
Fajar telah menyambut pagi ku dengan indahnya. Aku bergegas untuk melakukan aktivitasku seperti semula. Dengan bismilah semoga semua berjalan lancar tanpa ada halangan dalam aku melangkah. Setelah aku berfikir semalam akan aku jalani ini dengan mengikuti alur yang ada. Otak ku lelah dan aku serasa ingin menyerah namun ada tugas yang belum aku selesaikan yaitu mewujudkan impian dan tujuan aku datang disini .
Aku berjalan memasuki kawasan pabrik dengan tak perduli siapa yang berjalan di sebelah ku hingga aku tersadar ada suara yang memanggil aku dari jauh dan itu Sri.
" mba .."
" hai Sri .." Aku berhenti sambil tersenyum menunggu Sri untuk berjalan memasuki.pabrik bersama sama .
" gimana kabarnya mba ?"
" Alhamdulilah baik Sri, kamu gimana?"
" Aku juga baik mba, Gimana disana mba, betah kan ?
" ya lumayan Sri, kamu main lah jika hari libur ." kata aku
" iya mba aku pingin tapi kadangan mager mba badan dah cape juga."
" sama Sri pingin cuma rebahan ngg Kemana mana."
" Tapi kalau ngga ikut lemburan juga ngga ada uang tambahan ya mba."
" iyalah Sri lagian juga pulang gasik mau apa."
Kami ngobrol sambil berjalan hingga kami berpisah di tengah Pabrik karena kita berbeda bagian. Aku tak memberikan kabar kepada Boy seperti biasa, hari ini rasanya bete dan hanya ingin istirahat namun karena kerja tanggung jawab aku harus melakukan nya.
Telpon berbunyi namun tak aku buka hanya aku lihat dan ternyata dia. Sampai kedua kali tetap tak aku angkat dan pesan dari dia bahkan orang lain pun aku malas membacanya.
jam istirahat telah tiba aku merasa kangen dengan anak anak ku akhirnya aku telpon anak ku
__ADS_1
" Dede .."
" mamah .."
" Dede lagi apa ?"
" Dede lagi mau mandi mau berangkat ngaji mah. mama lagi kerja yah ?" tanya anak aku
" iya mamah lagi istirahat, mau makan."
" AA sama Mbah sehat kan de?"
" iya mah tapi Mbah kan masih sering ke RS , dan AA masih sering jail mah ." kata anak aku
" ya ngga apa kan Aa pingin bercanda ngga punya teman jadi ya sama Dede bercanda. Bapak kerja kemana de?"
" Kata bapak mau jalan keluar kota mah ."
"yah mah, mamah jangan lama lama mah Dede kangen ma mamah. cepet pulang."
" ya de mamah juga kangen ke Dede AA bapak juga Mbah, tapi mamah kan lagi cari uang. Dah Dede mandi dulu aja yah nanti mamah telpon lagi mamah mau kerja lagi."
" iya mah , Dede berngkat dulu ya."
" iya bye. assalamualaikum."
" bye mah wa alaikum salam wrwb.
Aku menutup telpon anak aku rasa kangen sedikit terobati. Aku kembali bekerja hingga j kerja selesai sampai lembur.
__ADS_1
Aku berjalan dengan pikiran dan pandangan yang berbeda. badan seperti tak punya tulang. Sesampai aku di kos aku langsung mandi dan aku rebahkan badan ku di ranjang. aku belum membuka pesan bahkan call dia bahkan pesan semua orang. Aku yakin dia pasti menghawatirkan aku. Terdengar pintu kamar ada yang mengetok pintu dan aku langsung bangun membukakan pintu dan ternyata dia.
" assalamualaikum ." kata dia
" Wa alaikum salam wr wb ..masuk yank."
" kok pesan ma call aku ngga kamu balas ?"
" aku lagi ngga enak badan yank, lihat ini semua pesan tak satupun aku buka. " sambil aku tunjukan hp aku
" ayo kita periksa ke dokter atau minum obat?"
" udah yank aku cuma butuh istirahat."
" tunggu yank, pasti ada masalah ngga mungkin kalau ngga karena dari Karen setelah dari rumah ibu kamu diam!"
" benar yank aku ngga apa apa cuma emang aku pingin istirahat." kata aku namun aku tak berani menatap dia
" yank lihat mata aku! Dia memegang tangan aku dan membalikan badan ku.
katakan yank!"
" Aku lelah yank, aku cape tapi bukan fisik aku namun batin dan hati aku." sambil memeluk dia
" maaf kan aku yank, aku tau perasaan kamu. maka itu kadangan bukan aku tak senang kamu main kerumah ibu tapi akhirnya kamu juga yang sakit walaupun kamu terlihat bahagia. Aku senang karena ibu aku pun senang jika ngobrol bareng dirimu namun aku tau dirimu."
" maaf yank aku merasa hati aku sobek dikala aku nyaman ditengah tengah keluarga mu bahkan aku merasa aku seperti menantu disitu namun setelah aku keluar dari rumah itu aku sadar aku bukan siapa siapa dirimu." tangis ku bertambah pecah
" udah yank ...kalau saat ini aku mampu membuat kamu halal aku sudah mengalahkan kamu namun kita jalani dulu yank saat ini bukan karena aku tak berusaha namun inilah kenyataan kita." kata dia sambil memeluk erat
__ADS_1
Aku terdiam sambil menangis di pelukan dia, tak ada suara kami bercakap lagi walaupun aku masih diperlukan dia namun pikiran kami berjalan sendiri sendiri. aku memikirkan apa dia pun entah apa.