Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 22


__ADS_3

Sepanjang perjalanan dimasa ada sela waktu Boy selalu menemani aku telpon. Entah tak ada rasa bosan jenuh andaikan mungkin waktu bisa di hentikan justru saat aku sedang telpon akan aku hentikan agar waktu tak cepat berganti.


Rasa takut juga ada karena aku manusia biasa karena hubungan kami adalah hubungan terlarang karena status kita yang sudah sama sama milik orang. Dulu saat kita masih sendiri bukan bahagia yang lebih banyak aku rasakan namun sakit hati yang sering aku rasakan. Dan itulah yang membuat aku mengambil keputusan hari mengakhiri hubungan dulu.


" mah, udah mau balik belum ?" tanya suami ku


" Belum beh, masih makan malam." jawabku


" Lah nanti aku jemput dimana yah mah?"


" Dibaldes aja beh, nanti kalau dah sampai mamah kabari. Tidur aja palingan Sampai ya hampir subuh." kataku


" Ya udah yah mah aku tidur nanti mamah telpon bapak kalau dah sampai tapi jangan mendadak biar mamah ma dede ngga nunggu !"


" ya beh nanti mamah kabari .makasih yah beh ." jawabku


Kamu sudah dalam perjalanan pulan dari Jogja. Lelah namun senang perjalanan kami. Di dalam bus yang kami tumpangi banyak tawa canda bahkan karaokean sepanjang perjalanan kami.


kring...kring...

__ADS_1


" ya yank".


" Dah lagi perjalanan pulang belum yank? tanya Boy


" Ya yankk ini lagi mau arah pulang tapi masih makan malam dan mau mampir dipusat oleh oleh dulu. kataku


" Aku beliin oleh oleh ya yank?" minta Boy


" Siap mau beliin apa? " candaku


" Coba kalau aku ada disini yah yankk."


" Ya udahlah orang memang jauh mau Giman lagi?" kataku


" beneran apa kalau iya ngga usah kerja dirimu aku kontrakan sendiri yah !" kata Boy


" hmmm ." jawabku


" Lah iya lah kerja ma aku aja nanti bantu bantu ini juga ngga apa lah ." jawab Boy

__ADS_1


" Iya aku pingin kerja yank buat bantu suami ."


" Halah mana boleh yank, ma suami "? jawab Boy


" ya coba yankk mbok nanti mau memberikan ijin kan alhamdulilah cuma memang kemungkinan kecil banyak tidak ijinnya". jawabku


Ya benar banget kata Boy memang suami ku tak pernah mengijinkan aku kerja jauh karena baginya anak adalah prioritas utama.Baginya uang bisa dicari asal kita sebagai manusia mau berusaha.


Namun aku coba coba bercanda dengan suami masalah bekerja disana namun jawaban tak keluar dari mulut suamiku malahan cuek dan seperti tak mendengarkan aku ngomong.


Dia hanya berkata


" Usaha disini aja mah, anak bisa terjaga, terurus ,dan juga tidak jauh dari keluarga". kata suamiku


" Ya tapi kan biar aku bisa membantu buat sekolah putra yang mau melanjutkan" jawabku


" Bismilah aja kan pasti bisa kalau mamah pingin ya yang Deket Deket aja juga kasih si fara dan Mbah Putri". suami menjelaskan


Aku tak bisa berbicara lagi dan mendingan aku diam daripada aku salah dan menimbulkan tanda tanya buat suamiku kenapa aku kekeh mau kerja keluar negri.

__ADS_1


Ya memang sebenarnya aku pun sudah punya usaha walaupun kecil kecil an yaitu kredit barang jualan atau apapun asal halal. Aku bukan orang yang gengsian namun bagiku bisa menghasilkan uang yang halal. Apalagi di jaman pendemi seperti ini banyak pengangguran , banyak angka kehamilan jadi kita harus bisa menggambil kesempatan dalam berjuang.


Efek dari covid banyak sekali bukan dikalangan kantor namun semua.


__ADS_2