
Setelah berjalan nya waktu sudah dari 5 bulan lebih kami menjalani cinta monyet, perubahan sudah mulai terlihat. Dari yang perhatian berubah menjadi cuek, emosian, dan yang dan kadang sering marah tanpa ada sebab. ke rumah pun main jarang, padahal sering terlihat main disekitar rumahku.
Pada suatu hari yang membuat aku sakit hingga ketika aku lihat dia main dengan cewek lain tanpa memperdulikan aku yang melihatnya. Walaupun aku masih kelas 3 SMP rasa cemburu tentu sudah mulai ada dan di sudah kelas 1 SMK saat itu.
" lagi apa boy?" aku coba menegur dia terlebih dahulu
Dia hanya menengok tanpa menjawab aku yang menyapa. Sakit aku ketika itu dan aku tau dr teman teman kalau dirimu sedang dekat dengan wanita lain yang tak lain juga tetangga dan adik kelasku. Ya aku terima namun yang tidak aku terima cara dirinya, dia tidak memutuskan aku namun sudah mengandeng cewek lain. Terang terangan dia menunjukan didepan mataku. Aku cerita semua ke mamahku karena mamahku adalah teman terbaik ku dan ketika itu juga seperti pahlawan mamahku dan aku tak sengaja bertemu dengan dia dijalan dan tak ku sangka mamahku lah yang memutuskan hubungan ku dengan Boy.
" Boy ". panggil mamahku
" Ya Bu." jawab Boy tanpa ada curiga
__ADS_1
" Dah sekarang kamu dan Ipeh mending berteman saja daripada Ipeh sering cerita kalau kamu sering mengabaikan dan sering bikin nangis!" kata mamahku
" Ya Bu. maaf kan aku Bu aku ngga akan bikin Ipeh nangis lagi Bu". jawab Boy
Kalau aku ingat masa itu sungguh malu betapa egoisnya aku Masalah cinta monyet saja sampai mamahku turun tangan he.
Sejak saat itu aku tak pernah bertegur sapa dengan dia. walaupun rasa sayang masih ada apalagi aku dia masih sering bermain di lingkungan rumahku. Yang membuat aku sakit hingga tak bisa aku lupakan tak ada kata kata putus dari dia tapi dia sudah berpacaran dengan tetanggaku dan tak pernah punya perasaan sering bercanda didepan mataku saat aku lewat.
Hingga akhirnya aku sudah terbiasa dan aku tak peduli dengan kehidupan dia.Mau apa mau jadi apa aku tak peduli. Hingga akhirnya aku berpacaran dengan tetanggaku sendiri yang jauh lebih baik, perhatian, dewasa, dan menjadi suamiku sampai saat ini. Hingga pada suatu hari menjelang pernikahan ku ada tetangga bertanya kepadaku.
" Ya , gimana mba?"
__ADS_1
" Aku kira dulu kamu mau nikah ma Boy lho !"
" Nggalah mba ."jawabku
" Kenapa kok kamu putus ma Boy?"
" Ya mungkin aku dan dia bukan jodohku dan inilah jodoh terbaikku." jawab aku sambil mata berkaca
Sebelum aku bertemu dengan suamiku aku juga berpacaran dengan beberapa lelaki namun hanya seperti persinggahan tak cocok putus tak.covok ganti lagi dan akhirnya suamiku lah yang sabar menghadapi aku.
Namun mungkin beda cara pacaran jaman dahulu dengan sekarang, jangankan berciuman gandengan tangan pun aku tak pernah. Namun aku tetap bersyukur walaupun Boy playboy nun dia masih bisa menjaga aku walaupun itu hanya waktu yang singkat. Hari pernikahan ku dengan suami ku telah tiba, aku sengaja tak undang Boy bagiku dia sudah tak ada aku anggap namun siapa sangka dia datang di acara pernikahan aku. Aku tak menyapa dia namun dia menghampiri aku dengan mengucapkan selamat dan dan di telinga ku dia berbisik
__ADS_1
" Peh, andai aku boleh menanamkan bibirku di rahim mu? " bisik Boy
Aku tak menjawab namun mata ku melotot sambil aku mundur beberapa langkah meng isyarat kan bahwa aku benci dirimu.