" aku bingung Bu mau minta tolong sama siapa? jadi aku call ibu"

__ADS_1


" kalau kamu anggap aku ibu dan keluarga mu itu sudah benar yang kamu lakukan kamu kabari suami mu atau ibu. karena suami mu harus mengurusi yang satu ya kamu bersama ibu." kata ibu agak kesal ke Boy karena dia berbicara sambil call boy yang tidak diangkat.


" ya Bu .....aku coba tahan tapi aku takut karena lendir sudah keluar dan aku takut air ketuban pecah disana."


" ya sudahlah Peh .....yang penting kamu sudah ke rumah sakit dan yang terpenting adalah penanganan dari dokter dulu."


adik Boy menyetir dengan agak cepat karena takut terjadi sesuatu. Tak aku tutupi rasa ibu luar biasa sekali. namun karena ibu sudah pernah merasakan dia paham dan ikut mengusap usap punggung dan bagian tubuh yang aku rasakan sakit. Sampai rumah sakit aku dibawa tempat bersalin untuk pemeriksaan semua dan persiapan. Saat ini karena Boy tak ada ibu yang mengurus administrasi dan semua persyaratan. Entahlah aku hanya pasrah dan aku fokus pada fisik aku sendiri.


Tak berapa lama aku lihat sosok Dia disini. Oh pasti ibu yang call dia karena ibu punya banyak alasan buat dia kelaut rumah tanpa istri curiga. Dia menghampiri aku .


" yank maafin aku .."


" ngga apa yank."


" kenapa kamu ngga ngomong tadi pagi?" tanya dia


" tapi setidaknya kamu bilang kalau kamu sudah ada tanda tanda akan bersalin."


"maaf yank aku salah dan aku hanya ingin saling pengertian dan saling memahami aja . Aku kira aku mampu ternyata aku tidak sanggup sendirian." kata aku


" ya yank aku juga tidak memahami situasi kamu ....sambil mencium kening aku


Sekarang aku ada disini yank siap mendampingi kamu yank..."


" ya yank terima kasih kamu ada disaat aku membutuhkan aku, tapi bagaimana dirimu bisa keluar lagi?"tanya aku


" ibu call aku dan bilang kalau adikku badan panas dan perlu ke rumah sakit dan aku akhirnya bisa keluar.

__ADS_1


" ya ya ya ..." jawab aku sambil meringis menahan sakit


" Dah lah yank ngga perlu dipikirkan yang penting aku udah ada disini dan sekarang dirimu fokus ma kesehatan kamu dan bayi ."


" iyalah yankk....kan aku harus pengertian berbagi dengan seadil adilnya dan belajar bijaksana." kata aku


" ini bukan masalah adil dan bijaksana yank! tapi ini menyangkut tanggung jawab dan keselamatan seseorang. Harus bisa membedakan yank?" nada bicara sudah mulai meninggi.


" ya lah yank maafin ....aku kira aku bisa tanpa dirimu tapi nyatane aku tak bisa sendiri."


" hm ....itu yang harus diperhatikan. Jangan anggap mampu tanpa orang lain yah ?" kata dia seperti menyindir dengan tersenyum


" udah udah .....kamu kamu makan dulu Peh?" kata ibu mereda Omelan dia


" ngga Bu makasih nanti aja ." kata aku


" Sini Bu biar aku suapi kalau nunggu nanti nanti susah lagi ngga punya tenaga saat persalinan."


" ya ya ya ..kenapa sih kok marah aja yank?"


" lah itu tau? kamu punya salah apa ?"


" ya aku minta maaf yank ....aku lagi merasa sakit yank jangan di dimarahi lagi lah." aku sambil meringis


" ya ya udah aku Elus sambil aku suapi yah biar ada tenaga." kata dia sudah mulai mereda."


Ya aku paham karena aku yang salah. kekhawatiran yang besar karena ini Masalah hidup mati seseorang.

__ADS_1


__ADS_2