
Aku berjalan memasuki kawasan pabrik kembali ke mes. Pikiran di mana mata kemana. Aku seperti mimpi dicium dia, yah memang aku orang yang culun kata Safira. Masalah **** aku memang bodoh bahkan sering diolok olok Safira. Sebenarnya malu kalau diingat karena umur dan anak yang sudah besar.
Entahlah aku saja tak bisa berkata kata tentang ini semua dan ini akan membekas selama lamanya.
Aku sebenarnya lelah dengan semua drama ini. Yang hanya menguras pikiran tenaga dan bahkan air mata. Mudah berkata 'jangan menangis karena sia sia air matamu'.
Namun apa pernah dia berada di sisiku? Apa pernah dia merasakan pengorbanan ku Sampai detik ini? tidak karena kamu terlalu istimewa.
" Mah....aku kangen." dalam hatiku memanggil ibuku. Tak ada sanak saudara disini, aku harus kuat dan berani. Namun aku masih punya Allah yang setiap detik ada buat aku.
" Ra.."
" ya mba gimana ?" tanya safir
" Aku kesepian Ra..."
" Lho bukannya ada mas Boy?
" ya Ra tapi tetap rasanya sepi." kata aku
" Sabar mba. Belum terbiasa nanti kalau dah banyak teman pasti akan senang."
"ya mungkin karena aku terbiasa dengan anak anak jadi rasanya belum.terbiasa." kata aku
" yalah mba kan anak yang menghibur kita disaat kita sepi mba. Kalau mba Ipeh kangen call aja mba biar terhibur hati mba Ipeh."
Setelah aku ngobrol dengan Safira beban yang ada dihati sudah agak terobati.
Entahlah justru aku disini aku merasa canggung bila aku harus selalu mengandalkan Boy. Aku merasa semakin ingin melepaskan dia karena semakin dalam akan lebih sakit lagi.
" yank...."
__ADS_1
" ya ."
" Aku pingin makan bareng ma dirimu."
Setelah aku disini sekarang setiap wa tak pernah diawali mbak untuk mengawali obrolan kami.
"kenapa belum makan?" tanya aku
" Aku pingin makan sama dirimu yank? makanya aku ngajak dirimu."
" Tapi aku belum selesai paling 15 menit lagi aku baru kelar kerjaan ku ."
" ya udah aku juga belum berangkat pas aku berangkat kan pas dirimu selesai kerja."
" ya, aku selesain dulu perkerjaan ku nanti call aku kalau dah didepan yah ?"
" ok siap."
Aku menyelesaikan semua perkejaan aku dan aku ingin segera bertemu Boy.
Setelah semua perkerjaan semua beres aku langsung ke mes dan bersiap siap bertemu Boy . Itu pun aku tak sempet mandi karena aku ngga mau dia menunggu terlalu lama. Saat aku berjalan menuju luar pabrik hpku berdering namun tak aku angkat karena aku sudah melihat mobil dia dan dia berada didalam mobil sambil tersenyum.
Senyum yang tulus menghiasi wajah gembul dia. Tak perlu menunggu lama dia melaju mobil.dengan Santai karena tujuan utaman kami makan bersama.
" Mau makan dimana yank?" tanya dia
" terserah kan aku ngga tau daerah ma tempatnya makan."
" ya tapi mau makan apa sih ?" tanya lagi
" aku menurut dirimu aja yank Yang penting jangan kambing." kata aku
__ADS_1
Akhirnya kami berhenti di tempat makan pingitan jalan, suasana begitu adem karena dia mencari tempat yang agak jauh dari keramaian. ya aku paham saling mengerti dimana posisi kita yang memang harus menjaga statis kita masing masing.
" berarti ini dah mulai lembut yank kok keluar jam 20.00 malam?" tanya dia
seminggu masa training aku jam.kerja aku langsung lembur namun aku menikmati karena hari hari aku teringat akan keluarga akhirnya terhibur kerjaan dan teman.
" iya yank ya lumayan lah menghilangkan rasa kangen keluarga dan tambah rejeki."
" Berarti rasa kangen buat aku dah ngga ada yah ?"
" Ngga usah tanyalah apa perlu aku omongin? s Sedangkan diomong saja dirimu kadangan cuek."kata aku
"Bukan cuek kan aku kerja , kalau aku ngga kangen mana aku ngajak ketemuan ma.makan dengan dirimu."
" ya iya lah ."
Saat kami asik makan tiba tiba call di hp dia berdering dan tenyata istrinya.
Dia menatap aku namun aku mengangguk memberikan kode bahwa aku baik baik saja. Aku terdiam mendengarkan istri dia bertanya kapan pulang mau makan apa ? Namun karena kami sedang makan dia mengakui sedang makan namun dengan teman kerja.
Nyeri hati ini.... rasa cemburu dan seribu rasa meronta namun aku coba tahan. Aku bukan siapa siapa namun aku juga Manusia biasa dan juga seorang wanita yang punya rasa terhadapmu.
" Maaf yank tadi istri call tanya aku mau makan apa ? aku jawab dah makan sama bersama teman kerja."
" Ngga apa yank habisin aja.makannya. Wajarlah istri tersayang kan tanya keadaan dirimu?"
" Hmm tapi kayanya nada bicara kok beda yah ?
" ngga ah biasa aja kok " walaupun aku tidak. apik.baik.saja
"maaf yah yank ." sambil senyum
__ADS_1
" ya ya ya." kata ku
Mencoba bertahan walupun tau apakah dapat dimiliki atau selamanya akan seperti ini itu semua rahasia Allah ..