Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 38


__ADS_3

Rencana dan impian kami sekarang sama, mengalir dan mencoba yang terbaik dalam hubungan terlarang ini. Doa dan usaha sebisa kami perjuangkan dan hasil adalah bonus dari usaha kami dari yang diatas. Tak ada kata putus asa buatku, walaupun lelah ada dalam diri kami namun bukan suatu alasan bagi kami berhenti ditengah jalan.


Kadangan aku berpikir yang kami lakukan sebenarnya lucu...hubungan yang hanya lewat udara namun kami nyaman dan bahagia. Hingga suatu hari ada kabar berita yang membuat aku bahagia.


" Mbak." absen nya dia di pagi hari


" ya hati hati dijalan yah ...." langsung aku jawab dengan doa karena sudah terbiasa


" Aku dirumah ibu lah lagi makan yank." katanya


" ooh aku kira lagi buka kedai atau berangkat kerja ( kedai adalah sebutan toko) tanyaku


" aku mau latihan yankk, persiapan ada sponsor yang memberikan kesempatan buat aku lomba di jakarta." kata dia


tanpa banyak tanya aku langsung pencet hp dan langsung call dia.


" Bener yank?" tanya aku dengan girangnya


" hmm...senengnya kaya dikasih apa.langsing telpon ." ledek dia


" ya ya udah kalau gitu !"


" Ya iya bercanda yank. iya yank aku mau lomba di jakarta tapi aku ngga tau kapan waktunya itu. Baru dikasih tau dan disuruh latihan tiap Sabtu atau Minggu kalau ngga ada lomba." katanya


" yang penting kan ada waktu dirimu lomba yank. Bentar lagi kan waktunya tiba ngga terasa. jawab aku


" Ya moga dalam waktu dekat ini ya yank?" katanya


" Aminn. Dan moga jadi juara yah!" jawab aku


" Amin, tapi bagiku juara itu bonus yankk yang penting aku bisa ketemu dirimu yankk, tapi ya tetap berusaha buat menjadi juara karena aku punya tanggung jawab ma sponsor." katanya

__ADS_1


" Semangat dan Miss you , love you muachh." aku sambi tertawa


" Miss you ,love youu, muachh." itulah yang selalu kami ungkapkan diakhir obrolan.


Terserah orang bilang kami lebay jika tau namun itulah ungkapan kami satu sama lain.


Mungkin karena rasa kami yang begitu dalam mengendap hingga waktu yang tak berujung.


Tuhan pernah janji bahwa dimana hamba Nya akan berusaha niscaya pasti ada hasil walaupun butuh waktu dan perjuangan.


Sebenarnya ada kalanya malu pada diri sendiri karena ku sudah merasa tua dan anakku sudah beranjak dewasa. Pernah aku dibikin malu ma Boy saat aku pingin manja dengan nya.


" Boss Gimana kabarnya ?" sapa aku pertama kali menyapa


" Y gimana mbak?" jawab nya


" aku mau ngomong ." kata aku


" Aku habis berdebat." sambil menahan air mata


" Dieimu bertengkar dengan suami apa ?" tanya dia


" Ngga yankk dengan putra." jawabku


" Kenapa lagi yank, jangan lah dimarahi dia masih belum dewasa banget. Masih mencari jati diri dan juga emosi labil." dia menjelaskan


" Ngga yank sebenarnya ini bukan dengan aku awalnya, namun karena ku sebagai penengah jadi aku lah yang menjadi sasaran nya. Bermula dari dia berselisih paham dengan Mbah nya akhirnya aku menjadi penengah namun akhir ya bukan pokok Masalah inti yang di perdebatkan justru masalah kita." kataku


" maksudnya gimana?" dia balik tanya


" terjadi perselisihan antara putra dan Mbah sedangkan aku ibu berusaha melerai mereka. Aku menasehati putra namun putra menganggap dia benar tak terima aku nasehati padahal maksud aku supaya mengalah kepada Mbah namun dia tak terima dan akhirnya dia malahan mengancam aku." kata aku

__ADS_1


" ngancam gimana ?" tanya dia penasaran


"putra bilang apa perlu aku ceritakan sua tentang mamah yang selalu telpon sama mantannya mamah? jangan Sampai aku jadi anak durhaka mah.


dia bilang gitu," jawab aku


" lah dirimu jawab apa ?" tanya dia lagi


" ngga apa silakan bubar ya bubar kalau dirimu bilang ke bapak, dirimu dah tau ceritanya!" jawabku


" tapi bagaiman pun alasan mamah tetap salah karena mama sudah punya pasangan sendiri sendiri?" kata putra


" Lah aku dan dia ngga separah yang dipikirkan kamu, putra!" kami nyaman dalam ngobrol." aku menjelaskan.


" lalu buat apa tiap hari chat telpon tiap hari ?"


tanya putra lagi


" Sudahlah mamah ngga mau berdebat. Kami dah dewasa bisa berpikir." aku sambil meninggalkan putra


Semua aku ceritakan ke Boy


Sebelumnya pun aku diancam sama fara(anak perempuan ku yang kecil)


ketika itu Fara minta mainan onlaine namun karena aku nunggu suami jadi lama . Fara marah hingga bilang


" Nanti aku kasih tau kalau mamah telpon ma temen cowo ke bapak lho !" kata Fara


" ya ya maaf nanti mamah pesen mainan Dede yah ." kata aku kalah karena anak sekecil itu belum tau permasalahan orang tua


Boy tertawa mendengar cerita aku dan dia paham posisi aku . Bagaimanapun aku tak ingin egois dan juga aku takut kalau aku kehilangan Boy.

__ADS_1


Ya mungkin.aku harus lebih hati hati lagi l, tidak semulus orang lain.


__ADS_2