Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 3


__ADS_3

Tuttttt.....tut..tut


aku mencari asal dr suara itu. Ternyata suara itu berasal dari nada dering masenger ku. Buru buru aku hampiri hpku.Deg degan, senang, salah tingkah dan campur aduk rasa nya Ternyata Boy benar benar telpon aku.Dia menelpon aku dengan voice call aku bingung malu minder karena aku merasa tak cantik tak seperti mantan mantan dia, namun aku beranikan diri.


" Halo assalamualaikum wrwb.."aku memberi salam


"Walaikum salam wrwb." jawabnya


" Hai Peh, gimana kabarmu ?"


ya Allah sambil tersenyum dia menyapa aku, yang aku rasa benci dulu tak ada rasa itu sama sekali.


"Alhamdulilah baik Boy."jawabku sambil aku balas senyum


" Lagi ngapain kamu?"tanya lagi


" Biasa menyuapi anak jam makan siang " jawabku sambil menyuapi anakku makan


" Oh itu anakmu siapa namanya ?"


ada rasa canggung obrolan kami karena mungkin lamanya tak ada komunikasi dan adanya rasa yang dulu dan sekarang beda namun aku berusaha tetap senyum. Aku ingin menatap wajahnya namun aku tak berani.


Aku akui fisik memang sdh beda , dia sekarang gemuk namun garis senyum manis dulu masih terlihat jelas.


" Namanya Fara om......".jawab aku mewakili anakku menjawab karena belum kenal jadi malu.

__ADS_1


Aku melanjutkan obrolan kami, masih ada rasa canggung diantara kami walupun tak aku pungkiri rasa bahagia begitu besar. ketika kami asyik ngobrol mama ku lewat dan dia meminta ngobrol dengan mamahku.


"Assalamualaikum wrwb.....ibu Gimana kabarnya?"


"Masih ingat aku tidak ?" sambil tersenyum


Mamahku belum langsung menjawab namun dia melihat wajah dan sambil memperhatikan seperti pernah lihat namun siapa .Akhirnya dia berkata


"Boy"? jawab mamahku


" Iya bu" sambil tersenyum dia menjawab


Akhirnya mereka ngobrol dengan tawa dan gurauan. Tak ku sangka dia yang dulu aku kenal anak yang egosi, pemarah, arogan sekarang berubah menjadi sosok yang terlihat lebih sabar, sopan, dan lembut.


Walaupun fisik telah berubah bagiku itu tak penting. Kami mengobrol tertawa dan bercanda tanpa aku sadari yang dulu aku begitu benci Sampai lupa.


" Jangan Sampai kita CLBK (cinta lama bersemi kembali) yah?" canda dia


Aku kaget sambil tersenyum lebar dan menjawab


" Nggalah kita sudah sama sama punya jodoh sendiri-sendiri dan sudah kita sudah punya garis kehidupan sendiri juga" jawabku


" iya semua sudah diatur oleh Allah ". kata Boy


" Begitulah takdir, kita juga bisa berkomunikasi lagi sudah bersyukur ." katanya lagi

__ADS_1


" iya setelah 19 tahun kita terpisah tanpa ada kabar dan komunikasi ". jawabku


" Ya terakhir kita bertemu saat dirimu menikah ."kata dia


" ya itupun dirimu tak aku undang datang ke pernikahan ku."


" Masa iya aku tau manta ku menikah aku tak datang, walaupun aku tak diundang aku akan datang." jawabnya


" Kenapa aku sendiri yang tak kau undang ?" tanya dia ke aku


" Aku terlalu membenci dan terlalu sakit hati aku ". jawabku sambil meninggikan volume


Entah kenapa setelah percakapan itu kami seakan terbawa ke masa lalu kami berdua.


emosi kami sampai terbawa


"Kamu ingat tidak siapa yang memutuskan hubungan kita "? tanyaku


" Aku lupa, siapa?" tanya Boy


" Dulu mamahku yang akhirnya memutuskan hubungan kita berdua di gang sebelah timah Anjar".


" Masa kenapa mamahmu yang memutuskan hubungan kita?"


" Ya mamahku kasian melihat anaknya yang sering menangis karena dirimu sakiti." jawabku dengan nada suara mulai meninggi

__ADS_1


Kami mengobrol hingga tak kenal waktu.


__ADS_2