
Aku sudah Mulai.berkemas dari baju dan barang barang aku. Namun memang barang aku tak banyak jadi aku kemas pun sangat singkat. Dalam aku berkemas aku mengambil barang milik junior untuk aku bawa pulang karena jika aku kangen yang nyata hanya baju kecil mungil ini yang bisa aku peluk saku sayangi. Sebenarnya penerbangan hany sekitar 1 jam lebih namun entah mengapa teras jauh sekali mungkin karena peraturan beda negara dan peraturan yang begitu ketat yang harus dilewati. Andaikan hanya Jakarta atau luar kota mungkin begitu mudah nya halangan yang kami lalui.
" yank dah siap semua?" tanya Boy
" Insyallah sudah siap, aku membawa yang penting saja dan sisa yang tak perlu tolong buang yah yank."
" Janganlah yank aku berharap suatu ketika kamu akan datang lagi dengan mambawa semua harapan yang pernah kita tunda."
" Amin semoga Allah memberikan jalan itu, kita hanya berusaha dan berusaha selebihnya itu urusan Allah."
" Jangan menyerah yank, kenapa dirimu justru semakin tak semangat. Dulu justru kamu yang lebih semangat dari aku."
" Karena aku manusia yank ada rasa lelah dan lelah. Cape dan seperti ingin menyerah dengan keadaan ini. Kalau tentang rasa kamu tak.pelru ragu yank karena kamu tetap ada dan selamanya akan ada." kata aku
" aku tak ingin dirimu pergi yank." Boy yang memeluk aku
" Begitupun aku yank, yang ingin selalu ada bersama kamu dan sudah terlalu lama aku menunggu kamu."
" Aku ingin kamu tetap baik baik saja dan dirimu kuat seperti Ipeh yang aku kenal. jangan menyerah dan jaga tetap sayank yang dirimu punya untuk aku tetap terjaga selamanya."
__ADS_1
" Aku baik baik saja yank, walaupun sebenarnya aku rapuh. Aku butuh sandaran karena aku pun takut jika suatu saat pasti akan akan timbang jika aku tak ditopang." jawab aku
" Aku yang dulu bukan yang sekarang, aku hanya ingin memperbaiki hidup aku dengan yang lebih baik lagi yank, jadi percayalah bahwa aku akan menjaga kesetiaan ini buat kamu dan aku pun ingin suatu saat kita bisa bersama sama seperti ini lagi." kata Boy
"Amin......
Aku ingin jalan jalan yank dengan Junior, apa kamu mau ikut?
" aku ikut yank, apa kita ke taman aja yank? disana sejuk dan enak."
" Ayo kita ke sana. Tunggu aku pamit dulu ma ibu dan bilang jalan jalan ma junior ke taman."
Bagi orang yang melihat kami ,kami selayaknya pasangan yang umum tanpa tau betapa rumitnya hubungan kisah kita ini. Sesekali Boy bergantian dengan aku mengendong junior karena badan dia yang memang bohay dan mengemaskan. Saat Boy mengendong aku melihat dan sesekali melirik ke arah mereka. Bahagia nya Meraka dan andaikan ada yang bisa mengehentikan waktu ini pasti sudah aku hentikan. seperti dunia ini seakan milik kami berdua. Aku Boy dan junior.
"yank, lihat si junior sudah pintar dengan tingkat laku dia ."kata boy
" ya yank alhamdulilah junior tumbuh dengan sangat baik. Lucu imut dan persis kaya ayahnya kalau minta tak dituruti."
" Nggalah aku kan pendiam dan penurut yank, kok dirimu suka sekali membanding bandingkan aku." kata Boy agak sewot
__ADS_1
" ih marah itu de, ayah kamu orang bercanda masa kamu marah kaya ana kecil." jawab aku sambil tertawa
" siapa yang marah yank , Jelas mirip aku lah kan anak aku yah de...jagoan aku."
senja mulai datang, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Kasian junior angin dingin mulai terasa di kulit. Junior lelap dalam pangkuan aku setelah seharian bermain di taman.
Saat dalam perjalanan pulang tak sadar Boy memegang tangan aku. Mungkin dia tahu yang sedang aku rasakan saat ini. kegelisahan, kepanikan dan kecemasan.
Sedih sampai air mata tak tumpah lagi. Hidup ku seperti kertas yang sudah kusut dan tak akan kembali menjadi seperti yang dulu.
" sayank......"panggil aku
" iyaaa......." jawab dia lirih namun lembut
" Aku ingin menangis yank..."
Dia menghentikan mobilnya dan dia berbalik ke arah aku dan mendekap aku dalam dada dia pelan takut junior bangun dan berkata
" Menangis lah sayang ku.....jika memang itu akan membuat kamu tenang."
__ADS_1
tangis aku pun pecah dan sejadi jadinya aku menangis. Namun mungkin dia mendekap aku erat yang menjadikan tangis ku tak terdengar oleh telinga orang lain. Belaian lembut tangan dia di kepala aku juga menambah aku tak bisa jauh dari dia.