
Semua chat aku dengan Eka aku ss, aku kirim ke Safira dan Boy. Mereka meyakinkan aku kalau Eka menaruh hati padaku, kali ini aku agak percaya dengan apa yang aku tanya langsung ke eka dan dengan jawaban Eka sendiri.
kenapa Eka sering tanya hubunganku dengan Boy pun aku sudah tau alasannya.
Sebenarnya bagiku tak penting mau Eka naksir aku atau sikapnya mau gimana terhadap ku, karena bagiku aku tak pernah punya rasa apa apa dan bagiku tak penting.
namun ternyata dari Boy kurang terima, ya mungkin karena Boy teman Eka kenapa harus aku yang dia pilih.
tenyata Boy pernah mengancam Eka, karena aku tau watak asli Boy yang keras dan emosional.
" Dah lah yankk bagiku Eka ngga penting ." kataku
" Ya ngga mau nya apa sih sering tanya hubungan kita." jawab Boy
" tapi kan aku ngga seneng ma Eka aku tetap sayang cuma dirimu thok".
" aku ngmng kalau dia Macam-macam walaupun aku disini tetap akan ada orang yang datang kedua!" kata Boy
" nggalah pasti dia mikir mikir juga kalau mau macam-macam seperti.membocorkan hubungan kita." jawabku
__ADS_1
Seperti menjadi hobi Boy dulu saat masih muda, masalah sedikit bres......main hajar. tak pernah memikirkan efek belakangnya, tak pernah memandang bulu siapa lawan dia entah orang tua, anak anak bahkan teman.
emosi yang besar yang dulu dia punya mungkin karena keadaan namun Boy yang sekarang jauh jauh dari masa lalunya.
Biarlah itu menjadi cerita di hidup dia, aku tak pernah memikirkan masa lalu dia, keluarga dia, bahkan seburuk apa masa lalu dia.
Setelah semua kejadian yang aku alami aku sekarang lebih berhati hati, dari aku tak pernah
kepo atau ingin tau bahkan pinjam hp milik anak ataupun suamiku. lebih baik menjaga daripada hal hal yang tak diinginkan akan terulang lagi.
Sampai akhirnya kini hp aku kunci. Sampai sejauh itukan aku menyukai dia hingga angka kunci pun tanggal kelahiran dia .
Hingga suatu ketika aku membeli kalung berliontin huruf insial nama depan dia yang kebetulan sama dengan anak cewek ku yang membuat suami tak curiga.
kadang aku berpikir aku sebenar nya bodoh atau lugu?
sejauh ini aku melangkah namun bagaimana dengan diri nya?
" kalau aku tak sayang dengan dirimu mana aku layan dirimu call Samapi Berjam jam yank!" kata Boy
__ADS_1
" ya ya ya yankk." jawabku
" Apa masih perlu aku omongin kalau aku sayang, aku kangen, tak perlu pun harusnya dirimu tau. Aku selalu berusaha bila ada waktu aku pasti kasih buat dirimu." jawab dia dengan nada keras
"ya karena aku masih trauma akan dulu, bahwa
dirimu akan menyakiti aku lagi?"
"Ngga lah yankk itu dulu,aku sudah berubah dan bukan Boy yang dulu, aku paham yankk pasti tidak mudah bagi dirimu meyakinkan diri bahwa aku sudah berubah.
"aku sudah tua cape dengan kehidupanku yang dulu, kalau aku be tak berubah Sekarang kapan lagi aku harus berubah!" kata Boy
"Tapi kenapa hari sekarang baru dirimu berubah, bukan dulu ?"
"Ya itu semua sudah ada yang atur yankk, kita sekarang bertemu saja sudah bersyukur"
kita jalani saja mengalir seperti air .kata Boy
tak perlu disesali mungkin takdir kita dari yang kuasa.
__ADS_1