Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 21


__ADS_3

" Mba Ipeh, besok hari Jumat kita ke jogja ikut ngga ?" tanya mas Bowo sala satu aparat desa yang tidak lain juga adalah sepupu dari Boy


" Aku pikir pikir dulu yah mas ,sama minta ijin ke suami dulu." jawabku


" Si Fara diajak aja sekalian sama anak ku juga aku bawa mba, nanti sama sama dan juga sudah free semua biaya ditanggung dan dapat jatah bangku sendiri ngga dipangku kok mba." bilang mas Bowo menjelaskan


" Ok mas nanti aku kabari yah ".


" Ayuh ikut aja mba". kata Safira


" Ya kan aku ijin dulu Ra kamu paham sendiri lah gimana suami aku."


" Ya moga bisalah lah mba kan si Fara diajak pasti boleh ."


" Ya Ra moga aku dapat ijin suami. kataku


Di balai desa akan mengadakan studi Banding ke Jogja dan kami tim jabid diikut sertakan semua boleh membawa anak.Kami rencana berangkat hari Jumat malam dini hari pulang Minggu pagi dan kita kira membawa 2 rombongan bis.


aku ingin ikut namun aku agak takut untuk meminta ijin ke suami ku. Berpikir keras bagaimana mengawalinya. Aku tau watak suami ku agak sulit untuk mengijinkan istri dan anak pergi tidak dengan kelurga nya, namun aku berusaha masalah boleh dan tidaknya urusan belakangan dalam hatiku.


" Beh, aku mau minta ijin ikut studi banding ke Jogja yah ?" kata aku ke suami ku

__ADS_1


" Dengan siapa mah?" tanya suami


" Rombongan baldes dengan anak istri dan tim jabid diikut sertakan dan juga panitia Pilkades. Nanti mamah bawa Dede , beh kan Dede dapat jatah kursi sendiri." aku coba menjelaskan


" ok boleh tapi bapak ngga kasih uang saku yah !" kata suami ku


" ya ngga apa kan sudah ditanggung semua yang penting bawa jajan aja buat Dede."jawabku


Aku sebenernya tau maksud dari suami ku antara boleh dan tidak jadi dia sengaja tak kasih uang saku buat aku. Tak apa yang penting aku sudah dapat ijin. Aku berangkat pukul 01.00 dini hari kumpul dibaldes dan aku dianter suami ku, benar saja suami tetap tak tega tak kasih uang saku walaupun sedikit.


Sebelum aku berangkat ke Jogja aku memberikan kabar ke Boy juga.


Yah setiap apa yang akan dilakukan dan kemana aku selalu berusaha kasih kabar ke dia. Seakan aku dan dia sudah dekat lama dan tak terhalang oleh jarak dan waktu.


"Dah sampai mana mah?" tanya suamiku


" Baru Samapi Wates beh." kataku


" Dede mana mah? muntah ngga ?"


" Alhamdulilah beh Dede tidur dan dia ngga muntah kan minum obat muntah." kataku

__ADS_1


Aku dan suami ngobrol ini dan itu sampai tak lama telpon pun ditutup.


Kring....Aku angkat tenryata gantian Boy yang telpon.


" Dah sampai mana yankk?" tanya Boy


" Dah sampai Wates ini ."


" Kriting gimana yankk pusing atau mabok ngga ?"


" Alhamdulilah ngga yankk tadi tidur aja dan minum obat mabok jadi dia ngga muntah." jawabku


"Lombanya gimana yankk, menang ngga ?" tanyaku


" Belum yankk baru lagi latihan ini dikasih buat latihan dulu ya aku ambil kesempatan buat latihan lah". jawabnya


" Semangat terus yah yank, doa terbaik buat dirimu muacch Miss youu." aku coba kasih semangat


" Ya makasih doanya dan hati hati yah disana , muacch Miss you love."


kami menutup telponnya. walaupun sebentar namun bagi kami sangat berharga. jatah yang begitu jauh tak pernah terasa saat kami sedang telponan namun disaat kami kangen atau komunikasi tak lancar bertengkar ingin mengakhiri pastilah ada. Jengkel, emosi, marah entah apa saja menjadi sebab karena rasa kangen kami yang tak bisa kami luapkan.

__ADS_1


Semoga yang kami jalani bisa langgeng walaupun banyak orang yang tersakiti termasuk diri kita sendiri.


__ADS_2