
" Mbak."
panggilan itu yang sekarang memberikan isyarat mengawali chat ku dengan dia.
" Yaaa". jawabku
" Aku kerja dulu yah " pamit dia
" Ya ati ati dijalan yah , semangat sayang". jawabku selalu
Menjadi rutinitas di pagi hari jika akan berangkat kami sepakat buat kasih kabar satu sama lain yang lebih penting dia. Kadangan itu lah yang menjadi masalah setiap.tak ada kabar dia, aku selalu ngomel namun bagi dia sudah biasa katane itu bentuk peduliku kepada dia.
Kata dia
" udah bikin puisinya ?' kata dia
maksud puisi adalah jika aku marah pasti aku akan ngomel seperti seorang pengarang.
" Lah kan aku sudah bilang aku cuma pingin kabar itu aja ko ngga lebih". kata aku
" ya maaf maaf aku tadi gugup ngga sempat aku pegang hp." kata dia
" Halah orang mencet ngga Samapi satu menit aja alasan, kan bisa pas mau masuk mobil apa keluar. Semua itu tergantung niat kita aja mau kasih kabar atau ngga!" jawab aku yang sudah emosi
__ADS_1
" Ya ya ya maaf maaf aku kerja dulu yah , nanti aku call dirimu ." kat dia
" ya udahlah ati ati." jawabku balik
aku bersyukur dia yang aku dulu kenal anak MB yang keras di kepala,emosian, dan bahkan egois sekarang berubah dengan penuh kesabaran. justru aku yang sekarang egois emosional. Namun mungkin dia memahami kalau hanya lewat chat dan call kita bisa berkomunikasi.
Satu hari tak ada kabar darinya rasanya seperti tak tenang.
Namun jika hari hari biasa jika ada waktu pasti dia telpon walaupun itu sebentar hanya perjalanan menuju tempat kerja namun aku tetap senang.
Namun aku yang aku tak bisa tahan rasa cemburu dan aku lebih baik diam adalah saat tak ada kabar darinya dan aku cemas namun dia tak pernah tau perasaanku disaat sedang jalan bersama istrinya.
Ya ya aku tau aku bukan siapa siapa disaat dia bersama dengan istrinya. Namun hargai perasaan orang yang menunggu kabar disini dengan rasa was was , cemas namun mungkin dia sudah lupa saat bersama istrinya.
" Maaf yankk aku seharian ngga hubungin dirimu , karena habis jalan bareng istri". chat dia
" ya ngga apa ". jawabku singkat padahal itu adalah jawaban dimana rasa kecewa ada
" hpku tadi didalam tas istri jadi aku sudah tak bisa berkutik yankk!. kaya dia
" Ya sudah mau apa lagi, aku cuma minta kasih kabar tapi ngga ada kabar ya udah aku bisa ap ? balas aku
" iya katanya hari ini ngga ada main hp kata istriku yankk!. kata dia menjelaskan
__ADS_1
" Yankk, seribu alasan bisa dibuat. apa dirimu tak bisa bilang untuk memberikan kabar mereka kerja atau apapun?" kata aku menahan emosi
" ya mau gimana lagi daripada aku ribut curiga !" kata dia
" ya sudahlah memang aku ngga punya hak untuk itu jadi itu hak istri mu ."
Diam yang akhirnya kami lakukan daripada suasana semakin memanas.
Benar adanya kata kata sakit tapi tak berdarah ya ini. Aku bisa apa? yang bisa aku lakukan hanya menghibur diri dengan bercanda dengan suami dan anak anak ku.
Terkadang ada rasa sedih juga disaat memandang suami, lelah dia sayang dia kepada ku tapi aku khianati dengan mem bagi kasih dengan sang mantan.
kadang muncul ucapan dari dalam hati
" maafkan aku beh, yang telah membuat kecewa. tak pernah ada niat untuk melakukan ini namun aku juga tak bisa melawan rasa yang ada kepada Boy ." aku tahan jangan Sampai air mata menetes
Namun aku masih bersyukur dia tidak tinggal disini jadi kejadian yang mungkin bisa terjadi masih bisa dikendalikan.
Disaat bertengkar ingin mengakhiri ada namun hati dan pikiran selalu bertentangan.
Kalau pun aku ditanya apakah aku bahagia?
Aku sendiri mengatakan aku sebenarnya kalah.
__ADS_1
aku bahagia namun juga tersiksa batin yang harus bertarung dengan hati dan pikiran.