
Kring...kring..kring
Suara telpon tak henti henti nya berbunyi, ternyata telpon dari salah satu teman ku yaitu Safira. Dia teman aku di organisasi kaderan, PKK desa dan juga yang sekarang lagi di kerjakan bareng adalah menjadi tim jabid atau jaga komorbid. Tugas jabid adalah mengawasi lansia di desa kami yang punya penyakit bawaan, itulah adalah lansia yang rentan terhadap bahaya virus Corona.
Tim kami ada 5 orang yaitu Safira, Santi, Eli dan Eka. Namun timku saja yang laki laki yaitu dengan Eka. Diantara mereka berlima aku termasuk rekan yang paling tua mereka berumur antara 28 dan 29 namun alhamdulilah aku bisa mengikuti mereka.
" Assalamualaikum wr wb, ya Ra ada apa ?" tanyaku
" walaikum salam wr wb. Mba, hari ini kita rapat yah di balai desa!" jawab Safira
" Ok Ra jam berapa yah ?"
"Jam 10 an aja yah mba supaya tidak terlalu siang." kata Safira
" Ok Ra siap."
Aku berangkat jam 10 namun aku tidak sendiri aku berangkat bersama partnerku yaitu Eka. Eka adalah anak laki laki yang berumur 35 tahunan dia ganteng putih dan anak yang supel. Hampir setiap hari aku dan Eka keliling RW untuk mendata lansia keadaan dengan memberikan edukasi, tensi dan memberikan pengarahan.
Kami berkeliling dengan naik motor, selama 4 bulan kami bekerja sama dan dari situ kami menjadi dekat namun sebatas rekan kerja .Setelah kami kmpl kami mulai rapat.
Dari kegiatan ini ternyata temanku yang bernama Safira lama lama menaruh hati. Dari pepatah orang Jawa yaitu Trisno jalaran Soko kuliah atau artinya suka karena seringnya bertemu. Namun Eka tidak tahu kalau Safira itu ada hati, jika pun Eka membalas itu tidak mungkin karena Safira sudah mempunyai suami.
__ADS_1
" Mba!" colek Safira
" Ya Ra kenapa ?" jawabku
"Eh si Eka dah punya cewek belum yah ?"
" Emang kenapa ?" jawabku penasaran
" Ngga apa mba, kok kayane berkharisma yah?"
" hmm. ..emang kenapa ? aku mulai curiga
" ngarang kamu rasa!" jawabku
" Kamu kan dah punya suami, mau di kemana kan suami mu!" jawab aku dengan agak kaget
Dari hari itu Safira sering kepo tentang Eka. Aku hanya bisa memberi masukan disaat Safira membutuhkan nya . Perhatian dan perlakuan Safira sudah terlihat buat Eka, aku tidak bisa menghentikan karena rasa sayang timbul dengan tanpa adanya paksaan.
Memang walaupun Eka laki laki sendiri namun dia bisa menyesuaikan dengan kami para ibu ibu. Saat masih tugas Aku mengalami kecelakaan tangan kirimi patah namun Eka dengan sabar mengikuti arahan ku. Aku beruntung mempunyai partner yang tidak pernah mengeluh ataupun berkeluh kesah. Kami bertugas dengan rasa iklas demi me minimalis kan penyebaran covid, namun resiko kami juga besar untuk penularan nya.
" Mba, kalau masih sakit ya udah kita balik saja sudah cukup untuk hari ini." kata Eka
__ADS_1
" ya sudah , kita balik aja." jawabku
diperjalanan cukup rusak namun dengan halus dia menjalan kan motornya. Dalam hati aku beruntung di partner dengan tetangga sendiri yang juga sabar dengan keadaanku yang sedang sakit ini.
Lama kelamaan Eka tau kalau ternyata Safira punya rasa dengan dia. Usaha yang dilakukan Safira tak patah semangat, namun Eka menghindari dengan cara halus. Disaat Eka sakit Safira mengirimi makanan dengan atas nama teman teman takut Eka menolak.
Eka juga tau kalau aku tau kalau Safira punya rasa ke dia.
" Mba." panggil Eka
" Ya gimana ka?"jawbku
" Aku ngga enak mba, Safira dah punya suami masa naksir ke aku ?"kata Eka
" Duh aku ngga bisa ngomong ka!" emang Safira ngmg apa?" tanyaku pura pura tak tahu
" Safira bilang kalau dia naksir aku !"
Aku hanya diam karena semua temanku dan aku tak bisa menjawab pertanyaan dari Eka.
"
__ADS_1