
Setiap hari hari ku sekarang adalah fokus kepada junior. Risih juga sebenarnya aku menumpang di rumah ibu. walaupun mereka semua baik tapi justru itu yang membuat aku terlalu banyak berhutang Budi. aku sudah tak berkerja, menjadi tanggung bagi Boy namun aku harus bagaimana lagi? dan otak di kepala aku sudah mulai berkerja memikirkan waktu yang terus berjalan sedangkan kontrak aku disini sudah mau habis . Mungkin jika tak ada junior aku tak perlu bingung seperti ini. Aku harus meninggalkan tapi aku tak rela atau harus aku bawa ke negaraku tapi hancur semua keluarga aku ?
Bagaikan makan buah simalakama lagi aku. Bagi Boy aku lebih baik tinggal di sini tapi kelurga aku pun menantikan aku. Dan aku begitu banyak beban yang harus aku selesaikan dulu agar aku pulang dengan benan yang ringan. Namun harus mulai dari mana?
" kenapa melamun yank ? tanya Boy
" Waktu cepat sekali berputar yank dan waktu aku disini sudah hampir habis." jawab aku
" jangan ngomong kaya gitu yank , kan bisa kit perpanjang."
" perpanjang lagi itu soal gampang yank, tapi apa dengan itu semua masalah aku selesai? justru akan semakin menumpuk."
"terus mau gimana?"
" justru itu yang perlu dijawab yank."
" kalau sayank mau pulang lalu apa junior akan dibawa?
" Nah itu yank pokok intinya . Aku tak rela meninggalkan junior namun kalau aku tambah kontrak ngga mungkin bagaimana keluargaku ? sedangkan junior aku bawa apa yang akan terjadi?" jawab aku
" Ya aku tau yank. Sejujurnya kalau aku boleh ngomong pun aku ngga rela kalau kamu bawa junior pulang kampung . Bagaimana pun aku sudah sayang dan ngga mungkin dijauhkan dari junior."
" sama yank, apalagi aku seorang ibu? ngga segampang itu meninggalkan anak aku sendiri. walaupun kalian sangat menyayanginya tetap ibu nomor satu ,apalagi Junior masih butuh Asi."
" Ya aku tau yank, kalaupun dibawa geger semua dan pertaruan kelurga kamu."
" entahlah yank otak aku dah ngga bisa berfikir lagi dengan jernih."
" istirahatlah yank besok kita bahas lagi,.jangn dipaksa kan hasilnya tak baik hanya emosi dan berpengaruh kepada kesehatan juga."
__ADS_1
" ya yank, kepala aku sudah pusing."
Aku tau kalau Boy menyudahi obrolan kami semakin lama akan semakin panas dan akan terjadi pertengkaran. Aku istirahat disaat junior sedang tidur juga. Mungkin karena terlalu lelahnya, aku tidur dengan lelapnya saat aku bangun aku kaget ternyata junior tak ada disisi aku. Aku langsung bergegas keluar mencari junior tenyata diruang keluarga sedang kumpul bermain dengan junior. Betapa bahagianya melihat pemandangan ini hingga akhirnya ibu menyadari kalau aku berdiri memandangi mereka..
" Kamu dah bangun Peh?"
" he he iy Bu maaf aku ngga sadar kalau junior bangun." jawab aku
" ta apa tadi nangis dan Boy membawa keluar kamar dan dia bermain hingga menangis pun berhenti."jawab ibu
" ya Bu ternyata junior seneng bermain dengan kalian."
" kau mandikan dulu junior lalu susui agar dia tidur dengan lelap.
aku menyiapkan semua perlengkapan ma di junior dan Boy membantu aku.
" yank malam ini kamu pulang lah ." kata aku
" Aku mau nginep lagi yank, aku dah ngomong."
" Pulanglah yank, kasian istrimu menunggu dengan rasa kangen yang dia miliki buat kamu."
" Lho kamu kenapa yank?aku mau tidur sini atau pulang kan hak aku kenapa sih dengan kamu hari ini?"
" ya aku tau tapi entahlah aku sedang tak ingin melihat kamu."
" apa kamu marah tetang obrolan kita tadi siang ?"
" Ngga yank , aku harus melatih dari sekarang kalau aku baru terbiasa nanti tanpa kamu dan kamu harus balik ne istri kamu."
__ADS_1
" Ngga usah pikir yang macam macam aku ngga minta kamu balik dan kita masih bisa sepeti ini tapi kamu yang minta Kana balik."
" lalu kelurga aku yang menunggu aku? apa.aku ngga memikirkan perasaan mereka? jawab aku
" ya yank tapi jangan kamu suruh aku pergi yank, nanti kalau saatnya aku pingin pulang pagi aku pulang ."
" ya terserah kamu aja lah ."
" Sebenarnya kamu pun tak iklas.aku kembali kan ? tanya Boy
" ngga lah ."
" yakin yank." sambil mendekat dan mencium kening aku.
" jangan nakal lah yank. Junior bangun nanti."
" Biarin lihat orang tuanya." kaya Boy
" Aku lagi males layan lah yank."
" Justru aku ingin jadwal dengan kamu yank."Kata Boy
" Nah kan ujug ujungnya minta jatah, pulang aja lah yank Lagi ngga semangat."
" nanti aku buat kamu semangat yah sayank."
" Taulah ...sana lah ngga usah ganggu aku.
Boy menarik dan memeluk aku dengan hangatnya. Dia tahu yang sedang aku rasakan. Kenyamanan ini yang membuat ku bertahan sampai sekarang.
__ADS_1