
kami terdiam cukup lama dalam memori kita masing masing. Aku melepaskan diri dari pelukan dia dan aku mencoba tersenyum walaupun masih dalam keadaan mata sembab. Dia pun hanya melihat aku dengan tersenyum tipis membalas senyum aku
" udah makan belum yank?" tanya aku membuka obrolan
" aku pingin makan bareng yank, sebenarnya aku tuh lapar banget aku tahan agar aku bisa makan bareng ma kamu."
"Yu kita makan ." ajak aku
" ngga ah dah ngga lapar. makan cemilan ajalah."
" ih gantian ngambek. ya aku bikin Mie.aja yah yank?" aku menawarkan
" ya udah lah tapi kamu juga."
" Hm aku ikut icip icip aja yah"
" ngga mau lah itu aja sedikit masa aku makan berdua ma dirimu?" kata dia
" ya udah jorok makan ma aku? ya ngga apa."
" Bukan yank, kan itu porsi sedikit yank mana aku kenyang. ya udah bikin mie yang porsi besar nanti kita makan berdua." kata dia
" Ya ayu kita keluar beli dulu."
" lah kan ternyata belum ada stok."
" kan aku punya nya yang porsi biasa." kata aku
" it ok ayo kita beli . tapi jangan nangis lagi yah?"
" hmm ok sayank." kata aku
__ADS_1
kami keluar untuk membeli persediaan makanan ringan dan apa yang dibutuhkan.Toko tersebut tidaklah jauh dari tempat aku kos karena letak kos aku yang strategis. Kami memilih barang dan kebutuhan yang lain yang kami butuhkan. setelah selesai kami kembali ke kosan. Aku memasak dan dia menunggu sambil bermain game. Kami makan berdua dengan mengobrol
Selesai makan dia berkata yang membuat aku tak bisa menjawab.
" yank."
" yaaa."
" aku mau ngomong tapi kamu jangan marah yah ." kata dia dengan nada lirih namun serius
" apa sih yank bikin penasaran aja."
" Aku pingin nginep disini yank."
" ha...." aku kaget sambil memandangi dia
" aku dah bilang jangan marah!" kata dia
" lah dirimu ekspresinya gitu."
" kaget yank. Kok dirimu minta itu."
" wajarlah yank aku pingin ma kamu yank. Kita dah lama menjalin wajar dan normal aku punya nafsu ke kamu. kalau aku ngga punya nafsu aku ngga normal Yank" kata dia
" ya ya aku paham. aku juga punya nafsu yank namun aku takut yank.tak terpikir oleh aku Sampai sejauh ini."
"Tapi kalau ngga boleh aku tak memaksa yank."
"Akan aku pikirkan yank, namun sekarang aku bel bisa." kata aku
" iya yank aku paham ngga apa kok yank."
__ADS_1
" makasih yank dirimu mengerti aku ."
Aku menghampiri dia lalu aku mencium dia namun dia meraih aku dan mencium bibir aku. Aku hanya terdiam mengikuti alur dan pemainan dia. Aku menutup mata hingga kami asik dengan permainan bibir kami.kami terhanyut dengan rasa yang terpendam setelah sekian lama. serangan laba laba dia dilayangkan dengan tangan dia merambah ke dadaku. Aku hanya terdiam menikmati momen ini. tak ada suara namun momen yang tak terlupakan bagiku. angan angan terbang Sampai ke puncak tertinggi hingga akhirnya aku melepaskan diri sebelum berlanjut ke yang lebih ekstrim lagi.
" Maaf yank." kata dia
" ngga apa yank aku juga menikmatinya."
" Aku sudah menahan dari kita bertemu.'"
" iya yank aku sudah merasakan perih di bagian payudaraku."
"Maaf yank aku tak sadar karena aku meresapi ini semua."
" ngga apa yank kita sama sama menikmati nya ."
" ya udah aku pamit dulu yah yank, dah malam kamu butuh istirahat."
" Lah kenapa dari tadi belum kasih kabar istri?"
" Aku bilang kau aku pulang telat ada kerja malam." kata dia
" hmm ." kata aku
" Aku pasti yakin kalau kemaren ada problem diri kamu jadi aku butuh waktu buat ngobrol.ma dirimu maka itu aku ijin sekalian ke istri."
" ya ya ya . ya udah ati ati dijalan yah ...langsung istirahat jangan begadang lagi."
" iya sayank ...".
dia berlalu dibalik pintu, aku tak mengantar hanya sampai didepan pintu karena sudah malam. Aku langsung melanjutkan istiraht aku namun dadaku masih deg degan saat inget apa yang dia katakan. Aku tak munafik aku pun ingin bersama dia namun aku takut dan ini baru pernah aku lakukan. melakukan perselingkuhan seperti ini saja aku takut apa lagi sejauh itu. Entahlah. Aku manusia biasa normal punya rasa dan hasrat. Bila esok atau besok bisa saja terjadi karena adanya ikatan rasa hati dan rasa yang sudah lama terpendam.
__ADS_1