Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 59


__ADS_3

Kami melaju dengan kecepatan sedang, tak tahu arah tujuan kami kemana. Kami masih terdiam hanya sesekali dia menengok kearah aku. Aku juga masih kaku padahal kemaren dan tadi baru saja bercanda. Ini nyata dan dia ada bersamaku lagi. Dan akhirnya


" yank..." dia memanggilku


" yaaaa..." jawab aku


" kok diam aja?" tanya dia


"ngga apa yank, aku lagi menikmati momen ini yank. juga sedang bertanya apa kah ini nyata ? atau aku sedang bermimpi."


Dia mencubit pipi aku .


" Kenapa dirimu cubit aku yank?" tanya aku


" Sakit ngga?" tanya dia sambil senyum


" Engga sih cuma kaget aja."


" Nah kan berarti ini nyata karena disini merasakan yang aku lakukan." jawabnya


Aku bengong seperti orang bego, iya bener juga yang dia katakan.


" Yank, mau kemana kita? " tanya aku


" Aku juga ngg tau kan dirimu yang tau? Aku dah puluhan tahun diluar yank aku dah ngga apal daerah sini."


" Aku juga tau yank mau kemana, atau gini aja yank. Kita jalan jalan aja seharian didalam mobil.juga boleh."


" Ngga mau." kata dia


" Kenapa katanya asal bareng ma aku?"


" Lah mana ada kesempatan aku buat ngobrol candaan dengan dirimu dengan memandang wajah wanita yang ngeyel, bawel, pesek, yang sering suka marah marah tapi bikin kangen." Sambil tertawa

__ADS_1


" Ya udah yank kita cari taman aja duduk sambil ngobrol atau Maya makan dulu yank?" tanya aku


" Aku belum lapar yank, atau dirimu lapar kita makan dulu." tanya dia balik


" Engga lah yank, aku dah sarapan masih kenyang atau kita beli cemilan ma air mineral aja?"


" Ok sayang kita cari mini market dulu."


Kami akhirnya mampir disebuah mini market untuk beli air mineral dan cemilan ringan. Aku jalan dibelakang dia sesekali dia menengok kebelakang sambil senyum seperti takut aku tak dibelakang dia. Tinggi besar gendut dan ganteng, sekarang berjalan di depanku.


Andaikan suatu saat dia berdiri di depanku sebagai imam sholat ku. Ya Allah semoga mimpi ini menjadi kenyataan suatu saat nanti. Aminn.


" Udah cukup belum yank?" tanya dia


" ini dah lebih dari cukup sayang." jawabku


" Ya udah kita kita langsung bayar aja yah."


Setelah selesai membayar kamu keluar dari mini market.Karena mungkin masih pagi masih sepi disekitar toko. Saat kami menuju mobil dia meraih tanganku, aku kaget namun bahagia rasanya. Deg degan senang bahkan takut. Ternyata dia tidak malu bersama ku.


"Kit cari taman aja ya yank, kita duduk sambil ngobrol disana." kata dia


" Ya kita cari yang Deket sini aja yank."


Kami mencari taman buat tempat ngobrol kami dan akhirnya kami menemukan. Hutan Pinus yang sejuk dan tenang. Kami turun dari mobil sambil membawa cemilan. Kami berjalan dengan santainya.


" yank sini Deket aku!" kata dia


" yaaa ...." jawab aku sambil mempercepat jalan aku


Dia menarik tanganku dan mengandeng tanganku dengan erat. Tanggaku serasa kecil karena aku memang sekarang tak gendut seperti dulu dan tangan dia besar jadi terasa nyaman seakan terlindungi.


" Yank ...? tanya aku

__ADS_1


" hmm....." jawab nya


" sayang...." tanya aku


" iya sayang ...kan aku dah disini, kenapa?


" nyesel ngga ketemu jalan ma aku ?"


seketika dia berhenti dan memandang aku


" yank ko ngomong gitu ? apa kamu ngga rasa yang aku lakukan ke kamu? apa yang tadi aku lakukan dengan iklas tak berarti buat dirimu ?


kalau aku ngga nyaman ngga suka ngga mungkin aku layani dirimu. Aku ngga akan seperti ini ke dirimu. Aku seneng yank, aku bahagia akhirnya kita bisa seperti ini walaupun hanya sekedar jalan ngobrol dan hanya waktu yang sedikit ini paling tidak aku sudah bahagia yank." kata dia


" ya maaf yank. Aku masih bingung dengan yang sekarang ini. Orang yang dulu aku benci yang aku ngga pingin kenal lagi dan yang menyakiti aku sekarang aku bergandengan tangan dengan orang itu."


" Allah mempunyai takdir yang indah buat kita. Kota tak bisa melawan nya dan kita hanya mampu menjalani ini dengan iklas. jawab dia


" Ya yank walaupun perjuangan aku tak.mudah dan melelahkan namun aku iklas." kata aku


Dia menarik aku ke pelukan dia dan menjatuhkan cemilan yang ada ditangan dia. Dia mendekap kan aku kedalam dadanya dan mengelus kepalaku.


Ya Allah senyaman inilah pelukan dia ?


Selembut inikan belaian tangan dia yang tak.oernah aku rasakan ketika dulu aku berpacaran dengan dia?"


Sebesar inikah sayang yang dia miliki yang dulu bahkan meninggalkan aku ?


Aku menyambut dengan melingkarkan tangan aku ke badan dia sambil menangis tak kuat menahan haru.


Ya Allah salahkan aku menyayangi dia?


Begitu besarnya rasa ini dan aku pun tak tahu karena semua rahasia sang pencipta dan maha mem bolak balikan hati manusia.

__ADS_1


__ADS_2