Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 60


__ADS_3

Suasana sejuk hutan Pinus ini menambah kemesraan kami. Kami melanjutkan perjalanan kami mencari tempat yang enak buat ngobrol dan bersantai. Saat ini aku tak menginginkan apa apa yang ku minta hentikan lah waktu agar aku bisa bersamanya dan lebih melepas rindu.


"Duduk sana sayank?" kata dia sambil menunjukan bangku dibawah pohon besar


" Ayo ke sana ." kata aku


Kami berjalan menuju kursi dibawah pohon yang rindang itu. Kami membuka cemilan sambil ngobrol dan bercanda.


Saat kami dulu ngobrol di wa dia pernah bilang mau kasih sesuatu ke aku dan aku jawab aku tak ingin apa apa namun ingin pembuktian berupa barang dari dirimu walaupun itu tak aku ikut dari harga dan saat kami ngobrol dia memberikan sesuatu kepada aku .


" yank aku pingin kasih sesuatu buat kamu?" katanya


" apa itu yank? lagian ngapain kasih sesuatu kaya ultah aja." kata aku


" aku pingin kasih sesuatu ke kamu semoga kamu seneng dan ini tidak lah berharga dan moga dirimu menerima dengan iklas ." katanya


" Yank, jangan ngomong seperti itu. Aku minta apa apa aku hanya minta perhatian ma waktumu sedikit jangan anggap selalu dengan materi dan uang. Aku sayang dirmu apa adanya tak memandang fisik dan lain lain."


" Ya aku paham dan tau dirimu cuma aku ingin memberikan ini agar kita selalu bersama yankk."


Ya udah ok ok tapi aku ngga pingin dirimu anggap aku matre atau apa yah ?"


" Iya iya aku tau ko." kalau aku tak tau dirimu aku ngga akan bertahan sampai sekarang."


" ya ya ya..." aku kalah

__ADS_1


" Aku pingin ini tanda bahwa aku serius sayang kamu, walaupun dirimu adalah milik orang lain namun aku ingin membuktikan nya lewat hadiah ini." sambil mengeluarkan cincin lalu menarik tanganku dan memakai di jari aku.


Aku bengong dan hanya menteskan air mata. Aku memandang dia dengan dada yang sesak rasanya karena walaupun sebahagia ini namun aku tak bisa memiliki dia.


Bahagia ? jelas tapi sakit.


Itu yang aku rasa saat ini.


Tak bisa berkata kata apa apa lagi aku hanya diam seribu bahasa.Hingga dia bertanya


" sayang, aku sayang dirimu biarlah takdir yang akan menjawab semua kisah ini. Jangan dirimu selalu sedih dan ragu kepada aku karena aku yang dulu bukan lah aku yang sekarang. kamu sudah tau bahkan dari mulut ibuku sendiri dan disini pun tau keseharian aku sekarang." kata dia


" ya yank, terima kasih untuk semua ini. Aku percaya karena jika aku tak percaya dan tulus aku sudah pergi tau pernah mau menjalani semua lakon ini. Aku terima baik buruk ya dirimu dan aku terima semua masa lalu sebagai cerita hidupku." jawab aku sambil senyum tipis.


" aminn semoga semua hajat dan apa yang kita harapkan dapat dikabulkan aminn.


Kami masih asik dengan dunia kami. Tak peduli jam waktu mengarah ke kanan.Aku seakan tak rela melepaskan dia yang akan kembali besok. Aku masih ingin bersamanya.


" yank...aku besok harus pulang ." kata dia


" Ya yank..." dengan lirih


" jangan sedih yank... jika kita memang ditakdirkan berjodoh pasti kita akan bersama lagi."


" ya yank aku juga ngga bisa berbuat apa- apa karena kita sama sama sudah terikat." kataku

__ADS_1


"Kalau pun dirimu bukan milik orang pasti aku sudah berani melangkah lebih serius walaupun rintangan seperti halnya dengan istriku. Aku akan membawa dirimu serta."


" ya yank aku paham." aku menjawab dengan jawaban yang sama karena lidahku kaku tak bisa dengan kata kata lain.


" Sayang ...lihat aku!" panggil dia


Dengan mengangkat kepala aku menatap dia


" yaaa..." jawab aku


" aku ingin kamu tersenyum." kata dia


" Ya yankk aku senyum ....walaupun berat buat aku." kaya aku bukan senyum malah menangis


" aku pun berat sayang tapi jika kamu percaya kita akan menjalani ini dengan mudah." kata dia


" Aku mohon jika engkau sudah berada disana ingat aku selalu dan jangan sakiti aku lagi."


" iya sayang aku sayang kamu tidak mungkin aku lupa pasti ingat dirimu jauh jauh aku kejar sampai kesini. Dan aku berjanji ngga akan sakiti kamu lagi maaf jika aku dulu menyakiti dirimu Sampai sedalam ini." jawab dia


"terima kasih sayang atas semua waktu yang engkau berikan kepada aku." jawab aku lagi


" Jangan berterima kasih sayang karena dalam cinta tak mengenal semua itu karena kita saling melengkapi dan saling mempunyai rasa."


Kami masih saling sama sama menggenggam tangan kami. Semakin erat tangan kami seakan tak mau melepaskan. Waktu yang semakin cepat berjalan membuat kami harus pulang. Berat langkah kami menapaki jalan setapak ini. Hanya ayunan tangan kami yang masih bergandengan tanpa berkata apa apa seakan memberikan isyarat bahwa kami tidak rela untuk berpisah.

__ADS_1


__ADS_2