
kami sudah menjalani hari hari kami sebagai suami istri sah dalam agama. Berbagi laki laki yang kami sayangi Memang sangat menyakitkan namun bejalan nya waktu kami terbiasa. sampai saat ini pihak dari suami ku juga istri dia pun belum tau soal ini. waktu kontrak ku hampir habis namun tak aku pikirkan waktu aku disini. karena bila.akunpikiran lebih sakit aku harus berpisah dengan Boy lagi. Tiba tiba dalam benak aku terlintas. Kenapa bulan ini aku belum datang bulan ? spontan hati aku deg degan kencang sekali. Ah mungkin terlambat karena aku stres dan lelah. Dalam hati aku menghibur sendiri.
Aku tunggu hingga aku telat hampir 10 hari dadi jadwal.aku datang bulan, namun aku tak cerita ke Boy. Aku.memberanikan diri ke apotik membeli tes kehamilan. Malam itu aku sengaja ngomong ke Boy untuk tidak nginep disini.
" yank hari ini dirimu balik ke sana yah ?."
" kenapa yank kamu ngga suka yah?."
" bukan yank cuma aku pingin beres beres kalau dirimu disini aku ngga enak juga pasti ngga selesai kerja aku ."kata aku mencari alasan
"ya tapi dirimu mau aku bawakan makanan ngga?"
" ngga usahlah aku kasih ada makanan juga aku pingin makan diluar ma temen temen."
" ya udah nanti kalau kamu butuh call aku yah, jadi hari ini aku ngga usah mampir yah?"
" ngga apa yank. Maaf yah yank bukan gimana .'"
" ya ngga apa ...aku lanjut kerja lagi yah Miss you love youu."
Aku masih dalam hati teringat jangan jangan aku agak sebel ma dia dan benci banget ma sayur kangkung aku sedang nyidam?
ah nggalah menenangkan diri.
Bangun tidur aku langsung buang air kecil dan itu saatnya aku tes kehamilan. Deg degan begitu cepatnya, berdoa sambil menunggu hasil. Dan ternyata .......aku strip dua alias hamilll.Aku menangis sendirian antara bahagia dan cemas. Aku berhasil memberikan apa yang Boy inginkan namun aku takut ketahuan dan bagaimana solusi ini?Bergegas aku langsung kirim pesan ke dia namun sebelum aku wa aku miscall dia.
" Boss tolong segera dirimu datang kesini penting."
Benar apa.yang aku pikiran dia langsung call.
" yank ada apa yank? " tanya dia
__ADS_1
" Aku mohon dirimu cepat datang kesini."
" ya ada apa aku baru bangun dan ini aja didalam kamar mandi."
" aku ngga bisa ngomong di telpon."
" ok ok aku mandi bentar langsung otw ke kos."
waktu masih pagi buta bahkan itu baru waktu subuh.Tak terduga Boy begitu paniknya akhirnya sampai di kos.Suara pintu kamar diketuk dan itu Boy .
" yank ada apa yank ?"
" duduk dulu yank."
" kok kayanya kamu lemas ?"
Tanpa menjawab aku mengeluarkan hasil tes itu..
" buka aja dan baca ." sambil menerima melihat aku kebingungan dan langsung membaca kertas itu namun tak disangka ekspresi dia beda dari yang aku kira.
" bener ini yank?" sambil tersenyum
" ya iyalah yank ." aku menjawab tanpa.ekspresi
" Alhamdulilah ...ya Allah ." kata dia sambil mengusapkan kedua tangannya ke muka dan sontak membuat aku kebingungan
" kamu bahagia yank?"
" Jelas lah yank akhirnya aku akan punya anak dari dirimu."
" Haa...aku kira dirimu bakalan sedih atau akan menyuruh aku membuang Si jabang bayi ini."
__ADS_1
" gila apa aku yank..bukannya aku pernah kalau aku ingin punya anak dari rahim dirimu?mlhan kamu ngomong yang ngga ngga." kata dia agak
emosi
" ya maaf yank aku kaget dan sedih itu yang aku pikirkan."
" nggalah yank justru aku seneng aku mau punya anak. Pikiran kamu aja yang terus berpikiran negatif ke aku."
" iya iya maaf yank. Namanya juga orang panik dan bagaimana kisah hubungan kita ini. rasa khawatir pasti ada lah yank."
" ya aku paham tapi sebelum dirimu berpikir jauh ayo kita duduk runding kan jangn asal ngomong."
" maaf lah yank sebenarnya aku juga bahagia namun ketakutan aku yang membuat aku jadi begini."
" Aku bersyukur yank dan terima kasih dirimu memberikan aku seorang anak tak perlu ku berpikir.keras niar aku yang memikirkan selebihnya."
" ya yank ..makasih yah ."
" ya yank aku juga makasih telah memberikan apa yang sangat aku harapkan." sambil mencium kening aku
" Aku juga bersyukur Allah masih memberikan kepercayaan kepada aku untuk menjaga anak kita ini."
" jaga kesehatan dirimu yang terpenting yank..jangan dirimu memikirkan yang berat berat."
" ya yank aku akan menjaga ini karena inilah yang menguatkan kita."
" iya sayang....."
hangatnya pelukan dia. kami terdiam sesaat . Menghayati antara bahagia dan sedih. Aku melihat dia begitu bahagia hingga tak terasa dia menitikkan air mata bahagia. Aku pun merasakan dari cara dia memperlakukan aku.
.
__ADS_1