Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 18


__ADS_3

Kring....kring


Hp ku berdering, aku tengok itu dari Safira.


" Assalamualaikum wr wb, ayo mba dah siap belum? " kata Safira


" walaikum salam wrwb, ok aku sudah siap."


" Ya aku otw jemput mba Ipeh nunggu di ujung gang aja yah biar cepet .!


" ok siap aku tunggu jawabku ".


pagi itu jadwal vaksin dibaldes , jam 07.00 kami sudah harus siap karena untuk pendaftaran lansia vaksin biasa nya berangkat dengan lebih awal. Tak sengaja aku lihat Eka keluar dari rumah dan dia menawarkan diri.


" Ayo mba ikut sekalian ?"ajak Eka


" ngga makasih aku dijemput ma Safira ". jawabku

__ADS_1


jujur aja aku sekarang jaga jarak dan ilfil ma Eka. karena sejujurnya aku seneng berteman dengan dia, supel rajin namun karena rasa yang dia punya akhirnya aku merasa canggung sendiri. kikuk untuk melakukan segalanya jika rasa yang hanya sekedar teman sudah berubah rasa. Namun itu hak dia aku tak bisa melarang yang terpenting aku tak punya rasa lebih sekedar dari teman.


Pernah Safira bercanda kepadaku saat aku bertengkar dengan Boy


" kalau Boy lagi sibuk dan dihubungi susah boleh juga itu si eka buat cadangan mba ." canda Safira sambil tertawa


" Gila kamu ya Ra, emang gampang apa ?" jawabku


" Kalau aku perlu cabang mba , biar kalau yang satu sibuk kan ada yang lain. he


" ngga lah kalau boleh memilih aku aja pingin hidup normal ngga pingin kaya gini. apa lagi dirimu Ra cabang disana sini apa ngga takut ketahuan". tanyaku


" Ya gimana lagi Ra, aku ngga mikir pingin cabang atau pingin ganti atau apalah , yang aku pikir pingin ketemu aja rasanya susah bngt entah kelak akan ada jodoh atau tidak." jawabku lirih.


" Ya gimana lagi mba resiko dah milik orang, jauh, bukan senegara dah paket lengkap mba."


"kalau aku punya niat untuk selingkuh mungkin bukan dengan Boy Ra, sebelum Boy banyak yang mendekatiku namun aku ngga mau buat apa? kamu tau sendiri aku.

__ADS_1


bahkan mungkin aku juga bisa menjalin Eka juga karena kalau aku menjalin ma Boy tahu , iyakan?" jawabku


"iyalah mba. " tapi kenapa dengan Boy mba Ipeh goyah?" tanya Safira


" maaf kalaupun fisik dengan Eka, Boy kalah namun emang dulu dia ganteng tapi sekarang dia gendut."


"kalau ditanya aku juga ngga bisa jawab Ra."


" Justru kalau aku inget jaman nya dulu aku akan ingat luka masa lalu, aku nyaman dengan dia yang sekarang, fisik bagiku tak masalah. Aku pernah merasakan disaat dia gagah ganteng namun luka yang aku dapat. Buat apa na?" jawabku sudah mulai mengandung bawang, air mata sudah mulai menetes


" iya yah mba, aku kadang juga heran sama mba Ipeh dah jauh, hanya lewat wa namun itu aja udah bahagia banget." kata Safira


"itulah yang namanya ketulusan Ra, walaupun tidak mudah untuk menjalani. Andaikan jauh namun masih senegara mungkin bisa kita bertemu, dan ini? Allahuallam Ra...


Hanya iktiar dan berdoa supaya kelak akan ada jaln jodoh yang mempertemukan kita berdua.


hingga aku pernah berdoa " Ya Allah jika suatu ketika ada kehidupan kedua beri hamba kesempatan buat berjodoh dengan Boyy" aminnn.

__ADS_1


"Aminnn, yang sabar yah mba". kata Safira melihat aku yang meneteskan air mata


__ADS_2