
Rasa melilit di kehamilan tua sudah biasa karena kontraksi dari si jabang bayi. seribu rasa terasa nikmat. kelahiran bayi ku tinggal menunggu waktu mau besok nanti atau lusa. Apalagi semalam aku melakukan hubungan yang memacu kontraksi yang kuat. Entahlah rasanya berhubungan dengan perut besar, posisi bagaimana pun tetap salah. Mungkin aku yang sudah pernah mempunyai anak paham dengan ciri ciri jika sudah mendekati melahirkan. Melilit yang sudah sering dan pegal di tempat tertentu bahkan keluarnya lendir bercampur merah itu pasti sudah mendekati persalinan.
Semakin sore rasa melilit ku semakin kerap dan aku dalam hati" sepertinya sudah mendekati lahiran ."
Namun aku belum berani cerita ke Boy dan ibunya sedangkan Boy kerja di tempat yang agak jauh. Masih aku tahan dan masih aku kita kira sendiri agar tak merepotkan sana sini namun aku coba menghubungi Boy.
" yank..."
" yaa....."
"masih lama ngga pulang kerja nya ?" tanya aku
" kenapa yank..? kamu butuh sesuatu? tanya dia
" ngga yank cuma tanya aja ..."
" maaf yank kayanya aku pulang langsung kerumah ngga mampir soalnya istri minta dianter cari barang." kata dia
Dalam hati ....aduh ya Allah bagaimana ini sedangkan aku sudah membutuhkan dia, namun aku juga ngga boleh egois.
" ya ngga apa yank.." kata aku
" kamu ngga apa kan tapi kalau nanti aku ada waktu dan bisa aku usahakan mampir ke kosan."
" udah ngga apa yank aku masih aman kok."
" beneran kamu ngga butuh apa apa?"
" ngga yank aku cuma pingin tau keadaan kamu aja yank."
" alhamdulilah aku aman yank justru yang aku khawatirkan kamu yank karena kamu sudah mulai ada tanda tanda melahirkan."
__ADS_1
" tenang yank kalau nanti aku dah merasa mau melahirkan aku langsung kabari dirimu."
" ya haruslah masa bapaknya ngga ada saat dede nya mau nongol?" kata dia sambil tertawa
" ya ya ya ..." sambil meringis dan itu terlihat di kamera hp
" kok mukanya kaya gitu yank? sakit apa yank?"
" nggalah yank ini Si Dede kaya nendang nendang."
" Duh yank istirahatlah jangan paksakan aktifitas kalau emang ngga memungkinkan." mulai dengan nada tinggi
" iya iya yank."
" udah yah aku lanjut kerja dulu nanti jadi bisa pulang awal ok! kata dia
" sip...semangat sayank hati hati yah."
Aku tak berani mengatakan dan aku tak tega biarkan dia bersama istri dulu semoga , semoga sang bayi ini bisa mengerti keadaan aku. Tapi nanti seumpamanya keadaan tak memungkinkan aku akan call ibu saja. Sedih rasanya disaat dirumah ada Suami ada mamah dan ada saudara juga disini jangankan saudara mamah pun tak ada di sampingku.
Bismilah aku kuat, aku bisa dan aku mampu karena Allah. Disaat aku menunggu akhirnya aku menelpon mamah dikampung
" Dede....."
" mamah .." panggil anakku
"Dede lagi apa de?tanya aku sambil menahan sakit agar anak aku tak tahu
" Dede mau ngaji mah. Dede dah ada teman yang jemput." kata anak aku
" ya udah mama ngomong ma Mbah aja yah ."
__ADS_1
" ya ..."sambil berjalan hp dikasih ke mamahku
dan aku mulai mengobrol dengan beliau
"mah doakan yah agar persalinan aku lancar."
" ya peh semoga gampang Gangsar dan semua dimudahkan oleh Allah." kata mamahku
" Amin.....aku dah merasakan mules yang sering mah."
" lendir sudah keluar belum?"
" belum mah makanya aku belum kerumah sakit."
" tapi kamu dah ngomong Boy kalau kamu mau melahirkan?
" Dia tahu kalau aku dah sering kontraksi tapi aku belum ngomong ke dia dan aku hari ini mau ngomong dia mau pergi sama istri nya ya aku ngga jadi ngomonglah."
" lah ya kamu ngomong aja kan resiko kalau kamu apa apa sendiri dan kamu ngga ada siapa siapa disana. jangan kamu anggap semua gampang dan kamu ambil resiko sendiri." kata mamahku agak meninggi suaranya
" ya ngga mah aku bukan seperti itu tapi kan ngga enak mah istrinya butuh dia seperti aku butuh dia. dan aku masih aman semoga aja nanti saat aku melahirkan dia pas ada bersama aku."
" Itu pilihan hidupmu Peh yang harus kamu pikul, kamu kurang bersyukur disaat kamu mempunyai suami yang sayang kamu memilih jalan yang salah, jangan menyesali disaat nasi sudah menjadi bubur...kamu harus bisa mendiri berpikir bijaksana."
" iya mah aku tak menyesal, maaf jika aku memang salah dan kesalahan aku memang sulit untuk dimaafkan tapi semua bukan rencana aku dan semua sudah menjadi takdir aku..Selama ini aku tetap bersyukur walaupun sekecil apa pun rejeki dan cobaan hidup aku mah namun semua diluar kemauan manusia." kata aku dengan tangis yang tertahan
" sudahlah mamah hanya mampu berdoa semoga persalinan ini lancar sehat ibu bayi dan semua bahagia dunia akhirat aminn."
" amin..ya sudah yah mah aku mau istirahat dulu semoga yang terbaik buat semuanya. amin"
Aku menutup call aku dan aku menyibukkan dengan aktifitas yang ringan dengan berjalan jalan di ruangan sholat dan bersih bersih ruangan agar aku pulang kondisi sudah siap. Tak.lupa aku juga mengontrol barang yang akan aku bawa takut ada yang terlewatkan. Akhirnya aku rebahan tak terasa aku sampai terlelap tidur.
__ADS_1