Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 79


__ADS_3

Jika aku bisa memutar kembali , Aku akan kembali aku akan merubah takdir cinta yang dapat aku pilih. Aku tak ingin bertemu dengan dirimu untuk.yang kedua kali nya. Sakit yang pertama sungguh masih membekas namun aku coba yang kedua karena rasa yang dulu masih aku pertahankan sampai saat ini. Namun terkadang aku merasa aku kalah aku masih belum mampu membuka matamu bahwa aku ingin menjadi yang terbaik buat mu walaupun mungkin bagimu aku hanya sebuah bayangan.


Jika melupakan dirimu hal yang mudah mungkin aku sudah tak ingin tau kehidupan mu, tak ingin mengenal mu lagi namun semua itu berbalik dengan kenyataan ku.


Aku serakah bahkan aku ingin menggenggam dua barang sekaligus dalam satu tangan.


sekarang lebih menyakitkan lagi aku harus bersama dalam satu negara yang jarak diantara kami hanya tinggal sejengkal. lebih sulit lagi untuk aku lari dari ini semua.


" yank aku ingin menyerah." kata aku dalam pesan singkat aku


" maksud kamu apa yank?"


" aku menyerah dan aku angkat tangan, menjalin ini semua sungguh sulit bagi aku."


" Kami siap?"


" aku ingin coba."


" terserah kamu." kata Boy


aku paham setelah ada kata kata terserah bagi dia sudah menutup obrolan kami. seakan dia tak mau berdebat lebih jauh lagi. baginya lebih baik diam hingga aku menjadi dingin baru dia membuka obrolan kami yang tertunda.Yah dia paham kalau aku tak bisa tanpa dia. saat pulang ternyata dia sudah ada didepan kos aku dan kami melanjutkan obrolan kami didalam


" yank, aku cape kerjaan aku banyak jadi jangan ngomong yang ngga ngga." kata dia


" maaf yank maaf karena ku memang cape yank hubungan seperti ini." kata aku


" percaya yank kalau kita jodoh pasti tak akan kemana, walaupun aku sudah ada pasnagan aku tak akan meninggal kan dirimu."

__ADS_1


" maaf yank maaf ."


Aku tak tega melihat dia dengan badan seperti loyo dan lelah dan akhirnya aku membuatkan minum namun tak disangka dia tertidur di karpet lantai.Aku bingung aku ingin membangunkan namun aku melihat terlalu lelah rak di bangunkan apakah akan Sampai pagi ?


" yank sayank." aku membangunkan dia karena sudah hampir jam 1 malam


"hmm..." kata dia


" bangun dah malam sekali nanti dicari istrimu!"


" aku cape yank dan ngantuk yank. Aku dah bilang tidur ditempat ibu." kata dia


" ya udah cepetan bangun kerumah ibu nanti keburu pagi." aku sambil gerakan badan dia namun tak mau bangun


" yank biar aku semalam ini aja yank."


Hingga akhirnya entah siapa yang pertama hingga kami akhirnya berpelukan. Terasa hangat badan ini. Dia terbangun dari tidurnya dan dia menatap aku begitu juga dengan aku. Aku berusaha melepaskan dari pelukan dia namun tak mampu. Baginya inilah kesempatan itu, dia mencium aku dan begitu lembut hingga entah berlahan namun pasti ke tujuan. Kami sama sama menyayangi ingin menjaga satu sama lain tak ingin ini terjadi namun hasrat kami dan nafsu kami mengalahkan segalanya.


Inilah pertama kali aku harus bersentuhan dengan laki laki lain selain suami aku.


" yank ....."


" yaa kenapa."


" aku takut yank."


" kenapa yank? andaikan ini jadi pun aku tanggung jawab yank." kata dia

__ADS_1


" Entahlah yank."


Akhirnya terjadilah yang tidak diinginkan oleh kami. komitmen kami akhirnya kami langgar juga. Hubungan kami yang sudah cukup lama dari sebelum kami bersama di negeri orang yang akhirnya sampai disini bareng.


Kami melakukan hubungan seperti suami istri dan memang dia menginginkan keturunan dari aku sebelum kami bertemu disini.


Pecah sudah benteng pertahanan sebagi istri orang oleh suami orang.


Maaf aku suamiku......aku istri durhaka


tak ada yang inginkan ini terjadi namun aku tak bisa katakan apa apa.


Kami sama sama sayang dan kami sama sama menikmati namun pecah tangis aku setelah melakukan hubungan ini.


Ada yang hilang dalam diri aku karena disaat aku berhubungan dengan suami aku ada ikatan sah dan halal namun aku merasakan yang beda dalam hubungan ini seperti kita melakukan kejahatan besar.


Boy menenangkan aku.


" yank udah yank kita memang sama sama salah kita melanggar komitmen kita."


" Maaf kan aku yank aku takut ." kata aku masih terisak.


dan aku tak munafik aku juga menikmati itu namun rasa sesal dan takut terus menghantui aku.


" sekarang tenaga dulu dan kita pikirkan baik baik dengan kepala dingin." kata dia


Aku hanya diam dan masih meneteskan air mata. Aku coba menenangkan diri. aku berpikir positif dengan semua kejadian ini. kami berbicara dengan tenang agar ada solusi yang tepat untuk semua itu.

__ADS_1


.


__ADS_2