
Aku belajar mengucap syukur didalam keadaan apapun juga. Di keadaan saat aku bahagia,susah bahkan terjatuh sekalipun. Hidup belajar adalah belajar, Kita tak akan tahun bab mana yang akan dapat kita lewati hanya Allah yang tahu.
Sebenarnya aku sudah tidak ingin berpetualang lagi, ingin aku menikmati kehidupan aku yang sekarang bersama keluarga melihat anak anak tumbuh dengan sehat, pintar Sholeh dan sholehah dan aku sebagai orang tua fokus mendoakan, berusaha mewujudkan apa yah jadi impian anak dan menuntun mereka ke gerbang kesusksesan.
Justru aku sendiri terperangkap dalam dilema yang jauh tak pernah aku bayangkan. Suatu hari dia pernah berkata
" yank aku sebenarnya kepingin punya anak dari mu, maaf dirimu jangan marah!" kata dia
Aku sebenarnya kaget dan bingung namun aku tetap tenang. Senang rasanya berarti dia tidak hanya nafsu namun karena dia inginkan ada ikatan dimana kita belum diberi waktu bersama walaupun itu ide yang sangat sangat diluar kepalaku.
" Aku mau yank." jawabku
" Aku ingin punya keturunan dari rahim mu dan syukur itu aku bisa.berjodoh dengan dirimu."
" Aku sebentar lagi mau lepas KB yank. Kalau emang niat dirimu seperti itu insyallah aku siap. Namun dirimu jauh yank? mana ada waktu." kata aku
" Isya allah yank suatu waktu aku pasti akan pulang. Aku ingin ikatan diantara kita yank dengan adanya sosok anak." kata dia
"Sebenarnya suamiku pun ingin mempunyai anak satu lagi"jawab aku
" Apa kamu siap yank punya anak dari aku?"
" Aku iklas yank jika dirimu menginginkan itu."
"Tunggu aku pulang yank, sebenernya niat susah ada namun waktu yang tidak tepat karena covid ini." katanya
__ADS_1
"ya yank aku kan setia menunggu, walaupun aku kadangan lelah. Seperti udara yang mampu aku rasakan namun tak bisa aku raih."
"Mau gimana lagi yank kalau aku masih tinggal di indo mungkin aku masih seperti dulu, aku tinggal disini karena aku bersama keluarga dan alhamdulilah aku mampu melewati masa lalu ku yang suram."
" ya yank aku paham , aku senang melihat dirimu sekarang.Aku terima apa adanya dirimu walaupun itu mulainya aku harus berjuang melawan rasa benci itu untukmu."
" Jika suatu aku bisa berjodoh dengan dirimu, aku ingin dirimu aku bawa kesini yank dan apakah dirimu siap?" tanya nya
"Insyallah yank semua yang aku inginkan diberi kesempatan bersama dirimu jadi andaikan aku harus ikut akan aku lakukan yank." jawabku
"Kenapa yank kita dipertemukan saat kita sudah mempunyai jodoh masing masing ?"
" Sudahlah yank jangan menyesali akan lebih berdosa dan sakit, kita ambil hikmahnya saja. Mungkin dulu dirimu saat masih disini bukan yang baik buatku namun sekarang Allah tunjukan bahwa dirimu sudah berubah dan mengembalikan dirimu sebagai hadiah terindah untukku yang selalu setia menyayangi dirimu."
" Kenapa dirimu masih setia hingga saat ini yank?" tanya dia
" Aku pun tak pernah menyangka bahwa dirimu yang dulu manja, tak pernah mandiri sekarang jauh dari semua itu."
" Aku masih manja yank terkadang kan masih ke dirimu". ledek aku
" Manja yang itu aku suka yank . kalau Deket pasti dah aku manja manja dirimu yank."
" Ipeh yang sekarang, mampu menjadi motivator bagi teman temanya, menjadi apapun tergantung keadaan. kata dia sambil tersenyum dan meledek
" hm menghina mulai". kata aku
__ADS_1
" ya nggalah dirimu apa saja bisa."
" apa dirimu ngga malu yank pacaran ma yang sudah tua?" aku ketawa
" Nggalah. Oh ya kan lebih tua dirimu yah yank?"
" hm mulai lagi."
" Kan dirimu dulu yang bilang jadi aku ingat ha..ha..sambil tertawa dia .
Beban kami serasa ringan saat obrolan ringan yang membawa kita ke impian impian yang ingin kita raih namun terkadang aku kembali kepada kenyataan bahwa kita sudah terhalang oleh hal hal yang tidak semudah membalikan telapak tangan. Namun jika Allah menghendaki semua hanya menghentikan jari langsung berubah semuanya.
Kunfayakun saja sambil kita mengalir seperti air. Tak perlu deras walaupun pelan namun lancar dan langgeng dapat memberikan kedamaian.
Andaikan cerita hidupku aku ceritakan ke anak cucuku mungkin mereka tak akan percaya bahwa aku mencintai menyayangi seseorang Sampai segila ini.
Jujur saja sekarang jamannya pelakor dan itu sangat menganggu sekali jika mendengar kata kata itu. walaupun aku tak merebut bahkan aku bertemu saja belum pernah. Karena aku merasa bersalah mencintai suami orang dan apa lagi jika ada perbincangan tentang perselingkuhan seakan kupingku panas.
" Sudahlah yank, jangan dipikirkan kan kita menjalani LDR dan kita sama sama kok bukan salahmu saja." kata dia. Aku sering bercerita tentang masalah ini.
" Ya sih yank, aku juga ngga pernah berpikir sejauh itu.Kalaupun mau berbagi aku juga siap." jawabku
" Biarlah yank nanti kalau dipikirkan akan menjadi penyakit dan dirimu sakit lagi."
" Dah kita jalani saja, berusaha dan berdoa agar kita bisa berjodoh aminn.
__ADS_1
Memang mungkin aku yang terlalu banyak berpikir karena wanita lebih peka perasaan nya dari pada lelaki. Aku menyadari seorang wanita berselingkuh pasti namanya akan jelek. Terkesan dia bukan wanita baik walaupun dirimu hanya kepada Boy. Entahlah semua ku pasrahkan ku kembalikan kepada yang kuasa yang mempunyai hidup ini .