Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 94


__ADS_3

Sudah hampir 5 menit sekali kontraksiku yang berarti aku sudah benar benar waspada karena kemungkinan ketuban segera pecah atau dalam pengawasan bidan atau dokter. Boy melihat bagaimana perjuangan aku karena mungkin bagi dia ini Yeng pertama. Dari umurku ini adalah umur dimana sudah riskan atau kondisi sudah sangat bahaya dan sebaiknya sudah tidak mengandung lagi. Namun karena rejeki Allah menitipkan aku buah hasil cinta kami itu adakah rejeki yang tak ternilai harganya, karena mengingat bahwa Boy juga belum punya anak dengan istri pertamanya. Dokter menyarankan untuk Cesar namun aku mengatakan jika memang aku sudah tidak sanggup mengejan baru tindakan operasi dilakukan. Sakitnya persalinan normal memang sakit dari awal Namaun perawatan penyembuhan pasca melahirkan akan lebih mudah dan sebentar tidak seperti operasi Cesar. Boy pung menganjurkan untuk operasi namun aku yang menginginkan normal dan dia menuruti saja karena dia tidak tahu apa apa.


Rasa ini sungguh luar biasa. Sakit di pinggang belakang dan dan dibawah pusar sungguh membuat aku tak tahan dan ingin segara mengejan. Namun aku sudah pernah melahirkan jadi aku paham jika belum puncaknya jangan mengejan karena tenaga akan mubasir. Aku ikut perintah dokter aja disaat ayo keluarkan tenaga baru.


" ok Bu Ipeh kita siap siap ya? ibu mengikuti perintah saya aja jadi kalau belum disuruh mengejan tahan aja yah Bu?" kata dokter


" iya dok." jawab saya


" Apa bapak siap dan bisa tahan melihat persalinan ini ? jika tidak silakan ganti dengan keluarga yang lain. karena jika tidak kuat biasanya akan pusing dan lemas ." kata dokter ya kepada Boy


" insyallah saya siap dok." jawab Boy


" Ok bapak sekarang memangku kepala ibu diatas yah? "


" ya dok ." jawab dia


Semua peralatan dan perawat pun sudah siap menunggu aba aba dokter dan melihat perkembangan aku. Disaat pembukaan sudah 10 saatnya aku mengejan.


" ibu siap siap yah kalau saya bilang keluarkan tenaga ibu keluarkan dan jika tahan sebisa jangan mengejan." kata dokter


" siap dokter ..." jawab dengan menahan sakit yang luar biasa


aku menurut apa yang dokter katakan kepada aku agar semua berjalan dengan lancar. Alhamdulilah tak menunggu lama suara tangis bayi memecahkan sunyi nya ruangan bersalin itu. Ternyata dia jagoan atau laki laki seperti yang dia inginkan.


Bahagia campur sedih ....aku memandang dia dalam hati aku

__ADS_1


" ya Allah ini anak aku namun bukan dengan suami ku tapi dengan suami diriku ?" tak terasa menetes air mata ini.


" alhamdulilah yank...kamu dan anak kita selamat ." kata boy sambil mencium aku


" ya yank anak kita laki laki."


" terima kasih yank , kamu telah memberikan kado tanda sayang kita berdua."


" iya yank aku juga bahagia tak aku sangka bahwa akhirnya kita punya anak.


mirip siapa yank? "


" mirip aku yank hidungnya agak mancung he..."


" iyalah mungkin karena aku benci dirimu."


"ngga ."


" ngga apa yang penting benci tapi cinta buktinya ada si dede yah ."


" ada dede kan karena kamu suka nakal ma ku."


" nggalah. kan kamu dulu yang suka usil ma aku." kaya dia


" hus masih diruang bersalin yank masa kita ribut ?"

__ADS_1


" nggalah kita cuma bercanda lagian buat nunggu waktu kosong."


Bahagia dan plong rasa ini .Baby dah keluar dengan selamat dan berat badan dia 3.1 kg jenis kelamin laki laki dan panjang 51 cm.


Aku dipindahkan keruangan khusus ibu dan anak. Tapi mungkin besok saja aku dah boleh pulang jika hasil semua ok.


Malam ini aku masih ditemani keluarga semua dan entah nanti siapa yang akan akan tinggal menemani aku itu aku tak tahu. Bingung juga aku. jika ibu aku ngga enak kasian juga dah tua dan kalau pun bapak dan adik ngga mungkinlah. satu satunya ya Boy tapi aku kasian juga dia lelah dan kalau pun dia pulang aku ngga apa karena aku merasa sudah ok.


" yank .." panggil aku dan semua menengok termasuk juga bapak dan ibu karena mereka sedang ngobrol


" Yaaa...kamu pingin apa? " jawab dia


"aku ngga ingin apa apa . cuma mau bilang kamu pulang aja kasian ibu bapak juga aku dah sehat bisa ditinggal sendirian."


" ngga aku mau disini nemeni kamu."


" iya biar Boy disini walaupun kamu kelihatan sehat tapi kamu belum vit dan ibu bapak pulang besok ibu pagi kesini setelah masak biar ibu bawa makanan buat kamu.


" Tapi kasian istri dirumah menunggu, kan salam juga ngga pulang yank?


" Kamu ngga usah mikir yang macam macam, saat ini kamu yang sedang butuh bukan dia!"


" iya Peh kamu ngga usah mikir macam macam fokus ma kesehatan kamu ma baby kamu. nanti Boy cari alasan pasti akan." kata ibu


" ya terserah lah kalau kamu ngga cape."

__ADS_1


" ngga." jawab dia ketus sambil berlalu mendekati si junior.


Aku ingin menjadi bijaksana walaupun aku tetap salah. berbuat seadil adilnya buat istri dia. Namun aku sudah berusaha semaksimal mungkin.Ya aku sadar bahagianya dia melihat anak yang dia inginkan selama ini. Dan terima kasih Allah mengabulkan doa kami.


__ADS_2