
Kita terasa dekat bila sedang bercanda lewat vc namun ketika aku menyadari bahwa kau ternyata jauh disana bahkan bukan oleh perbedaan budaya, negara bahkan waktu. Namun karena perbedaan itu yang membuat kita dipersatukan. Ketika aku merasa lelah dan aku menangis ingin melepaskan semuanya seakan Allah berbisik
" Aku memberikan ini karena aku tau bahwa kamu mampu dan kuat melaluinya".
Seperti halnya saat kita melaju dengan motor, kita tidak melihat kebelakang namun kita perlu melihat spion kebelakang agar kita tidak lupa dengan masa lalu dimana kita pernah terjatuh saat itu.
" yank aku mau crita."
" Ya monggoh." jawabku
" Aku dulu nakal banget, kalau aku inget kadang malu sendiri. Kamu mau mendengarkan yank?"
" Ya ngga apa cerita saja lah."
" Dulu aku pernah berpacaran dengan wanita dan rata rata dia tidak lolos oleh aku."
" Maksudnya tidak lolos apa?" tanya aku sambil bingung
" Ya gitu lah yank, cuma dirimu yang tak pernah aku sentuh."
" ooh ....".
Dia mulai bercerita dari si A Sampai yang Z. Aku mendengarkan dengan cermat seperti aku menyimak seorang guru yang mengajar didepan ku. Itu terjadi saat malam hari pada saat suami jalan diluar kota dan dia menemani malam malam ku.
Jujur aku gemetaran mendengarkan karena tak ku sangka senakal itu dia dulu.
__ADS_1
Namun aku tetap diam dan tenang menguasai perasaan aku walaupun aku kaget dan diluar dugaan.
Dalam hati aku
" Ya Allah aku menyayangi orang yang punya masa lalu bobroknya diluar dugaan ku. Tapi kenapa aku bisa menerimanya?" Apakah ini yang dinamakan sayang benar benar karena mampu menerima keburukan nya?"
Bibirku tak dapat berbicara hanya mendengarkan sambil menganggukkan kepala disaat dia meminta pendapatku. Benar yang dia katakan sebelumnya
" yank aku mau cerita namun dirimu harus siap dan ngga boleh marah ya?"
aku bersedia, dan mungkin inilah arti pertanyaan itu yang ternyata cerita itu penuh dengan kesabaran dan iklas ?Aku harus iklas karena ternyata aku adalah yang paling bodoh namun aku tetap bersyukur karena kebodohan ku aku lolos dari sifat buaya dia.Namun setelah berjalan nya waktu memang dia sudah berubah bukan dia yang dulu.
" yank tapi aku sudah berubah yank.Aku bukan Boy yang dulu pernah menyakiti dirimu".
"Ya yank aku paham juga sudah cukup waktumu buat semua itu. Aku sadar aku sudah tua tak akan seperti itu terus." kata nya
" jujur aku mendengar semua cerita dirimu aku sebenarnya menangis dalam batin. Kenapa dengan aku yang masih bertahan dengan rasa ku terhadap orang yang punya masa lalu begitu suram."
" Karena kita punya masa lalu bersama dan punya rasa juga yank. Dan adanya rasa nyaman yang membuat dirimu mengerti keadaan aku dan mau menerima aku apa adanya."
" Yah mungkin karena aku bodoh yank!"
" Jangan ngomong kaya gitu yank, dirimu ngga bodoh kok karena dirimu sayang aku dan aku juga sayang dirimu.Dah jangan ngomong macam macam."
Aku tertawa ringan, sambil Mandang wajahnya dilayar hp.
__ADS_1
" Ya Allah ya Robb sesusah inikah dirimu menghadirkan lelaki yang mampu aku berniat konyol, yang masih mau menunggu dan menunggu hingga batas tak yg terjawab oleh ku "
Dulu andaikan aku tau akan sehebat ini rasa Yang ada di diriku mending aku tak mengenal dirimu lagi. Mending aku masih punya rasa benci daripada aku harus menahan rasa yang seperti ini.
Dulu aku hanya seorang ibu rumah tangga yang hanya terfokus pada keluarga dan kerjaan saja namun seakan dunia berubah saat aku berhubungan dengan dia lagi.
Menunggu kabar darinya, menunggu chat dari dirinya, menunggu call dari dirinya dan selalu menunggu dan menunggu. Dan rasa yang paling tidak nyaman adalah rasa rindu dan cemburu.
Kita bisa menutup mata kita namun kita tak bisa menghindar dari hati kita.
Tuhan tak akan pernah salah dalam memberikan cobaan dimana semua di atas kehendak kita dan kita diberi karena nya kita mampu.
Jika belum terlanjur mencintai masa lalu jangan lakukan ini, karena benar Safira
" Mba jika sudah jatuh akan susah untuk bangkit dan bila mampu pun butuh waktu yang lama.Malahan lebih lama penyembuhan daripada bahagianya." kata Safira
" Aku juga ngga mau Ra tapi sudah basah, aku sudah terlanjur. Aku pun ngga mau Ra tapi hati yang berkata dan yang merasakan." kataku
" ya aku tau mba aku cuma memeringatkan karena aku sudah anggap mba sebagai kakakku."
"Aku sudah bilang ingin mundur namun dia berat dan dia tambah sayang Ra.Aku juga berat ra apalagi dia selalu ada walaupun tidak nyata didepan ku."
" ya mba aku paham karena aku pernah merasakan nya." ucap.safira
Tak perah aku lakukan jika rasa ini begitu dalam ,dan aku tak bisa untuk mengembalikan dalam keadaan semula. Aku iklas karena rasa yang ada saat ini.
__ADS_1