
Ada langka yang harus terhenti mundur bahkan memutar arah meski sudah jauh sekali melangkah. Ada harapan yang harus dibunuh dipaksa meski itu adalah doa doa dari hati kecil sejak lama. Ada perasaan yang harus disudahi meski itu adalah sebuah ketulusan. Namun itu kalah oleh kenyataan yang ada bahwa kuatnya sayangnya aku kedua terlalu besar.
Jika berkata iklas tak usah dikatakan karena hanya aku dan Tuhan yang tau.
jika tidak iklas aku tidak akan bertahan Sampai sekarang.
" yank, aku pingin ngurusin badan yah?" kata dia
" ooh ya ngga apa." jawabku
" terus rambutku aku bikin panjang , dan mau fitnes aku."
" Ngga apa.iti hak nya dirimu, tapi apa biar kaya dulu lagi? banyak cewe yang mendekati ?" kata aku
" nggalah , siapa juga .Ngga lah bentar lagi paling dah potong rambut.
"Terserahlah, mau potong mau kurus aku nurut aja tapi kalau pingin dirimu seperti dulu aku mundur." kataku
"Ngga lah siap juga yang mau panjang rambut ."
" Lah tadi bilang, mau fitnes ini itu. kata aku rada sewot
"Canda yankk, sambil senyum. Kenapa sih yank kalau aku panjang rambut?"
" aku ngga mau dirimu seperti cermin yang dulu, yang akhirnya rasa benci yang sudah aku pupuk rasa sayang akhirnya kembali tumbuh . Aku sayang dirimu apa adanya, tak pernah aku memandang fisik. materi tapi jika bagimu masih kurang saya mundur dengan iklas karena jika dibanding materi saya tidak sanggup untuk bersaing." kata ku
" Udah udahlah nanti lama lama mesti ribut hanya Masalah rambut." kata dia memecah suasana supaya tak terlanjut memanas
" nggalah yank cuma ganjalan yang ada dihati aja".
__ADS_1
" Kriting lagi apa yank kok sepi ?" akhirnya dia mengalihkan obrolan supaya tak terjadi ke salah pahaman.
Kamera aku alihkan ke depan biar dia lihat kriting yang sedang hpan
" Dah makan yank? tanya aku
" Dah tadi makan roti cabai." jawabnya
" kaya orang India aja ." kata aku
" aca aca nehi nehi !" sambil tertawa dan gaya bicara orang India
"Susah seneng ya nyanyi aja yah yankk?"
"'Dibikin happy aja yankk walaupun kadang hidup itu berat, jangan lupa tetap bersyukur."
" haa..ya kaya dirimu itu yang seneng ngromed kalau ngga ada kabar, ngga ada call, wis lengkap." jawabnya
" it ok aku diem ngga ganggu lagi." jawabku dengan tegas
" Salah lagi, dah lah aku diem juga."
" ya udah pantomim aja ngga usah ngomong." tantang aku
" ok siapa takut!".
akhirnya kami berdua diam tak ada bicara namun bikin sakit perut tidak bicara namun kelakuan yang bikin aku lebih tertawa. Candaannya , sabarnya , lembutnya yang bikin aku tak bisa dan tak bisa sehari tanpa.kabarnya.
Ya Allah begitu murah dan begitu baiknya engkau menurunkan Dia ( Boy ) dan suami ku, dua sosok lelaki yang baik, sabar, penyayang bahkan yang bisa membuat aku nyaman.
__ADS_1
Pernah aku ngobrol dengan ibunya dia suatu ketika dan dia bercerita tentang anaknya yang sudah berubah total.
" Peh, Boy yang dulu sudah berubah. Dia bukan seorang anak yang nakal lagi, bukan seorang yang arogan, emosian dan pembuat onar." kata ibunya
"iya bu Boy pernah cerita semuanya." kata aku
" Aku pernah menitipkan pesan buat Boy, jika kamu marah jangan sekali kali dirimu.main yang kepada perempuan.Karena ibu pernah merasakan itu dari mantan suami ibu jadi rasa sakit itu tidak akan pernah hilang ." Dia anak yang baik penurut dan tak pernah punya kesenangan lain sekarang hanya kerja , bersama keluarga dan hobi Tamiya nya dia."
" Ya Bu saya sudah tau semuanya. Tapi aku bukan jodohnya.
" Tak usah dipikir Peh, semua sudah ada diary nya oleh yang kuasa. sekarang mengalir dan anggap seperti saudara.Kata ibunya
" Ya Bu saya saja sudah bersyukur, senang sekali, 18 tahun baru berkomunikasi itu adalah juga campur tangan Tuhan kata aku
" Ya itulah semua karena Allah."
" Maaf Bu kalau hadirku membuat suatu masalah atau suatu beban, saya tidak berniat seperti ini. kata aku
" Tidak Peh semua sudah takdir yang kuasa , kita pasrah bagaimana Tuhan akan memberikan jalan buat kalian."
" Terima kasih ibu, aku ingin menganggap ibu sebagai ibuku." kata aku
" Tak apa ibu juga anggap Ipeh anak ibu . kata ibu
Andaikan ada seorang wanita yang menjadi mengalami posisi seperti aku bagaimana rasanya?
Jika berkata Sabar ...bukan sabar yang ada di mulut, namun tak perlu dikatakan sabar itu selalu ada. Seorang mantan yang hadir berapa puluh tahun dan akhirnya dekat dengan semua kelurga inti bahkan saudaranya. Sakit iya ! luka jelas ! Namun aku tetap tersenyum dengan berkata aku kuat aku iklas dan aku tulus.
Jika belum terlanjur hindari mantan walaupun kesan sadis namun sifat kepo dan ingin tahu yang besar yang akhirnya membuat kita jatuh lagi keoelukan sing mantan.
__ADS_1