
Jadilah matahari yang jika dia pergi pasti akan kembali lagi namun jangan jadi pelangi yang indah namun memberikan kebahagian sesaat.
Aku tak tenang setelah malam datang, besok dia akan kembali lagi ke Nagara dia tinggal. Jauh disana dan tak terjangkau oleh ku. Kapan lagi aku bisa bersama dengan dia, kapan lagi aku bisa meraih tangan nya?
Entah kapan lagi.
Iklas dan berpasrah saja karena semua sudah ada skenario Nya.
" mbak.."
" yaa..." jawab aku
" aku akan berangkat ke bandara dari Jogja dan aku naik kereta jadwal siang jam 10 an."
" ya yank hati hati dijalan ya."
" ya yank , jangan sedih ya. kita pasti akan berjumpa lagi aku yakin itu."kata dia
" ya yank aku tetap berdoa karena yang menentukan yang diatas jadi hanya doa yang bisa aku lakukan."
" Aku akan berusaha suatu saat aku bisa balik lagi kesini dan bertemu dengan dirimu lagi."
" Amin aku akan menunggu dengan setia." kata aku
" jaga kesehatan ya sayang, jangan sakit."
" ya ya ya." kata aku
" ya sudah aku mau siap siap dulu bentar lagi aku otw ke stasiun."
" ya yank hati hati dan aku sayang dirimu dan selalu menunggu. Miss you love you muachh."
" aku juga sayang Miss you love you muachh." kata dia
__ADS_1
Sebenarnya aku tak sanggup mengucapkan kata pisah namun apa yang bisa aku lakukan? Aku tak bisa menghentikan bahkan mencegahnya. Hanya mampu berdoa dan berpasrah. Karena jika kita berdoa seperti kita sedang mengetok pintu rumah Allah dimana suatu saat pasti akan Allah buka pintu itu dengan kesabaran yang luar biasa dan entah waktu kapan.
"Ra ...."
" ya mba ?"
" tolong aku Ra ." kata aku
" Ada apa mba ?"
" Tolong kamu temeni aku ke stasiun Boy pulang hari ini." kaya aku
" ooh ya mba ayo aku temeni "
" ya na mati jam 09.30 ya ?"
ok mba siap dan mba Ipeh kerumah aku ya ?"
" ok siap Ra, makasih ya?"
Aku dan Safira meluncur ke stasiun mengejar waktu untuk bertemu dengan Boy. Aku tak mau ketinggalan untuk melepas dia pulang karena entah kapan lagi aku bisa bertemu dengan dia.
Sampai di stasiun aku mencari sosok yang aku cintai, berjalan dengan mata tak berkedip. Dan akhirnya aku melihat sosok yang aku cari.
Aku bejalan setengah berlari kecil, aku meraih tangan dia sambil aku menarik ke tepian. Dia kaget dan dia bertanya
" Kamu kesini yank? katanya
" Ya yank ditemani Safira." jawab aku
" Makasih ya yank aku ingin kamu datang mengantar aku pulang namun aku takut kamu ngga mau jadi aku ngga berani ngomong." kata dia
" Siapa bilang ngga mau yankk? Aku pingin lihat yang nyata untuk hari ini. Besok kita sudah jauh lagi dan entah kapan kita bisa bertemu lagi. Namun aku tetap setia menunggu dirimu. Hanya dengan doa kita akan terasa dekat." kata aku
__ADS_1
" Aku pamit yank, tapi bukan pamit dari hati kamu. Tunggu aku kembali lagi yank. Aku percaya kita pasti akan berjodoh dan bisa bersama lagi. Jaga dirimu dan jaga hubungan ini karena aku percaya padamu."
Dia mengatakan dan dengan mencium kening aku.
" Ya yank aku akan setia menunggu dan menjaga hubungan ini buat mu. Baik baik disana sayang, salam buat ibu dan keluarga disana." kata aku sambil mendaratkan pelukan ke tubuh dia. Dia masuk kedalam dan aku hanya bisa melihat dari luar jendela kaca. Berat hati kami melepaskan. Namun itulah kenyataan nya bahwa kami harus berpisah lagi. Entah kapan aku harus menunggu dia lagi dan semoga kesabaran aku tak akan pernah habis. Dia berlalu dengan berjalannya kereta. Tak terasa air mataku jatuh.
"Sabar mba ." kata Safira
" Iya Ra ." dan aku berbalik ke badan Safira sambil memeluk dia dengan menahan tangis agar tak bersuara.
" Berdoa saja suatu waktu dia akan kembali lagi mba."
" Tapi kapan Ra ?" sambil terbata bata menahan tangis.
" Kita memang tak tahu mba tapi Allah lebih tau saat yang tepat terbukti tiada terencana Mas Boy bisa datang kesini." hibur Safira
" Ya ya Ra , Aku berterima kasih kepada Allah yang telah mendengarkan doa doa ku."
Aku dan Safira pulang setelah kereta melaju tak terlihat. Aku kembali dengan lemas seperti mimpi kembali aku bertemu dia. Bahagianya aku walaupun itu hanya sebentar.
Hpku bergetar dan ada wa masuk ternyata dia
" yank...".
" ya.." jawab aku
" jangan bersedih dan menangis lagi. Tersenyumlah aku pun akan ikut bahagia namun jika dirimu bersedih aku ikut sedih yank . Berdoa lah agar aku bisa balik kampung secepatnya." kata dia
" iya yankk...Aku dah ngga nangis kok. Aku tersenyum." sambil aku mengirim foto aku yang tersenyum
" Jaga kesehtan yah sayang, aku tetap ada buat dirimu. Aku sayang dirimu. Miss you love youu muachhh."
" ya yang aku juga sayang dirimu selalu. Miss you love you muachh." kata aku
__ADS_1
Ya Allah jaga dia untuk aku dan keluarganya. Jauhkan dia dari musibah. Dan semoga kami kelak dapat berjodoh aminnn.