Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 82


__ADS_3

Kami sudah matang dengan rencana kami yaitu akan nikah siri. Namun saat ini kami masih diam belum berani bercerita kepada teman sanak saudara bahkan ibu dia. Siap belum siap akhirnya kami melangkah ke arah itu. Entahlah aku hanya manusia bodoh. Seharian ini dia tak memberi kabar entah lupa atau melupakan?


Aku sengaja tak mengirim pesan juga karena aku lelah. lelah fisik juga lelah batin.


Siang hari setelah jam makan siang dia mengirim pesan.


" yank ."


" ya.."


" maaf aku baru kasih kabar ."


" ngga apa ...."


" aku sibuk selesai kan kerjaan aku dan aku mau cepet urus masalah kita juga yg yank." kata nya


" maksudnya apa ?"


" maksud aku ya persiapan tempat, orang dan syarat syarat buat kita nikah siri."


" ooh dirimu sudah mulai mengurus semua nya yank?" tanya aku kaget karena aku kira tak secepat ini dia melakukan nya.


" iyalah yank jadi sudah beres aku juga sudah bisa lega."


" ooh ha ngga apa ...ya udah lanjutkan aja kerjaan ma urusan itu tapi jangan lupa makan dan jaga kesehatan yah ?"


" ya ya ya ..aku lanjut dulu yah kalaupun nanti aku ngga mampir mungkin karena aku sibuk dan lembur aku takut kemalaman juga ."


" ya ngga apa yang penting kasih kabar selalu ."


" ok dah sayang Miss you love youu."


" Miss you ..."


aku lega dia memberikan kabar walaupun kadang aku marah ingin cuek namun kenyataan nya aku tak bisa.Sebenarnya cuek aku marah aku karena aku cemburu dan kangen takut kehilangan.


Aku juga gelisah keputusan aku menikah siri dengan dia sebenarnya pun membuat aku gundah. ingin bercerita dengan siapa ? takut kalau aku cerita mereka akan bercerita ke orang lain. saat aku sholat semua kegelisahan aku aku tuangkan kedalam akhir sholat aku. tak cuma menangis menjerit pun sampai tak ada suara.

__ADS_1


"ya Allah ya Tuhanku tiada kemudahan bagiku kecuali yang engkau jadikan mudah, engkau yang menjadikan kesusahan ku menjadi mudah jika engkau yang menghendakinya" dan


" Allah tak akan meninggalkan hambanya yang dalam kesusahan jika dia sudah menjadikan suatu keiklasan dan percayalah bahwa Allah tidak memberikan beban diatas kemapuan hambanya yang berserah." aminn


Aku berpasrah aku iklas dengan semua yang ditakdirkan kepada aku. Aku mampu dan bisa karena Allah dan kuatkan pundak aku agar aku masih bisa berdiri kokoh untuk selalu tersenyum walaupun batin menangis. Hari sudah mulai gelap dan aku kembali ke kos. lelah sekali rasanya dan ingin aku merebahkan badan ini. akhirnya call dari dia pun masuk.


" yank .."


" ya ada apa yank?"


" aku dah urus semua ...dan rencana kita akan kita lakukan hari Minggu yah?"


" ha....lah segampang itu ?"


" ya nggalah yank kan dari hari ini berarti kan seminggu kurang tapi hanya kurang foto kopi dokumen kamu aja."


" ooh ya ya ."


" Besok aku mampir sebelum kamu berangkat kerja ya?"


" ya ya ."


" ya yank, jangan lupa makan dan hati hati dijalan kalau punah yah?" kata aku


" ya sayang kamu juga jangan lupa jaga kesehatan ma makan ,istirahat yah ."


" ya ...Miss youuu."


" miss you to."


Ya Allah begitu baik nya dia, semoga engkau selalu melindungi dan menjaga dia ya Allah.


Secepat itu dia mengurus urusan kami didalam kesibukan dia dalam mengurus pekerjaan dia.


Bahkan dia yang mengatur semua tanpa meminta bantuan kepada aku. Terima kasih Allah engkau telah menghadirkan laki laki yang baik disisi aku tak terkecuali suamiku juga namun aku juga masih bisa membohongi nya.


aku teringat Safira namun aku pun akan be cerita takut. akhirnya aku memberanikan diri bercerita kepada nya.

__ADS_1


"Ra...."


"mba Ipeh? apa kabar?"


"baik Ra...gimana kabar kamu?"


"alhamdulilah sehat mba, gimana hubungan mba ma mas boy ?" tanya Safira


"alhamdulilah baik dan lancar dan gimana hubungan kamu dengan Revan?"


"baik juga mba..moga kita awet ya mba? "


"aminnn...oh ya Ra aku mau cerita tentang hubungan aku dan Boy ."


" ya mba gimana cerita aja."


Aku menceritakan semua ke Safira tentang semua yang terjadi disini. Namun satu yang tak aku cerita kan tentang hubungan terlarang aku. Aku malu bahkan aku yang juga dianggap bodoh oleh Safira tentang **** harus mengatakan kebodohan aku lagi.cukup untuk yang satu itu biar aku yang tau dan Boy.


" ya sudah mba jalani aja yang terbaik menghindari daripada zina lebih baik jika siri."


" ya na emang namun aku sedih na aku masih punya keluarga dan dia juga punya namun kami


terlalu jahat kepada mereka." kata aku


" ya aku paham mba tapi kalian sudah memang melakukan lama lalu kalau merasa bersalah ya jalan satu satunya kian berpisah saja."


" nah itu na yang aku bingung aku dan dia ngga mau terpisah dan lagi pula aku dan dia sudah kumpul disini."


" nah lalu mau Giman lagi mba?"


"merelakan dan mengorbankan semua keluarga ?"


"ngga Ra, jangan aku belum siap dan ngga mau harus mengorbankan kelurga demi ego kita"


" ya sudah mba jalani saja semoga ini yang terbaik buat mba dan mas boy kedepannya. mungkin ini jawaban dari doa doa mba Ipeh."


" ya Ra moga yang terbaik diantara yang baik. aminn.makasih ya Ra atas masukan dan solusi dirimu."

__ADS_1


"Sama sama mba moga ini jalan kalian berdua ."


Aku menutup call aku dan akhirnya aku siap bagaimana pun harus siap dan berpasrah dengan iklas.


__ADS_2